Kelompok 2 MKWK ini terdiri dari 21 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai program studi di USU. M. Al Fachrel Fahroza, selaku Ketua Kelompok, menjelaskan bahwa aktivitas produksi yang melibatkan alat berat dan mesin berteknologi tinggi menghadirkan tantangan tersendiri terkait keselamatan kerja. Oleh karenanya, kegiatan ini hadir untuk meningkatkan pemahaman pekerja terhadap prosedur keselamatan.
“Dalam dunia industri modern, penerapan K3 tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis serta melindungi aset utama yaitu tenaga kerja. Melalui program ini, kami berharap dapat menekan angka kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif,” ujarnya.
Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kepatuhan pekerjaterhadap standar keselamatan kerja di lingkungan industri beton inovatif. Kegiatan ini didampingi oleh Pdt. Hermanto Tarigan, M. Th selaku Dosen Fasilitator dan Algren Br Purba selaku mentor. Selama kegiatan, mahasiswa memberikan edukasi mengenai identifikasi potensi bahaya di pabrik, seperti paparan debu semen, bahaya fisik dari alat berat, hingga risiko bahan kimia.
Selain pemaparan materi, para pekerja juga diajak berdiskusi mengenai pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan penerapan budaya keselamatan (safety culture) yang proaktif di tempat kerja.
Pelaksanaan sosialisasi ini memberikan dampak positif yang nyata di lapangan. “Sosialisasi ini berhasil meningkatkan kedisiplinan karyawan dalam menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sepatu safety. Karyawan menjadi lebih taat terhadap rambu keselamatan dan lebih peduli terhadap keselamatan rekan kerjanya,” ungkap perwakilan tim dalam laporan ketercapaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk hubungan komunikasi yang lebih terbuka antara manajemen dan karyawan terkait isu keselamatan. Serta menjadikan K3 sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya organisasi di PT. Kreasibeton Nusapersada demi mendukung keberlanjutan industri infrastruktur nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar