LIDA - Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) mengadakan sosialisasi pemahaman dan pengecegahan intoleransi yang bernama "SDM unggul tanpa intoleransi bersama kita rangkul perbedaan" di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060925, Medan Amplas, Sabtu (25/10/2025).
Kelompok Proyek 05 Intoleransi terdiri dari 20 orang mahasiswa-mahasiswi yang berlatar dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Ahmad Zhafir, selaku ketua kelompok, menjelaskan bahwa pentingnya pemahaman mengenai dan cara pencegahan intoleransi sejak dini serta pentingnya untuk saling menghargai dan menghormati antar sesama.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajarkan pemahaman mengenai intoleransi dan untuk mengajak siswa-siswi SDN 060925 dan masyarakat Medan Amplas untuk bersama merangkul perbedaan. Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Aremi Evanta Br Taringan, SP., M.Pd., MAk selaku dosen pembimbing dan didampingi oleh Muhammad Ahlan selaku mentor.
Selama sosialisasi, para siswa diajak bersama untuk memahami pengertian intoleransi dan cara pencegahannya, siswa juga diajak untuk mengetahui lebih dekat apa itu stereotip dalam masyarakat. Selain pemaparan materi, siswa juga diajak bermain games dan menyanyikan lagu tolak intoleransi bersama.
Kepala sekolah SDN 060925, Siti Amrona S.Pd, menyambut baik dan merasa sosialisasi ini bermanfaat bagi masyarakat. "Semua suku, agama kita sebagai warga Indonesia yang baik harus kita tanamkan terutama untuk diri kita sendiri dan sekitar kita," ungkapnya.
Siti Amrona berharap sosialisasi ini dapat membantu siswa SDN 060925 untuk saling merangkul perbedaan, saling menghormati, dan katakan tidak pada intoleransi dalam upaya menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.
Kegiatan Publikasi:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar