Sabtu, 06 Desember 2025

Sosialisasi USU Beraksi Mencegah Intoleransi di Ruang Digital dan Sosial di SMA Negeri 2 Medan

 

MEDAN - Sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok 4 Intoleransi

melakukan kunjungan sosialisasi mengenai Intoleransi di Ruang Digital serta Pengaruh dan

Pencegahan pada Generasi Muda di SMA Negeri 2 Medan, Senin (3 November 2025) .


Dr. Ahmad Zuhri Rangkuti, Lc., MHI selaku dosen fasilitator dan Marcelino Zefanya

Alinskie Saragi selaku mentor serta Glen Fiter Siallagan selaku ketua sekaligus penanggung

jawab atas acara sosialisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap

siswa yang masih berada di jenjang SMA mengenai bahaya dari sikap intoleransi yang

semakin marak terjadi di lingkungan bahkan media sosial. Kegiatan ini diikuti oleh siswa

kelas X – 2 SMA Negeri 2 Medan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kasus

intoleransi di kalangan pelajar khususnya di ruang digital.


Acara dimulai dengan penyampaian pesan dan pemberitahuan dari guru Bimbingan

Konseling mengenai aksi sosialisasi yang akan dilaksanakan. Setelahnya, Glen Fiter

Siallagan selaku ketua kelompok, menjelaskan bahwa masih banyak kasus intoleransi di

kehidupan nyata maupun di dunia maya. Oleh karena itu diharapkan sosialisasi ini

berdampak bagi seluruh siswa agar memahami pentingnya toleransi terhadap sesama.


”Dengan sosialisasi ini, kami akan memberikan pemahaman tentang buruknya tindakan

intoleransi di dunia maya maupun kehidupan nyata dan cara yang dapat dilakukan untuk

mencegah dan menghentikan tindakan tersebut. Semoga dengan ilmu-ilmu yg kami berikan

dampak positif dan menekan tindakan intoleransi, dan berefek domino ke siswa dan siswi”

ujarnya.


Mahasiswa melakukan ice breaking terlebih dahulu oleh Marsinta Sola Gratia Aritonang,

Fleon Saori Sinaga dan Samuel Marudut Hotasi Siagian demi meningkatkan daya fokus para siswa. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang pengertian intoleransi, dampak intoleransi, serta upaya dalam pencegahan intoleransi oleh Ahmad Reja Syahputra, Christian Louis Fernando Sihite dan Edward Henry Chusandra.


Setelah penyuluhan, siswa dibagi dalam membentuk beberapa kelompok untuk mengikuti

diskusi. Setiap kelompok diberikan contoh situasi intoleransi di ruang digital seperti di

Instagram, TikTok, X, dan diminta mencari solusi yang tepat untuk mencegahnya. Melalui

kegiatan ini, siswa belajar memahami perasaan orang lain, melihat masalah dari berbagai

sudut pandang, serta pentingnya bersikap terbuka terhadap perbedaan.


Di akhir kegiatan, Mahasiswa USU dan Siswa SMA Negeri 2 Medan bersama-sama

membacakan Deklarasi Anti-Intoleransi sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan

sekolah yang aman, damai, dan menghargai keberagaman. Poster ajakan toleransi juga

dipajang di berbagai sudut sekolah oleh Andryansah Rizki Pratama, Abraham Doziso

Nikolman Bago dan Renhard Ian Fahrel Sinaga sebagai pengingat bagi seluruh warga

sekolah.


Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa kelas X-2 SMA Negeri

2 Medan. Sehingga para Siswa menyadari bahwa pentingnya mencegah sikap intoleran yang muncul tanpa disadari di kehidupan sehari-hari dan dapat menerapkan sikap toleransi antar sesama di kehidupan sosial.


Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, Drs. Marsito, M.Si. menyambut baik dan merasa

sosialisasi ini sangat bermanfaat. Ia berharap, program ini dapat membantu siswa dan siswi

SMA Negeri 2 Medan dalam memahami secara jelas mengenai pemahaman tentang

intoleransi serta bahaya dari sikap intolerasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar