Tampilkan postingan dengan label Intoleransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intoleransi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 06 Desember 2025
Senin, 01 Desember 2025
TINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA, USU HADIRKAN EDUKASI ANTI INTOLERANSI INTERAKTIF DI SMAN 2 MEDAN
Tepat pada tanggal 28 Oktober 2025, mahasiswa USU mengadakan sosialisasi mengenai apa itu intoleransi dan mengapa penting bagi pelajar untuk memahami dampaknya. Dalam kegiatan ini dijelaskan bahwa intoleransi masih sering terjadi di berbagai lingkungan, termasuk antar sesama pelajar, mulai dari perlakuan tidak setara hingga tindakan yang tidak memanusiakan manusia. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa USU mengajak siswa mengenali tanda-tanda intoleransi dan mendorong mereka melakukan aksi sederhana seperti saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan di SMA Negeri 2 Medan.
Tingginya kasus intoleransi menjadi alasan para mahasiswa Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan ini. Mereka berharap para pelajar dapat memahami apa itu intoleransi dan pentingnya mengenali dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung penyampaian materi, mahasiswa menggunakan berbagai media, seperti aplikasi untuk melihat pemahaman awal peserta dan presentasi visual yang membantu memperjelas informasi selama sesi edukasi
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan komunikasi publik yang interaktif. Para mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar topik intoleransi, melakukan active recall untuk menguji ingatan dan pemahaman pelajar, serta menyertakan ice breaking agar suasana lebih cair. Hal ini dilakukan untuk menciptakan keharmonisan antara mahasiswa dan para pelajar, sehingga proses edukasi dapat berlangsung dengan lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu, para pelajar yang terlihat paling aktif selama kegiatan sosialisasi juga diberikan bentuk apresiasi sebagai imbalan karena telah berpartisipasi dan menyimak dengan baik. Hal ini dilakukan untuk mendorong antusiasme sekaligus mengapresiasi keterlibatan mereka dalam proses edukasi.
Charlie selaku ketua menyampaikan, “Penting bagi kita untuk menyadari bahwa manusia harus diperlakukan secara manusiawi. Kita tidak dapat memandang seseorang sebelah mata hanya karena ia berbeda dengan kita. Oleh sebab itu, nilai toleransi perlu ditumbuhkan dalam diri masing-masing.” Antusiasme dan sikap terbuka para pelajar terhadap kehadiran mahasiswa USU menjadi salah satu motivasi kuat bagi para mahasiswa dalam melaksanakan sosialisasi ini. Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, suasana yang tercipta tidak menunjukkan kekakuan maupun ketegangan. Sebaliknya, interaksi antara mahasiswa dan para pelajar berlangsung dengan baik, sehingga proses penyampaian materi dapat berjalan efektif dan diterima dengan mudah.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para pelajar untuk menyadari pentingnya menyikapi intoleransi serta mendorong mereka tumbuh sebagai individu yang lebih toleran. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Intoleransi Kelompok 8 yang terdiri atas 20 orang. Mahasiswa yang aktif dalam berpartisipasi adalah Ahmad Sholem Shodigin Hasibuan (230704048), Nadiya Br Sinuhaji (250200215), Ondo Octo Adeo Purba (250200432), Ressa Afandi Purba (250301007), Bungaran Daniel Pangaribuan (250304054), Christopher Herman Jianis Situmorang (250304186), Steven Hasian Marpaung (250308045), Haga Christian Ginting (250403117), M.Yogha Prathama (250406036), Rizky Putra Simanjuntak (250501127), Chelomita Prisma Ginting (250503145), Agustina Rehulina Br Ginting (250705005), Hary Tiopan Gurning (250707013), Nazla Aulia (250802015), Keisya Syakira (250904060), Charlie Ananda Siahaan (250907079), Mariana Stefanie Br Sitanggang (251101001), Ersyah Nazwitha (251301025), Azka Reifan Vusyfa Nasution (251401139), Sabni Novelin Hutabarat (251501083)
Seluruh rangkaian kegiatan ini direkam dan disimpan melalui tautan
Sosialisasi Pemahaman dan Pencegahan Intoleransi oleh Kelompok MKWK 05 Intoleransi di SDN 060925 Medan Amplas
LIDA - Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) mengadakan sosialisasi pemahaman dan pengecegahan intoleransi yang bernama "SDM unggul tanpa intoleransi bersama kita rangkul perbedaan" di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060925, Medan Amplas, Sabtu (25/10/2025).
Kelompok Proyek 05 Intoleransi terdiri dari 20 orang mahasiswa-mahasiswi yang berlatar dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Ahmad Zhafir, selaku ketua kelompok, menjelaskan bahwa pentingnya pemahaman mengenai dan cara pencegahan intoleransi sejak dini serta pentingnya untuk saling menghargai dan menghormati antar sesama.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajarkan pemahaman mengenai intoleransi dan untuk mengajak siswa-siswi SDN 060925 dan masyarakat Medan Amplas untuk bersama merangkul perbedaan. Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Aremi Evanta Br Taringan, SP., M.Pd., MAk selaku dosen pembimbing dan didampingi oleh Muhammad Ahlan selaku mentor.
Selama sosialisasi, para siswa diajak bersama untuk memahami pengertian intoleransi dan cara pencegahannya, siswa juga diajak untuk mengetahui lebih dekat apa itu stereotip dalam masyarakat. Selain pemaparan materi, siswa juga diajak bermain games dan menyanyikan lagu tolak intoleransi bersama.
Kepala sekolah SDN 060925, Siti Amrona S.Pd, menyambut baik dan merasa sosialisasi ini bermanfaat bagi masyarakat. "Semua suku, agama kita sebagai warga Indonesia yang baik harus kita tanamkan terutama untuk diri kita sendiri dan sekitar kita," ungkapnya.
Siti Amrona berharap sosialisasi ini dapat membantu siswa SDN 060925 untuk saling merangkul perbedaan, saling menghormati, dan katakan tidak pada intoleransi dalam upaya menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.
Kegiatan Publikasi:
Langganan:
Komentar (Atom)
