Kelompok MKWK 05 “Tanpa Perundungan” USU saat melaksanakan foto
bersama dengan Siswa dan Siswi MAN 1 Medan, Sabtu (25/10/2025) | Sumber Istimewa
bersama dengan Siswa dan Siswi MAN 1 Medan, Sabtu (25/10/2025) | Sumber Istimewa
LIDA - Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum 05 Tanpa Perundungan Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan sosialisasi terkait kehidupan di dunia pendidikan tanpa perundungan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan, Sabtu (25/10/2025).
Kelompok Proyek MKWK 05 Tanpa Perundungan terdiri dari 20 mahasiswa mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Angga Karo Sekali, selaku Ketua Kelompok, Menjelaskan bahwa perundungan merupakan salah satu dari 3 dosa besar dunia pendidikan di indonesia dan pengadaan kegiatan sosialisasi ini merupakan satu aksi bentuk nyata yang dapat dilakukan sebagai mahasiswa berdampak. Oleh karena itu, kegiatan ini memberikan kesadaran, manfaat, dan meningkatkan keterampilan dan kesadaran Siswa dan Siswi MAN 1 Medan.
“Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk aksi nyata yang dapat kami lakukan sebagai mahasiswa berdampak, kami tidak hanya mengajak para korban atau para penonton dari tindakan perundungan untuk bersuara tetapi kami juga ingin menyadarkan para pelaku bahwa tindakan mereka merupakan tindakan yang salah dan perundungan merupakan salah satu dari 3 dosa besar di dunia pendidikan indonesia. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini kami kelompok 05 tanpa perundungan berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat dan dampak berkelanjutan kepada siswa dan siswi di man 1 Medan agar segala bentuk perundungan di dunia pendidikan dapat diminimalisir,” ungkapnya.
Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa dan siswi MAN 1 Medan terkait tanpa perundungan di dunia pendidikan khususnya di MAN 1 Medan. Kegiatan ini didampingi oleh Dra. Arfah, MA selaku dosen fasilitator dan Martina Angelina Butarbutar selaku mentor.
Selama kegiatan sosialisasi, siswa dan siswi kelas 10-1 MAN 1 Medan dilibatkan aktif dalam memberian tanggapan dan pandangan mengenai perundungan yang dipaparkan oleh anggota kelompok 05 tanpa perundungan dalam kegiatan sosialisai kelompok 05 Tanpa Perundungan juga menguji pemahaman dan pengetahuan siswa dan siswi kelas 10-1 MAN 1 Medan terkait Perundungan.
Guru MAN 1 Medan, Maulida Hafni, M. Pd, menyambut baik kegiatan seperti ini dan merasa kegiatan seperti sosialisasi anti perundungan sangat bermanfaat kepada siswa dan siswi MAN 1 Medan. “Kegiatan sosialisasi seperti ini merupakan sebuah tindakan yang sangat penting karena memiliki bayak manfaat dan dampak kepada siswa dan siswi MAN 1 Medan. Dengan adanya kegiatan sosialisasi anti perundungan ini, saya selaku guru sangat berharap siswa dan siswi memiliki pengetahuan yang lebih mendalam tentang perundungan sehingga kegiatan perundungan dapat dhilangkan karena tumbuhnya kesadaran siswa dan siswi," ungkapnya.
Ia sekaligus berharap, kegiatan sosialisasi seperti ini terus bersifat berkelanjutan karena kegiatan ini memberikan pengetahuan dan dampak besar kepada siswa dan siswi. Memiliki pengetahuan yang nantinya dapat membantu dalam mencegah dan memberhentikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah maupun lingkungan
luar sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar