Tepat pada tanggal 28 Oktober 2025, mahasiswa USU mengadakan sosialisasi mengenai apa itu intoleransi dan mengapa penting bagi pelajar untuk memahami dampaknya. Dalam kegiatan ini dijelaskan bahwa intoleransi masih sering terjadi di berbagai lingkungan, termasuk antar sesama pelajar, mulai dari perlakuan tidak setara hingga tindakan yang tidak memanusiakan manusia. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa USU mengajak siswa mengenali tanda-tanda intoleransi dan mendorong mereka melakukan aksi sederhana seperti saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan di SMA Negeri 2 Medan.
Tingginya kasus intoleransi menjadi alasan para mahasiswa Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan ini. Mereka berharap para pelajar dapat memahami apa itu intoleransi dan pentingnya mengenali dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung penyampaian materi, mahasiswa menggunakan berbagai media, seperti aplikasi untuk melihat pemahaman awal peserta dan presentasi visual yang membantu memperjelas informasi selama sesi edukasi
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan komunikasi publik yang interaktif. Para mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar topik intoleransi, melakukan active recall untuk menguji ingatan dan pemahaman pelajar, serta menyertakan ice breaking agar suasana lebih cair. Hal ini dilakukan untuk menciptakan keharmonisan antara mahasiswa dan para pelajar, sehingga proses edukasi dapat berlangsung dengan lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu, para pelajar yang terlihat paling aktif selama kegiatan sosialisasi juga diberikan bentuk apresiasi sebagai imbalan karena telah berpartisipasi dan menyimak dengan baik. Hal ini dilakukan untuk mendorong antusiasme sekaligus mengapresiasi keterlibatan mereka dalam proses edukasi.
Charlie selaku ketua menyampaikan, “Penting bagi kita untuk menyadari bahwa manusia harus diperlakukan secara manusiawi. Kita tidak dapat memandang seseorang sebelah mata hanya karena ia berbeda dengan kita. Oleh sebab itu, nilai toleransi perlu ditumbuhkan dalam diri masing-masing.” Antusiasme dan sikap terbuka para pelajar terhadap kehadiran mahasiswa USU menjadi salah satu motivasi kuat bagi para mahasiswa dalam melaksanakan sosialisasi ini. Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, suasana yang tercipta tidak menunjukkan kekakuan maupun ketegangan. Sebaliknya, interaksi antara mahasiswa dan para pelajar berlangsung dengan baik, sehingga proses penyampaian materi dapat berjalan efektif dan diterima dengan mudah.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para pelajar untuk menyadari pentingnya menyikapi intoleransi serta mendorong mereka tumbuh sebagai individu yang lebih toleran. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Intoleransi Kelompok 8 yang terdiri atas 20 orang. Mahasiswa yang aktif dalam berpartisipasi adalah Ahmad Sholem Shodigin Hasibuan (230704048), Nadiya Br Sinuhaji (250200215), Ondo Octo Adeo Purba (250200432), Ressa Afandi Purba (250301007), Bungaran Daniel Pangaribuan (250304054), Christopher Herman Jianis Situmorang (250304186), Steven Hasian Marpaung (250308045), Haga Christian Ginting (250403117), M.Yogha Prathama (250406036), Rizky Putra Simanjuntak (250501127), Chelomita Prisma Ginting (250503145), Agustina Rehulina Br Ginting (250705005), Hary Tiopan Gurning (250707013), Nazla Aulia (250802015), Keisya Syakira (250904060), Charlie Ananda Siahaan (250907079), Mariana Stefanie Br Sitanggang (251101001), Ersyah Nazwitha (251301025), Azka Reifan Vusyfa Nasution (251401139), Sabni Novelin Hutabarat (251501083)
Seluruh rangkaian kegiatan ini direkam dan disimpan melalui tautan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar