Selasa, 02 Desember 2025

KELOMPOK ANTI PERUNDUNGAN 27 MELAKUKAN KEGIATAN KUNJUNGAN SOSIAL KE MTS SWASTA CENDEKIA

Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum Anti Perundungan 27 dari Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan kegiatan kunjungan sosial dengan membawakan tema “Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Bullying Sesama Siswa” di MTS Swasta Cendekia, Sabtu, (25/10/2025). 

Kelompok Proyek 27 Anti Perundungan terdiri dari 20 anggota dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Ketua kelompok, Andhita Sherin Aliza, menjelaskan bahwa kasus perundungan masih menjadi isu yang sangat penting terutama bagi kalangan SD dan SMP di MTS Swasta Cendekia. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan para siswa mengenai dampak perundungan untuk meningkatkan pemahaman, serta rasa empati dan rasa solidaritas, terutama di dalam kelas 8B MTS Swasta Cendekia. 

“Melalui edukasi ini, kami ingin membantu membangun lingkungan sekolah MTS Swasta Cendekia yang ramah dan bebas dari tindakan perundungan. Kami berharap edukasi ini dapat memberi dampak berkelanjutan bagi siswa untuk kedepannya,” ujarnya. 

Program didampingi oleh dosen pembimbing Emma Marsella, SS., M.Si dan mentor Monica Arzeta Tarigan.

Selama kegiatan berlangsung. para mahasiswa dibagi dalam kelompok tanggung jawab masing-masing termasuk pembawa materi, icebreaking, serta minigames berhadiah, yang membahas seputar materi perundungan, dimulai dari tipe, serta cara menghindari dan menghadapi situasi perundungan. 

Salah satu guru MTS Swasta Cendekia, Rahmadani Fitri, S.Pd mengapresiasi dan menilai program ini sangat bermanfaat. “Siswa jadi lebih paham bahwa perundungan itu dapat berdampak serius, baik fisik maupun psikologis. Kami berharap edukasi ini bisa mengurangi kasus bullying dan membentuk iklim sekolah yang lebih aman,” ujarnya. 

Kepala Sekolah MTS Swasta Cendekia, Ali Sakti, S.Sos.I., turut menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini dapat memperkuat keterampilan sosial siswa, membangun budaya melawan bullying, dan mendorong sinergi positif antara guru, siswa, dan komunitas sekolah demi terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan bebas perundungan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar