MEDAN - Sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok 4 Intoleransi
melakukan kunjungan sosialisasi mengenai Intoleransi di Ruang Digital serta Pengaruh dan
Pencegahan pada Generasi Muda di SMA Negeri 2 Medan, Senin (3 November 2025) .
Dr. Ahmad Zuhri Rangkuti, Lc., MHI selaku dosen fasilitator dan Marcelino Zefanya
Alinskie Saragi selaku mentor serta Glen Fiter Siallagan selaku ketua sekaligus penanggung
jawab atas acara sosialisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap
siswa yang masih berada di jenjang SMA mengenai bahaya dari sikap intoleransi yang
semakin marak terjadi di lingkungan bahkan media sosial. Kegiatan ini diikuti oleh siswa
kelas X – 2 SMA Negeri 2 Medan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kasus
intoleransi di kalangan pelajar khususnya di ruang digital.
Acara dimulai dengan penyampaian pesan dan pemberitahuan dari guru Bimbingan
Konseling mengenai aksi sosialisasi yang akan dilaksanakan. Setelahnya, Glen Fiter
Siallagan selaku ketua kelompok, menjelaskan bahwa masih banyak kasus intoleransi di
kehidupan nyata maupun di dunia maya. Oleh karena itu diharapkan sosialisasi ini
berdampak bagi seluruh siswa agar memahami pentingnya toleransi terhadap sesama.
”Dengan sosialisasi ini, kami akan memberikan pemahaman tentang buruknya tindakan
intoleransi di dunia maya maupun kehidupan nyata dan cara yang dapat dilakukan untuk
mencegah dan menghentikan tindakan tersebut. Semoga dengan ilmu-ilmu yg kami berikan
dampak positif dan menekan tindakan intoleransi, dan berefek domino ke siswa dan siswi”
ujarnya.
Mahasiswa melakukan ice breaking terlebih dahulu oleh Marsinta Sola Gratia Aritonang,
Fleon Saori Sinaga dan Samuel Marudut Hotasi Siagian demi meningkatkan daya fokus para siswa. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang pengertian intoleransi, dampak intoleransi, serta upaya dalam pencegahan intoleransi oleh Ahmad Reja Syahputra, Christian Louis Fernando Sihite dan Edward Henry Chusandra.
Setelah penyuluhan, siswa dibagi dalam membentuk beberapa kelompok untuk mengikuti
diskusi. Setiap kelompok diberikan contoh situasi intoleransi di ruang digital seperti di
Instagram, TikTok, X, dan diminta mencari solusi yang tepat untuk mencegahnya. Melalui
kegiatan ini, siswa belajar memahami perasaan orang lain, melihat masalah dari berbagai
sudut pandang, serta pentingnya bersikap terbuka terhadap perbedaan.
Di akhir kegiatan, Mahasiswa USU dan Siswa SMA Negeri 2 Medan bersama-sama
membacakan Deklarasi Anti-Intoleransi sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan
sekolah yang aman, damai, dan menghargai keberagaman. Poster ajakan toleransi juga
dipajang di berbagai sudut sekolah oleh Andryansah Rizki Pratama, Abraham Doziso
Nikolman Bago dan Renhard Ian Fahrel Sinaga sebagai pengingat bagi seluruh warga
sekolah.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa kelas X-2 SMA Negeri
2 Medan. Sehingga para Siswa menyadari bahwa pentingnya mencegah sikap intoleran yang muncul tanpa disadari di kehidupan sehari-hari dan dapat menerapkan sikap toleransi antar sesama di kehidupan sosial.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, Drs. Marsito, M.Si. menyambut baik dan merasa
sosialisasi ini sangat bermanfaat. Ia berharap, program ini dapat membantu siswa dan siswi
SMA Negeri 2 Medan dalam memahami secara jelas mengenai pemahaman tentang
intoleransi serta bahaya dari sikap intolerasi.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar