Kelompok MKWK 02 “Kesetaraan Gender” USU gelar sosialisasi terkait kesetaraan gender dalam program Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Padang Bulan Selayang II, Senin (27/10/2025).
LIDA— Kelompok MKWK Kesetaraan Gender 02 Universitas Sumatera Utara melaksanakan sosialisasi mengenai kesetaraan gender melalui Program Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas PB Selayang II pada Senin, 27 Oktober 2025. Kelompok yang terdiri atas 20 mahasiswa dari berbagai fakultas serta program studi ini dibimbing oleh Bapak Dr. Tunggul Sihombing, MA. selaku dosen fasilitator dan Uswatun Hasanah Subekhi selaku mentor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pembagian peran yang setara antara laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek MKWK USU yang mendorong mahasiswa untuk berlatih empati, kolaborasi, serta pemecahan masalah nyata di masyarakat. Kepala LIDA USU menyampaikan bahwa pendekatan berbasis proyek menjadi sarana efektif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial.
Pendapat tersebut sejalan dengan pandangan Mei Nailah Rizsy, salah satu anggota kelompok Kesetaraan Gender 02 yang diketuai oleh Paskah Yohanes Lumbantoruan, dan beranggotakan mahasiswa dari berbagai fakultas. Ia menilai bahwa puskesmas merupakan lokasi yang tepat untuk melaksanakan proyek ini.
Ia menambahkan bahwa puskesmas memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya keputusan bersama dalam pemilihan metode KB. Menurutnya, edukasi yang diberikan dapat mengubah persepsi masyarakat bahwa penggunaan KB bukan semata beban perempuan, tetapi keputusan yang perlu didiskusikan bersama pasangan.
Pelaksanaan sosialisasi dilakukan melalui pemaparan materi langsung yang didukung media presentasi untuk mempermudah pemahaman. Mahasiswa menjelaskan konsep dasar kesetaraan gender, lalu menghubungkannya dengan program KB. Setiap jenis alat kontrasepsi dijelaskan mulai dari fungsi, efektivitas, cara penggunaan, hingga kemungkinan efek samping. Penyampaian materi dibuat sistematis agar masyarakat memperoleh pemahaman menyeluruh dan dapat mempertimbangkan pilihan KB dengan lebih bijak.
Selain pemaparan, kelompok juga membuka sesi diskusi untuk menampung pertanyaan warga. Berbagai isu terkait persepsi keliru mengenai KB, termasuk mengenai vasektomi untuk pria, menjadi fokus diskusi. Salah satu pasien pria mengaku bahwa informasi yang diberikan berhasil meluruskan kesalahpahaman yang ia miliki selama ini.
Dari pihak puskesmas, edukasi yang dibawakan mahasiswa dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“KB tidak selalu menjadi tanggung jawab perempuan. Ada juga metode KB untuk laki-laki. Banyak metode KB perempuan bersifat hormonal, dan tidak semua wanita cocok dengan hormon. Karena itu, keputusan KB sebaiknya dibicarakan bersama. Jika istri tidak bisa memakai KB, suami bisa mengambil peran,” ujar Ibu Sonya Purba, perwakilan Puskesmas PB Selayang II.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan mahasiswa melaksanakan sosialisasi di puskesmas, mengingat proses perizinan dan koordinasi memerlukan komitmen dan persiapan yang matang.
Dengan metode penyampaian yang interaktif dan informatif, kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Kelompok berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendorong meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya kesetaraan gender, baik dalam program KB maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar