Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perundungan 10 Universitas Sumatera Utara (USU) telah berhasil memproduksi sebuah film pendek berjudul “Satu Kata, Satu Luka” sebagai bentuk kampanye anti-perundungan melalui platform visual di YouTube.
Kelompok 10 Perundungan yang terdiri dari 20 mahasiswa-mahasiswi dari beragam fakultas dan program studi di USU. Anandita Lyanna, selaku ketua kelompok menyampaikan harapannya agar melelui film pendek ini, publik bisa lebih memahami bahwa perilaku kasar, baik berupa kata-kata maupun tindakan, bisa menyakiti perasaaan orang lain dan memicu efek psikologis yang mendalam.
“Melalui film pendek ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap kata atau tindakan kasar yang kita sampaikan mau itu disengaja ataupun tidak sengaja dapat meninggalkan luka yang lama dirasakan,” ujarnya.
Pembuatan film pendek ini didampingi oleh Dra. Ria Manurung, M.Si, selaku dosen fasilitator dan Trinita Sylvia Feodora Pangaribuan selaku mentor. Sepanjang proses pembuatan film pendek ini, kelompok 10 mengalami berbagai tantangan, mulai dari penulisan naskah, pemilihan lokasi, hingga pengaturan jadwal para pemain dan videografer. Tetapi, berkat kerja sama yang kuat, seluruh tahap produksi berhasil diselesaikan dengan tepat waktu.
Dosen fasilitator kelompok 10, Dra. Ria Manurung, M.Si, menuturkan bahwa proses pembuatan film pendek ini menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi para mahasiswa. “Kegiatan ini tidak hanya melatih kreatifitas mahasiswa, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam menghadapi tantangan nyata dalam sebuah proyek kolaboratif dan diharapkan mampu menumbuhkan empati dan tanggung jawab dikalangan mahasiswa,” ujarnya.
Film pendek berjudul“Satu Kata, Satu Luka” telah dirilis di YouTube dan diharapkan mampu menjangkau kalangan mahasiswa serta publik secara umum. Film ini tidak hanya menyampaikan pesan melawan perundungan, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan efek dari kata-kata dan tindakan yang bisa menyakiti orang lain. Dengan gaya visual yang menarik dan narasi yang relevan dengan kehidupan sehari hari, film ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati, kesadaran sosial, serta mendorong sikap saling menghormati di berbagai kalangan.
Link youtube dapat diakses melalui: https://youtu.be/bafK5rEYgcI?si=v6Zazw6dalxabp07
Tidak ada komentar:
Posting Komentar