Selasa, 02 Desember 2025

Mahasiswa USU Mengajak Murid SLB Negeri Pembina Medan Mengenal Kesetaraan Lewat Aktivitas Kreatif

Mahasiswa USU Sukses Tingkatkan Kesadaran Iklim Siswa SDN 064034 Medan Melalui Permainan Atteropoly

Mahasiswa USU Dorong Penguatan Literasi dan Numerasi Siswa di SD Swasta Katolik Assisi Medan

Mahasiswa USU Terapkan MKWK Literasi Interaktif untuk Tingkatkan Prestasi Belajar Siswa

Dukung SDGs, Mahasiswa USU Hadirkan Wadah sebagai Media Aspirasi untuk Cegah Perundungan

Mahasiswa USU Dorong Wujudkan Rumah Layak dan Kesehatan Mental Optimal di Panti Asuhan Alfa Hidup Berkat Indonesia


Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) melaksanakan proyek pembelajaran berbasis komunitas di Panti Asuhan Alfa Hidup Berkat Indonesia, dengan fokus meningkatkan kualitas rumah layak huni dan membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan mental melalui edukasi dan pelatihan interaktif bagi anak-anak panti dan staf pendamping.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pemahaman utuh bahwa kesehatan optimal tidak hanya mencakup kondisi fisik, tetapi juga aspek mental yang krusial. Lingkungan rumah yang layak dan suasana hubungan yang harmonis menjadi faktor utama yang mempengaruhi kedua aspek tersebut. Melalui proyek ini, 20 mahasiswa USU yaitu Asri Natalia Lumban Gaol, Angel Mutiasari Saragi, Amelia Citra Siahaan, Silvika Tamarani Siagian, Eva Anjelita, Muhammad Amir Aziz, Rafly, Sonya Monique Gani, Annisa Shifa Davina, Marchel Horas Yudayana Sinambela, Lala Valentin Hasibuan, Mulyani Annur, Alvaro Pakpahan, Harun Al Rasyid, Arjuna Manik, Irna Indah Lestari, Vikky Arlando Panjaitan, Dedek Fazila Dewani Sukemi, Husnul Abdillah Ritonga, dan Holy Gracia Amanda Harefa.

dengan bimbingan dosen fasilitator Dr. Irwan Nasution, MHI, dan mentor Anisa Hargita Nupa melaksanakan serangkaian kegiatan edukasi yang menarik dan interaktif di Panti Asuhan Alfa Hidup Berkat Indonesia.

Selama pelaksanaan, mahasiswa memperkenalkan berbagai metode pembelajaran yang ringan namun aplikatif, seperti permainan edukatif yang dirancang untuk mengenalkan tata cara menjaga kebersihan secara menyenangkan. Salah satunya adalah penggunaan sabun cuci tangan yang digaungkan sebagai langkah vital dalam menjaga kesehatan fisik di masa pandemi dan seterusnya. Selain itu, mahasiswa juga menerapkan pengelolaan sampah yang baik dengan menyediakan tempat sampah tertutup yang mempermudah pemilahan dan pengurangan limbah, sehingga menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Pengaturan ruang di dalam panti juga menjadi fokus utama, dengan menyediakan kabinet bertingkat sebagai solusi praktis agar ruang tetap rapi dan fungsional. Penataan yang sistematis ini membantu anak-anak maupun staf panti lebih mudah dalam mengakses barang kebutuhan tanpa kebingungan, yang juga berkontribusi pada kenyamanan dan suasana hati yang lebih baik.

"Dalam kegiatan ini, kami menekankan pentingnya empati dan kesadaran akan lingkungan sekitar sebagai pondasi rumah yang nyaman dan sehat," ujar Dr. Irwan Nasution. "Selain itu, kami mendukung tujuan SDGs 3 untuk kehidupan sehat dan sejahtera dengan menanamkan pola hidup bersih sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dalam keluarga," tambahnya.

Anisa Hargita Nupa berperan sebagai mentor yang mendampingi mahasiswa selama proses pembelajaran agar tujuan edukasi dan dampak sosial yang diharapkan tercapai secara optimal.

Tindak lanjut dari sosialisasi ini juga berupa pelatihan praktis kepada staf pendamping panti agar dapat terus melanjutkan edukasi mengenai kesehatan fisik dan mental bagi anak-anak panti secara berkelanjutan. Di samping itu, mahasiswa juga membentuk kelompok pendampingan yang akan secara rutin melakukan kunjungan dan evaluasi perkembangan di lokasi.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Inovasi dan Daya Saing Akademik (LIDA) USU serta fakultas terkait, yang menyadari bahwa model pembelajaran berbasis proyek seperti ini memberikan ruang nyata bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hasil capaian yang nyata dan pelibatan aktif berbagai pihak, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berkelanjutan di USU yang meneguhkan peran kampus sebagai agen perubahan sosial. Lebih jauh, kesadaran dan praktik hidup sehat yang mencakup kesehatan mental dan rumah layak huni yang terbentuk di panti ini diharapkan menjadikan anak-anak dan staf pendamping panti lebih sejahtera dalam jangka panjang, serta menciptakan budaya hidup sehat yang terpadu di komunitas tersebut.

Senin, 01 Desember 2025

Mahasiswa USU Menggelar Sosialisasi Revolusi Literasi Digital di SMP Namira Islamic School Medan



Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 64 Pendidikan Berkualitas Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan sosialisasi revolusi literasi digital tentang pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) kepada audiens peserta didik kelas 8 di SMP Namira Islamic School Medan, Senin (20/10/2025).

Kegiatan dibimbing oleh dosen Dr. Suria Ningsih, S.H., M.Hum dan Rihadatul Aisy Wardah selaku mentor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar akan pentingnya menggunakan AI dengan bijak serta mewujudkan pelajar yang kritis dalam memilah informasi di media digital, di tengah maraknya berita bohong dan penyalahgunaan AI yang mengarah ke hal yang tidak baik dan bersifat brainroot.

“Melalui MKWK, kami belajar memetakan kebutuhan audiens dan mendesain kegiatan yang relevan, kreatif, dan memiliki dampak nyata. Literasi digital merupakan keterampilan penting bagi generasi muda saat ini,” Ujar Muhammad Ihsan Anwar, selaku ketua kelompok Pendidikan Berkualitas 64.

Proyek ini mengusung salah satu topik SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin keempat yaitu “Pendidikan Berkualitas” dengan judul “Revolusi Literasi Digital: Pemanfaatan AI bagi Pelajar Sekolah Menengah Pertama di SMP Namira Islamic School Medan”

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan materi dalam bentuk PowerPoint yang menarik, interaktif, serta mengajak audiens berdiskusi melalui video edukasi. Pendekatan ini dipilih agar audiens lebih mudah memahami konsep dasar dan dampak penggunaan AI dalam dunia pendidikan maupun aktivitas harian mereka. Audiens terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi ini karena tidak hanya diberikan materi saja, tetapi juga diajak bermain mini games di sela penyampaian materi.

Kepala Sekolah SMP Namira Islamic School Medan, Ahmad Mursalin Tanjung, S.Pd.I., memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa USU. Beliau menyatakan, “Semoga melalui kegiatan ini, tidak hanya sebatas sosialisasi tentang revolusi literasi digital, tetapi dapat berdampak kepada siswa untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari dengan bijak dan tidak selalu bergantung pada AI”, ujarnya.

Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi positif antara USU dan SMP Namira School dalam mengembangkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Sebagai bentuk luaran kegiatan, kelompok 64 juga menghasilkan dokumentasi audio visual berupa video edukasi yang dipublikasikan melalui platform digital sebagai bagian dari diseminasi program dan pelaporan MKWK Proyek sesuai dengan anjuran LIDA. Kegiatan ini menjadi bukti implementasi learning by doing, sekaligus menunjukkan komitmen USU dalam mendukung program dunia yaitu SDGs (Sustainable Development Goals) terkait peningkatan pendidikan.

Dengan terselenggaranya proyek ini, mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi jangka panjang dalam membangun generasi muda yang melek digital, berkarakter kritis, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi secara positif dan produktif. Proyek ini juga diharapkan menjadi praktik baik yang dapat direplikasi pada kegiatan MKWK di lokasi lain dan inovasi yang baru.



Foto Kegiatan:

A group of people standing together

AI-generated content may be incorrect.A group of people posing for a photo

AI-generated content may be incorrect.

TINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA, USU HADIRKAN EDUKASI ANTI INTOLERANSI INTERAKTIF DI SMAN 2 MEDAN



Tepat pada tanggal 28 Oktober 2025, mahasiswa USU mengadakan sosialisasi mengenai apa itu intoleransi dan mengapa penting bagi pelajar untuk memahami dampaknya. Dalam kegiatan ini dijelaskan bahwa intoleransi masih sering terjadi di berbagai lingkungan, termasuk antar sesama pelajar, mulai dari perlakuan tidak setara hingga tindakan yang tidak memanusiakan manusia. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa USU mengajak siswa mengenali tanda-tanda intoleransi dan mendorong mereka melakukan aksi sederhana seperti saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan di SMA Negeri 2 Medan.

Tingginya kasus intoleransi menjadi alasan para mahasiswa Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan ini. Mereka berharap para pelajar dapat memahami apa itu intoleransi dan pentingnya mengenali dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung penyampaian materi, mahasiswa menggunakan berbagai media, seperti aplikasi untuk melihat pemahaman awal peserta dan presentasi visual yang membantu memperjelas informasi selama sesi edukasi

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan komunikasi publik yang interaktif. Para mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar topik intoleransi, melakukan active recall untuk menguji ingatan dan pemahaman pelajar, serta menyertakan ice breaking agar suasana lebih cair. Hal ini dilakukan untuk menciptakan keharmonisan antara mahasiswa dan para pelajar, sehingga proses edukasi dapat berlangsung dengan lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu, para pelajar yang terlihat paling aktif selama kegiatan sosialisasi juga diberikan bentuk apresiasi sebagai imbalan karena telah berpartisipasi dan menyimak dengan baik. Hal ini dilakukan untuk mendorong antusiasme sekaligus mengapresiasi keterlibatan mereka dalam proses edukasi.

Charlie selaku ketua menyampaikan, “Penting bagi kita untuk menyadari bahwa manusia harus diperlakukan secara manusiawi. Kita tidak dapat memandang seseorang sebelah mata hanya karena ia berbeda dengan kita. Oleh sebab itu, nilai toleransi perlu ditumbuhkan dalam diri masing-masing.” Antusiasme dan sikap terbuka para pelajar terhadap kehadiran mahasiswa USU menjadi salah satu motivasi kuat bagi para mahasiswa dalam melaksanakan sosialisasi ini. Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, suasana yang tercipta tidak menunjukkan kekakuan maupun ketegangan. Sebaliknya, interaksi antara mahasiswa dan para pelajar berlangsung dengan baik, sehingga proses penyampaian materi dapat berjalan efektif dan diterima dengan mudah.

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para pelajar untuk menyadari pentingnya menyikapi intoleransi serta mendorong mereka tumbuh sebagai individu yang lebih toleran. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Intoleransi Kelompok 8 yang terdiri atas 20 orang. Mahasiswa yang aktif dalam berpartisipasi adalah Ahmad Sholem Shodigin Hasibuan (230704048), Nadiya Br Sinuhaji (250200215), Ondo Octo Adeo Purba (250200432), Ressa Afandi Purba (250301007), Bungaran Daniel Pangaribuan (250304054), Christopher Herman Jianis Situmorang (250304186), Steven Hasian Marpaung (250308045), Haga Christian Ginting (250403117), M.Yogha Prathama (250406036), Rizky Putra Simanjuntak (250501127), Chelomita Prisma Ginting (250503145), Agustina Rehulina Br Ginting (250705005), Hary Tiopan Gurning (250707013), Nazla Aulia (250802015), Keisya Syakira (250904060), Charlie Ananda Siahaan (250907079), Mariana Stefanie Br Sitanggang (251101001), Ersyah Nazwitha (251301025), Azka Reifan Vusyfa Nasution (251401139), Sabni Novelin Hutabarat (251501083)

Seluruh rangkaian kegiatan ini direkam dan disimpan melalui tautan 

Sosialisasi Pemahaman dan Pencegahan Intoleransi oleh Kelompok MKWK 05 Intoleransi di SDN 060925 Medan Amplas

 

LIDA - Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) mengadakan sosialisasi pemahaman dan pengecegahan intoleransi yang bernama "SDM unggul tanpa intoleransi bersama kita rangkul perbedaan" di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060925, Medan Amplas, Sabtu (25/10/2025).

Kelompok Proyek 05 Intoleransi terdiri dari 20 orang mahasiswa-mahasiswi yang berlatar dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Ahmad Zhafir, selaku ketua kelompok, menjelaskan bahwa pentingnya pemahaman mengenai dan cara pencegahan intoleransi sejak dini serta pentingnya untuk saling menghargai dan menghormati antar sesama. 

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajarkan pemahaman mengenai intoleransi dan untuk mengajak siswa-siswi SDN 060925 dan masyarakat Medan Amplas untuk bersama merangkul perbedaan. Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Aremi Evanta Br Taringan, SP., M.Pd., MAk selaku dosen pembimbing dan didampingi oleh Muhammad Ahlan selaku mentor. 

Selama sosialisasi, para siswa diajak bersama untuk memahami pengertian intoleransi dan cara pencegahannya, siswa juga diajak untuk mengetahui lebih dekat apa itu stereotip dalam masyarakat. Selain pemaparan materi, siswa juga diajak bermain games dan menyanyikan lagu tolak intoleransi bersama. 

Kepala sekolah SDN 060925, Siti Amrona S.Pd, menyambut baik dan merasa sosialisasi ini bermanfaat bagi masyarakat. "Semua suku, agama kita sebagai warga Indonesia yang baik harus kita tanamkan terutama untuk diri kita sendiri dan sekitar kita," ungkapnya. 

Siti Amrona berharap sosialisasi ini dapat membantu siswa SDN 060925 untuk saling merangkul perbedaan, saling menghormati, dan katakan tidak pada intoleransi dalam upaya menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.

Kegiatan Publikasi:

Kegiatan Daur Ulang dan Senam oleh MKWK 07 USU di SMAN 1 Medan


Kelompok mahasiswa Proyek MKWK 07 Kehidupan Sehat dan Sejahtera USU
mengadakan kegiatan senam bersama di SMAN 1 Medan, Senin (27/10/2025).



Kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai pemilahan sampah yang disampaikan oleh mahasiswa. Materi disusun berdasarkan tinjauan pustaka pada laporan, seperti konsep PHBS, teori pengelolaan sampah, dan nilai gotong royong. Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada jenis sampah organik, anorganik, dan residu, serta dampaknya terhadap kebersihan sekolah. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan banyak siswa mengajukan pertanyaan.

Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan senam zumba yang dipandu langsung oleh anggota kelompok. Senam ini bertujuan meningkatkan kebugaran siswa, sesuai dengan pembahasan tentang aktivitas fisik dalam laporan proyek. Halaman sekolah terlihat meriah ketika siswa mengikuti gerakan senam sambil diiringi musik. Siswa mengatakan bahwa kegiatan ini membantu mengurangi stres dan membuat mereka lebih bersemangat belajar.

Setelah senam, mahasiswa dan siswa bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan arahan langsung untuk memilah sampah yang ditemukan. Sampah anorganik yang terkumpul kemudian diolah menjadi pot bunga sederhana. Siswa juga terlibat dalam penanaman tanaman menggunakan pot hasil daur ulang tersebut.

Guru pendamping menilai kegiatan ini membantu siswa memahami hubungan antara kesehatan, kebersihan, dan lingkungan. “Kegiatan ini membuka wawasan siswa bahwa menjaga lingkungan dan hidup aktif itu saling berkaitan. Mereka bisa belajar langsung, bukan hanya mendengar teori,” ujar salah satu guru olahraga.

Syahira Vidella, selaku sekretaris kelompok, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada sosialisasi dan senam, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif bagi para siswa. “Melalui program ini, kami berharap siswa dapat terbiasa memilah sampah, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan perilaku hidup bersih dalam keseharian mereka. Jika hal itu mulai menjadi kebiasaan, berarti tujuan utama kegiatan ini benar-benar tercapai,” ujarnya.

Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekolah. Berdasarkan evaluasi awal, beberapa siswa mulai membiasakan diri memilah sampah dan menjaga kebersihan kelas. Dokumentasi kegiatan juga telah dipublikasikan melalui Instagram dan YouTube kelompok untuk memperluas manfaat program.

Kegiatan ini menjadi salah satu contoh implementasi proyek MKWK yang menggabungkan nilai kesehatan, lingkungan, dan karakter pelajar. Mahasiswa USU menargetkan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan di sekolah lain.

Dokumentasi kegiatan secara lengkap dapat diakses melalui YouTube kelompok pada tautan berikut:

Mahasiswa USU Gelar Seminar Pemanfaatan Teknologi & Literasi untuk Tingkatkan Pola Pikir Siswa MAN 2 Medan

Mahasiswa Kelompok 62 Pendidikan Berkualitas Proyek MKWK USU bersama para siswa kelas XII F2 B MAN 2 Medan berfoto bersama usai pelaksanaan seminar, Rabu (22/10/2025).| Sumber Istimewa



LIDAKelompok 62 Proyek MKWK Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan seminar interaktif mengenai literasi teknologi dan berpikir kritis di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan, Rabu, (22/10/2025).

Seminar ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi teknologi siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern. Sebelum materi dimulai, mahasiswa USU memberikan pre-test guna melihat tingkat awal literasi digital dan kesadaran siswa terhadap penggunaan teknologi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki kesadaran digital yang baik, sehingga tim dapat menyesuaikan penyampaian materi dengan lebih tepat sasaran. Materi disampaikan secara energik, mencakup pemanfaatan teknologi untuk belajar, strategi memilah informasi kredibel, serta pentingnya literasi digital dalam membangun pola pikir kritis dan kreatif.

Kegiatan seminar dibuat interaktif melalui kuis, mini games, dan sesi tanya jawab yang membuat suasana lebih hidup. Bagian yang paling menarik bagi peserta adalah aktivitas “Detective Case”, yaitu pembelajaran berbasis studi kasus yang mengajak siswa menganalisis data, menentukan akar masalah, dan merumuskan solusi logis. Melalui sesi ini, siswa terlihat sangat antusias, aktif berdiskusi, bertanya, serta bekerja kolaboratif seolah memecahkan masalah nyata.

Ketua pelaksana, Calvin Chaidir, menyampaikan bahwa metode tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menerapkan kemampuan berpikir analitis dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengatakan, “Kami ingin siswa bukan hanya tahu cara menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara berpikir kritis dan analitis saat menggunakannya dalam kehidupan nyata,” ujarnya.

Mentor kegiatan, Nisrina Putri Suheri, turut memberikan apresiasi terhadap semangat belajar para siswa yang dinilai sangat aktif dan responsif. “Para siswa sangat aktif, responsif, dan mampu mengikuti proses analisis dengan baik. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk bersaing di era digital.”

Pihak sekolah juga menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan upaya MAN 2 Medan dalam membentuk siswa berprofil Pelajar Pancasila yang adaptif, kritis, dan cakap digital. Guru Bahasa Inggris MAN 2 Model Medan, Hartini Hutabarat, menilai sistem pembelajaran di sekolah tersebut sudah mengikuti perkembangan zaman. Ia mengatakan, “Fasilitas seperti speaker dan ponsel sudah digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di kelas,” ujarmya.

Guru-guru juga menerapkan metode kreatif dengan mengirim link game terkait materi pelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa, sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa MAN 2 Medan telah memanfaatkan teknologi dan metode pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat serta pemahaman siswa sesuai tuntutan era modern.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah, konsumsi, penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, serta sesi foto bersama. Kelompok 62 USU berharap program ini dapat membantu siswa lebih siap menghadapi perkembangan teknologi digital, mampu menyaring informasi secara bijak, dan berkembang menjadi generasi yang inovatif serta adaptif.

Dokumentasi Kegiatan: 

Mahasiswa USU Gelar Sosialisasi Bahaya Cyberbullying di SMA Methodist-2 Medan


Medan, 20 Oktober 2025 — Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Kelompok 96 Perundungan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) melaksanakan sosialisasi bertema “Mengatasi Lingkungan Sekolah dari Cyberbullying dan Pendidikan Karakter di Era Digital” di SMA Methodist-2 Medan pada Senin, 20 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti 20 mahasiswa dan 46 siswa kelas XII IPS 2 sebagai bagian dari implementasi pembelajaran MKWK berbasis proyek.

Ketua pelaksana Raditya Ardesta PA, menjelaskan bahwa pemilihan tema cyberbullying didasarkan pada meningkatnya penggunaan teknologi di kalangan pelajar, sehingga ruang perundungan tidak lagi terbatas pada lingkungan fisik sekolah. “Kasus cyberbullying meningkat di kalangan pelajar. Edukasi seperti ini penting agar siswa memahami risiko serta cara mencegahnya. Pendidikan karakter di era digital sangat dibutuhkan untuk membentuk generasi yang lebih bijak,” ujar Raditya.

Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai konsep cyberbullying, jenis tindakan perundungan digital, serta dampaknya. Setelah itu, para mahasiswa memaparkan materi terkait bentuk-bentuk perundungan, termasuk verbal, fisik, relasional, dan perundungan melalui media digital. Siswa juga diajak mengenali bagaimana unggahan foto tanpa izin atau komentar merendahkan dapat berpengaruh serius terhadap kondisi psikologis korban.

Guru Sosiologi SMA Methodist-2 Medan, Leo Sibarani, menegaskan bahwa upaya pencegahan perlu terus dilakukan meskipun kasus bullying di sekolah tersebut relatif rendah. “Kami selalu mengupayakan suasana sekolah yang inklusif. Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk membentuk lingkungan belajar yang positif,” ujarNya. Ia menambahkan bahwa siswa perlu dilatih untuk menghargai sesama dan tidak menjadikan perbedaan fisik maupun psikologis sebagai alasan merundung.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa. Jason Vedroshi, Wakil Ketua OSIS SMA Methodist-2, menyampaikan bahwa masih banyak pelajar yang belum memahami dampak jangka panjang dari tindakan sederhana di media sosial. “Jangan salah gunakan media sosial. Gunakan dengan bijak dan saling menghargai,” pesannya.

Sebagai bagian dari output proyek MKWK, Kelompok 96 memproduksi poster edukasi, video kampanye anti-perundungan, dan mengunggah seluruh materinya melalui akun Instagram @perundungan_96 dan YouTube @perundungan96 agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman siswa/i mengenai bentuk-bentuk perundungan digital dan cara menanganinya. Mahasiswa juga melakukan sesi tanya jawab, pembagian konsumsi, serta penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi kepada pihak sekolah.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 96 berharap siswa/i SMA Methodist-2 Medan semakin mampu menggunakan media digital secara bijak dan berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas perundungan. Program ini sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran MKWK berbasis proyek yang menekankan empati, literasi digital, kolaborasi, dan kontribusi nyata mahasiswa terhadap masyarakat.

Dokumentasi Sosialisasi

Mahasiswa MKWK USU Kelompok 22 Gelar Sosialisasi Kesetaraan Gender di SD Global Prima

Kelompok MKWK "kesetaraan gender 22" USU saat menyampaikan materi edukasi mengenai kesetaraan gender pada usia dini kepada siswa/l SD Global Perima Medan, Selasa (21/10/25).

LIDA - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) proyek MKWK Kesetaraan Gender 22 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk ,“Pentingnya Membangun Kesadaran Tentang Kesetaraan Gender Kepada Siswa/I Sejak Dini Dalam Pendidikan Untuk Mencapai Cita-cita” di SD Global Prima National Plus School Medan, Selasa (21/10/ 2025).

Kelompok proyek kesetaraan gender 22 terdiri dari 19 mahasiswa/I dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Ketua kelompok, Maria Ulfa Sihombing, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah menanamkan nilai keadilan dan menghargai perbedaan sejak dini. “Kami ingin membantu anak-anak memahami bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh semangat dan usaha mereka,” ujarnya.

Sosialisasi yang berlangsung di kelas sekolah ini diikuti oleh siswa-siswi kelas V. Dengan metode permainan edukatif, cerita visual, dan diskusi ringan, para mahasiswa mengajak anak anak memahami bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam belajar, bermain, serta meraih cita-cita. Anak-anak diajak memahami bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam bermain, belajar, dan beraktivitas, tanpa dibedakan.

Pihak sekolah, diwakili oleh bagian marketing Rina Velly Tarigan , memberikan apresiasi kepada mahasiswa USU. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter siswa agar lebih terbuka dan tidak terjebak pada stereotip gender.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemberian snack, di mana para siswa menunjukkan antusiasme tinggi.Pihak sekolah dan mahasiswa USU berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pendidikan karakter di sekolah dasar, anak-anak dapat memahami sejak dini bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang setara, sehingga mereka tumbuh sebagai pribadi yang saling menghargai.

Kelompok MKWK 05 Tanpa Perundungan USU Mengadakan Sosialisasi Tanpa Perundungan di MAN 1 Medan

Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum 05 Tanpa Perundungan Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan sosialisasi terkait kehidupan di dunia pendidikan tanpa perundungan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan, Sabtu (25/10/2025).


LIDA - Kelompok Proyek MKWK 05 Tanpa Perundungan terdiri dari 20 Mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Angga Karo Sekali, selaku Ketua Kelompok, menjelaskan bahwa perundungan merupakan salah satu dari 3 dosa besar dunia pendidikan di Indonesia dan pengadaan kegiatan sosialisasi ini merupakan satu aksi bentuk nyata yang dapat dilakukan sebagai mahasiswa berdampak. Oleh karena itu, kegiatan ini memberikan kesadaran, manfaat, dan meningkatkan keterampilan dan kesadaran Siswa dan Siswi MAN 1 Medan.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk aksi nyata yang dapat kami lakukan sebagai mahasiswa berdampak, kami tidak hanya mengajak para korban atau para penonton dari tindakan perundungan untuk bersuara tetapi kami juga ingin menyadarkan para pelaku bahwa tindakan mereka merupakan tindakan yang salah dan perundungan merupakan salah satu dari 3 dosa besar di dunia pendidikan Indonesia. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini kami kelompok 05 tanpa perundungan berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat dan dampak berkelanjutan kepada siswa dan siswi di MAN 1 Medan agar segala bentuk Perundungan di dunia pendidikan dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa dan siswi MAN 1 Medan terkait tanpa perundungan di dunia pendidikan khususnya di MAN 1 Medan. Kegiatan ini didampingi oleh Dra. Arfah, MA selaku dosen fasilitator dan Martina Angelina Butarbutar selaku mentor.

Selama kegiatan sosialisasi, siswa dan siswi kelas 10-1 MAN 1 Medan dilibatkan aktif dalam memberikan tanggapan dan pandangan mengenai perundungan yang dipaparkan oleh anggota kelompok dalam kegiatan sosialisasi. Kelompok Mahasiswa juga menguji pemahaman dan pengetahuan siswa dan siswi kelas 10-1 MAN 1 Medan terkait Perundungan.

Guru MAN 1 Medan, Maulida Hafni, M. Pd, menyambut baik kegiatan seperti ini dan merasa kegiatan seperti sosialisasi anti perundungan sangat bermanfaat kepada siswa dan siswi MAN 1 Medan. “Kegiatan sosialisasi seperti ini merupakan sebuah tindakan yang sangat penting karena memiliki banyak manfaat dan dampak kepada siswa dan siswi MAN 1 Medan. Dengan adanya kegiatan sosialisasi anti perundungan ini, saya selaku guru sangat berharap siswa dan siswi memiliki pengetahuan yang lebih mendalam tentang perundungan sehingga kegiatan perundungan dapat dihilangkan karena tumbuhnya kesadaran siswa dan siswi,” ujarnya.

Ia sekaligus berharap, kegiatan sosialisasi seperti ini terus bersifat berkelanjutan karena kegiatan ini memberikan pengetahuan dan dampak besar kepada siswa dan siswi. Memiliki pengetahuan yang nantinya dapat membantu dalam mencegah dan memberhentikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah maupun lingkungan luar sekolah.


Dokumentasi Sosialisasi

Kelompok MKWK 19 Pendidikan Berkualitas Mengadakan Penyuluhan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Metode Pembelajaran

Mahasiswa USU Adakan Edukasi Pembuatan Filter Air di Panti Asuhan Universal Anak

Kelompok MKWK 53 Perundungan Melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Perundungan di UPT SMP Negeri 41 Medan

Youth Peace Leader: Kolaborasi Lembaga Muda Menanamkan Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh di UPT SMP Negeri 3 Medan

Program MKWK USU Latih 30 Anggota OSIS Membangun Lembaga OSIS
Yang Berintegritas Dan Inklusif


Medan — Program Youth Peace Leader yang merupakan proyek pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Universitas Sumatera Utara (USU) telah dilaksanakan di UPT SMP Negeri 3 Medan melalui kegiatan sosialisasi edukasi dan focus group discussion (FGD). Kegiatan ini menghadirkan 24 mahasiswa beserta 1 dosen fasilitator menjadi narasumber sebagai pelaksana dan menggandeng 30 anggota OSIS sebagai mitra utama untuk menanamkan nilai perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Simak video selengkapnya di bawah ini:

Program ini bertujuan membentuk pemimpin perdamaian dini dengan membekali anggota OSIS pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam mengelola konflik, mempromosikan toleransi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Kegiatan kolaboratif ini menjadi upaya bersama mahasiswa USU dan OSIS untuk memperkuat budaya kesadaran sosial di satuan pendidikan.

Melalui rangkaian sosialisasi, peserta memperoleh materi terkait penyelesaian konflik secara konstruktif dan nilai-nilai keadilan. Kegiatan FGD mendorong siswa untuk berdiskusi, menghargai perbedaan pendapat, serta melatih pengambilan keputusan. Program ditutup dengan deklarasi mini OSIS sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan sekolah damai.

Capaian program terlihat dari peningkatan karakter anggota OSIS yang menunjukkan integritas dan intelektualitas lebih kuat dalam menjalankan fungsi kelembagaan. Pemahaman peserta mengenai pentingnya menghormati pendapat orang lain juga meningkat setelah mengikuti FGD. Melalui deklarasi mini, peserta memperoleh dorongan untuk mengambil keputusan yang berorientasi pada keadilan dan kedamaian.

Landasan program mengacu pada teori pendidikan perdamaian. Salomon (2002) menyatakan bahwa “pendidikan menciptakan perdamaian adalah proses pengembangan nilai, pengetahuan, sikap, keterampilan, dan perilaku yang memungkinkan seseorang hidup harmonis dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekolah.” Selain itu, nilai keadilan diperkuat melalui prinsip John Rawls (1971) yang menegaskan kebebasan dasar yang setara bagi semua orang dan prinsip perbedaan yang menguntungkan kelompok paling kurang beruntung.

Kolaborasi dengan mitra, yaitu OSIS UPT SMP Negeri 3 Medan, menjadi fokus utama proyek ini. Keterlibatan langsung lembaga OSIS memastikan kegiatan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berdampak pada praktik kelembagaan di sekolah. Mahasiswa USU berperan sebagai fasilitator yang menyusun materi, memandu diskusi, serta mendampingi peserta merancang rencana aksi OSIS ke depan.

Program Youth Peace Leader diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang memahami nilai perdamaian dan keadilan. Tim pelaksana merencanakan tindak lanjut berupa pemantauan kegiatan OSIS serta kemungkinan pelatihan lanjutan terkait manajemen konflik dan pengembangan kepemimpinan.

Informasi lebih lanjut mengenai topik ini dapat dilihat melalui profile Instagram resmi kami di [@yovth4peace]
Link Instagram:

Mahasiswa USU Kenalkan “Game Tanpa Bully” untuk Cegah Cyberbullying

Siswa SMP Sultan Iskandar Muda belajar memahami keberagaman bersama Kelompok 10 Tanpa Intoleransi.


Mahasiswa USU Dorong Pendidikan Berkualitas Melalui Smart Learning

Mahasiswa USU Kembangkan Sistem Filtrasi Air Ramah Lingkungan di Student Center Universitas Sumatera Utara

Mahasiswa USU Bantu Penyandang Disabilitas Temukan Suara dan Ekspresi

Mahasiswa USU Laksanakan Edukasi Cuci Tangan di SMP Negeri 7 Medan

DARI USU UNTUK MASYARAKAT ! UPAYA MAHASISWA USU MENINGKATAN KESEJAHTERAAN

 

Cegah Perundungan Digital, Kelompok MKWK USU Sosialisasi Cyberbullying di SMP Sultan Iskandar Muda

Mahasiswa Kelompok 17 Perundungan USU Gelar Penyuluhan Anti-Perundungan "Ciptakan Generasi Berempati"

Kelompok Kehidupan Sehat dan Sejahtera 01 USU Ajarkan Strategi Kehidupan Sehat di SMP Al-Manar.

 

Edukasi dan Peningkatan Kesadaran Anti Bullying di SMPS Harapan 3 oleh Kelompok Perundungan 92

Mahasiswa USU Hadirkan Sistem Pelaporan Digital dan Edukasi Kreatif Cegah Cyberbullying di SMA Harapan Mandiri


Sosialisasi Kesetaraan Gender Di SMKN 8 Medan: Tingkatkan Pemahaman Dan Empati Siswa

 

Mahasiswa USU Hadirkan Sosialisasi Scratch sebagai Langkah Awal Revolusi Belajar di SMAN 4 Medan


Kelompok MKWK 01 Ekosistem Daratan Menyosialisasikan Briket Batok Kelapa ke SMA IT Al-Fityan Medan

Kelompok 81 MKWK USU Gelar Sosialisasi Anti-Perundungan untuk Siswa Kelas 4 SD Negeri 060885 Medan