Kelompok 20 Kesetaraan Gender Bersama Siswa SMAS Methodist 1 Medan, Senin (27/10/25).| Sumber Istimewa
Kelompok 20 Kesetaraan Gender yang terdiri dari 19 mahasiswa lintas fakultas
menyampaikan materi seputar konsep dasar gender, bentuk ketidaksetaraan yang kerap
muncul pada remaja, serta langkah membangun lingkungan belajar yang aman dan bebas
diskriminasi. Sekretaris kelompok, Chyntia Kanezia Sinaga, menekankan bahwa seluruh
individu memiliki peluang yang sama untuk berkembang, terlepas dari gender mereka.
“Jadi, dari semua materi yang sudah dijelaskan baik dari video, presentasi, ataupun games
tadi. Kami berharap kedatangan kami ke sini bukan hanya sekadar ‘ngomong’ sama kalian,
tapi bagaimana kalian itu bisa merealisasikannya di kehidupan kalian masing-masing,
terutama di lingkungan sekolah ini,” ujarnya.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan penyampaian materi, diskusi, dan kuis yang
dirancang untuk menguji pemahaman siswa terkait kesetaraan gender. Melalui contoh
kasus dan aktivitas sederhana, mahasiswa mengajak siswa untuk lebih peka terhadap
perilaku diskriminatif yang sering tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari.
Dosen pembimbing, Drs. Pilemon Bukit, S.Th., M.Th., dan mentor proyek, Erlianna Br. Ginting
berperan penting dalam proses penyusunan proposal, pengembangan materi, serta
pendampingan perencanaan kegiatan sebelum pelaksanaan. Bimbingan ini membantu
mahasiswa memastikan bahwa sosialisasi berjalan dengan terstruktur dan sesuai tujuan
pembelajaran MKWK.
“Sebagai perwakilan dari SMAS Methodist 1 Medan, saya sangat mengapresiasi pelaksanaan
sosialisasi ini. Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan karakter siswa dan
membantu mereka memahami pentingnya menghargai perbedaan gender,” ujar Linda
Damanik, S.Pd.
Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan menunjukkan respons positif, terutama saat
sesi kuis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa dapat lebih memahami
pentingnya kesetaraan gender dan menerapkannya dalam interaksi sehari-hari di
lingkungan sekolah. Sosialisasi ini menjadi salah satu contoh nyata implementasi
pembelajaran berbasis proyek MKWK USU yang tidak hanya memperkaya pengalaman
mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, khususnya
pelajar SMA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar