Tampilkan postingan dengan label Kesetaraan Gender. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesetaraan Gender. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 06 Desember 2025
Jumat, 05 Desember 2025
Kelompok MKWK Kesetaraan Gender 03 USU Laksanakan Sosialisasi Kesetaraan Gender di SMA Raksana Medan
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kesetaraan Gender 03 yang terdiri dari 19 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil melaksanakan proyek pembelajaran MKWK berbasis proyek dengan tema “Melawan Stereotipe dan Meningkatkan Inklusivitas”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Raksana, Kecamatan Medan Baru, Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian dari pembelajaran MKWK berbasis proyek 2025. Dilansir dari usu.ac.id, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Perkuliahan (PP) Laboratorium Unit Dasar dan Umum (LIDA), Prof. Dr. Timbangen Sembiring, M.Sc. dalam kuliah umum MKWK pada 23-24 September 2024 menjelaskan bahwa pembelajaran MKWK yang mencakup materi tentang keagamaan, wawasan kebangsaan, dan kearifan lokal, memainkan peran penting dalam mengembangkan wawasan mahasiswa.
Prof. Dr. Timbangen berharap, melalui mata kuliah ini, mahasiswa mampu memahami dan menghargai nilai-nilai dasar yang melekat pada kebudayaan, agama, dan tradisi masyarakat Indonesia yang beragam. “MKWK tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, menanamkan etika, serta memperkuat pemahaman terhadap pancasila, kewarganegaraan, agama, dan budaya Indonesia,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai kesetaraan gender kepada para siswa-siswi SMA Raksana, sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam membangun sikap saling menghargai tanpa memandang gender, memahami peran yang setara. Menghilangkan stereotipe dan bias gender yang dapat membatasi potensi seseorang dan memperkuat rasa kebersamaan tanpa memandang perbedaan gender.
Materi yang disampaikan berkaitan dengan kesetaraan gender, yakni bagaimana laki-laki dan perempuan harus punya kesempatan yang sama dalam belajar, bekerja, dan berpendapat. Selain itu, sosialisasi ini juga turut membahas pentingnya melawan stereotipe, seperti anggapan bahwa hanya laki-laki yang bisa memimpin atau perempuan yang harus selalu lembut. Dengan mengubah cara pikir seperti itu, semua orang bisa merasa diterima dan dihargai.
Hasil yang diharapkan melalui sosialisasi ini adalah meningkatnya pemahaman siswa siswi SMA Raksana mengenai pentingnya saling menghargai dan mendukung satu sama lain, agar tercipta lingkungan yang adil dan inklusif bagi semua. Selain itu, melalui proyek MKWK ini, kelompok 03 Kesetaraan Gender juga turut menghasilkan berbagai luaran, seperti proposal awal proyek, akun sosial media Instagram, video YouTube, dan proposal akhir proyek.
Salah satu siswi SMA Raksana yang mengikuti sosialisasi, Ezra Merdina, menyatakan bahwa sejak mengikuti sosialisasi, dirinya menyadari bahwa kesetaraan gender sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui materi yang disampaikan oleh kakak-kakak pemateri, saya melihat bahwa perlakuan adil antara laki-laki dan perempuan perlu diterapkan dalam sikap dan kebiasaan kita, bukan hanya sekadar teori. Saya berharap nilai kesetaraan gender bisa diterapkan dengan baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat, agar semua orang dapat belajar dan berkembang tanpa diskriminasi,” jelasnya.
Link YouTube : https://youtu.be/DCVWa_QC92A?si=PJSOVXgjbY9n6x65
Link Instagram : https://www.instagram.com/genqualize_/
Meningkatkan Kesadaran Kesetaraan Gender pada Siswa di SMAN 12 Medan
Kelompok siswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 18 Kesetaraan Gender Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil mengadakan edukasi dan pelatihan kesadaran kesetaraan gender di SMAN 12 Medan, Senin (20/10/2025). Program ini bertujuan untuk mengatasi stereotip gender yang masih melekat di lingkungan sekolah maupun masyarakat dan sekaligus berhasil meningkatkan pemahaman siswa melalui metode berbasis potensi lokal.
Kelompok Proyek 18 Kesetaraan Gender terdiri dari 19 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di USU. R. Naomi Mutiara Simamora, Yolanda Keyla Oktaviani Purba, dan Suthan Mahdan selaku pemateri, menjelaskan bahwa diketahui banyak siswa belum memahami sepenuhnya stereotip gender yang masih melekat di masyarakat. Oleh karenanya, kegiatan ini memberi manfaat dalam meningkatkan keterampilan dan kesadaran siswa SMAN 12 dan masyarakat di Medan.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa kesetaraan gender dapat diwujudkan melalui pendidikan interaktif, diskusi, dan simulasi peran yang melibatkan potensi lokal seperti cerita rakyat dan budaya Sumatera Utara. Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa dan siswa, kami berharap program ini dapat memberi dampak berkelanjutan bagi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian sosial masyarakat sekitar,” ujar Naomi.
Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa SMAN 12 Medan dalam memahami serta menerapkan kesetaraan gender di lingkungan mereka. Kegiatan ini didampingi oleh Drs. Jamorlan Siahaan, M.Hum selaku dosen pembimbing dan Noor Assyifa selaku mentor.
Kelompok Kesetaraan Gender ini dibagi menjadi dua bagian untuk mempermudah dan efesiensi waktu bagi siswa SMAN 12 Medan. Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi oleh pemateri. Pada sesi tanya jawab memungkinkan siswa seperti Andika Simanungkalit berbagi pandangan dan mendapatkan wawasan langsung. Evaluasi dilakukan melalui permainan menyusun puzzle yang telah dipersiapkan oleh anggota kelompok Kesetaraan Gender 18.
Kepala Sekolah SMAN 12 Medan, Theresia Sinaga, menyambut baik dan merasa program tersebut sangat bermanfaat. “Selama ini, mereka tidak tahu adanya potensi kesetaraan gender dari hasil lokal yang ada di sekitaran lingkungan mereka. Dengan adanya peluang ini, kami berharap mereka dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dan berkontribusi lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia sekaligus berharap, program ini dapat membantu siswa SMAN 12 Medan dalam memahami potensi kesetaraan gender. Memiliki keterampilan berpikir kritis yang dapat membantu peningkatan kesadaran sosial, serta memperkuat harmoni masyarakat.
Kegiatan ini juga berhasil menarik partisipasi aktif dari sekitar 65 siswa, dengan testimoni positif seperti dari Andika Simanungkalit: "Sekarang saya paham bahwa kesetaraan gender bukan hanya teori, tapi harus diterapkan sehari-hari."
Link YouTube : https://youtu.be/yLTQwCEg_Ms?si=37G3_Nmck0kT2w4A
Rabu, 03 Desember 2025
Kelompok MKWK 14 Kesetaraan Gender USU Menekankan Usaha Membangun Kesadaraan Kesetaraan Gender di Kalangan Pelajar
Sekelompok mahasiswa pelaksana proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 14 Kesetaraan Gender dari Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya membangun kesadaran akan kesetaraan gender di lingkungan sekolah yang berlokasi di Yayasan Pendidikan Mutia Rahma, Kec. Hamparan Perak pada hari Sabtu, 8 November 2025.
Kelompok 14 Kesetaraan Gender ini terdiri atas 20 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di Universitas Sumatera Utara (USU). Salah seorang wali murid dari Yayasan Pendidikan Mutia Rahma menjelaskan bahwa masih banyak masalah terkait kesetaraan gender di sekolah ini. Kurangnya keadilan antara guru dengan siswa dan siswi, timpangnya jumlah siswa dengan jumlah siswi, dan kurangnya partisipasi salah satu gender akibat dominasi oleh satu gender lainnya. Dengan masalah yang ada, kegiatan sosialisasi dan edukasi diadakan untuk sama-sama menyadarkan siswa-siswi yang ada tentang pentingnya kesetaraan gender di lingkungan sekolah, dengan harapan masalah yang ada dapat berkurang dan menemukan solusinya.
Secara eksplisit, seorang anggota kelompok mengungkapkan pesan, “Melalui kehadiran kami, kami ingin mengajak teman-teman semua untuk sama-sama sadar bahwa kita berbeda, namun perbedaan yang kita miliki ada baiknya mempersatukan kita semua dan tidak memecah belah keadaan. Kita berbeda, namun kita setara. Kita punya hak dan kewajiban yang sama, kesempatan yang sama, dan kemampuan yang sama untuk bisa saling menghargai dan menghormati.”
Program ini dilaksanakan agar siswa-siswi yang berpartisipasi dalam acara ini bisa belajar untuk menghargai perbedaan gender yang mereka miliki. Namun, perbedaan yang mereka miliki, bukanlah alasan bagi mereka untuk saling merendahkan satu dengan yang lain, namun untuk meningkatkan rasa hormat dan semangat persahabatan yang mereka miliki. Kegiataan ini dipandu dan didampingi oleh seorang mentor kelompok bernama, Elleora Patricia Sitinjak, mahasiswi Universitas Sumatera Utara angkatan 2024.
Selama kegiatan berlangsung, mereka dibagi menjadi 2 bagian. Sisi perempuan dan sisi laku-laki. Hal ini dilakukan karena acara diadakan di sebuah pondok pesantren yang mewajibkan perempuan dan laki-laki dipisahkan tempatnya. Dan ketika games diadakan, kedua kelompok ini kembali dipecah ke dalam 6 kelompok, dimana masing-masing terdiri atas 3 kelompok. Kehadiran kelompok 14 Kesetaraan Gender di Yayasan Pendidikan Mutia Rahma bukan hanya untuk belajar bersama, tetapi juga bermain bersama mereka. Yayasan Pendidikan Mutia Rahma menyambut anggota kelompok dengan perasaan bahagia dan merasa bahwa topik yang dibawakan sangat berharga dan penting bagi anak-anak mereka. Salah seorang guru yang mewakili yayasan pendidikan ini menyampaikan dalam kata sambutannya sebaris pesan dan harapan, “Semoga program yang dijalankan dapat membuka jalan pikiran siswa-siswi untuk terus memiliki kesadaran akan kesetaraan gender dan menghilangkan stereotype-stereotype negatif mengenai salah satu gender di lingkungan sekolah mereka. Dengan harapan, siswa-siswi dapat bertumbuh menjadi manusia yang memanusiakan manusia lainnya sesuai dengan kodrat, hak, dan kewajiban mereka masing-masing sesuai gender mereka.”
***
Tulisan ini merupakan publikasi Kelompok Proyek MKWK 14 Kesetaraan Gender USU dalam kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran akan kesetaraan gender di lingkungan sekolah, yang didampingi oleh mentor : Elleora Patricia Sitinjak dan diketuai oleh Teresia Indriani Sembiring.
Dokumentasi :
Kelompok laki-laki
Kelompok perempuan
Link Youtube : https://youtu.be/gu5UMqdrTnE?si=06DcmxqjOsJfjLp2
Link Instagram : https://www.instagram.com/4teen_ge?igsh=YWthaDlrNG5qemVz
Selasa, 02 Desember 2025
Senin, 01 Desember 2025
Mahasiswa MKWK USU Kelompok 22 Gelar Sosialisasi Kesetaraan Gender di SD Global Prima
Kelompok MKWK "kesetaraan gender 22" USU saat menyampaikan materi edukasi mengenai kesetaraan gender pada usia dini kepada siswa/l SD Global Perima Medan, Selasa (21/10/25).
LIDA - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) proyek MKWK Kesetaraan Gender 22 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk ,“Pentingnya Membangun Kesadaran Tentang Kesetaraan Gender Kepada Siswa/I Sejak Dini Dalam Pendidikan Untuk Mencapai Cita-cita” di SD Global Prima National Plus School Medan, Selasa (21/10/ 2025).
Kelompok proyek kesetaraan gender 22 terdiri dari 19 mahasiswa/I dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Ketua kelompok, Maria Ulfa Sihombing, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah menanamkan nilai keadilan dan menghargai perbedaan sejak dini. “Kami ingin membantu anak-anak memahami bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh semangat dan usaha mereka,” ujarnya.
Sosialisasi yang berlangsung di kelas sekolah ini diikuti oleh siswa-siswi kelas V. Dengan metode permainan edukatif, cerita visual, dan diskusi ringan, para mahasiswa mengajak anak anak memahami bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam belajar, bermain, serta meraih cita-cita. Anak-anak diajak memahami bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam bermain, belajar, dan beraktivitas, tanpa dibedakan.
Pihak sekolah, diwakili oleh bagian marketing Rina Velly Tarigan , memberikan apresiasi kepada mahasiswa USU. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter siswa agar lebih terbuka dan tidak terjebak pada stereotip gender.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemberian snack, di mana para siswa menunjukkan antusiasme tinggi.Pihak sekolah dan mahasiswa USU berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pendidikan karakter di sekolah dasar, anak-anak dapat memahami sejak dini bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang setara, sehingga mereka tumbuh sebagai pribadi yang saling menghargai.
Dokumentasi Sosialisasi : https://youtu.be/9uIQ_8Q4c6M?si=qrXWsbQdMcACpJ4J
Minggu, 30 November 2025
Langganan:
Komentar (Atom)