Kelompok 14 intoleransi menyampaikan materi mengenai etika
digital dan toleransi kepada
siswa SMP Negeri 10 Medan dalam kegiatan sosialisasi anti-intoleransi,
Sabtu (01/11/2025).
MEDAN — Kelompok 14 intoleransi melaksanakan
kegiatan sosialisasi bertema “Bijak Bermedia Sosial dan Pemahaman Keberagaman
sebagai Upaya Mencegah Intoleransi” di SMP Negeri 10 Medan pada Sabtu, 1
November 2025. Kegiatan yang merupakan bagian dari proyek Mata Kuliah Wajib
Kurikulum (MKWK) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai etika
digital, literasi informasi, serta nilai-nilai keberagaman.
Di tengah pesatnya perkembangan media digital, pelajar SMP menjadi kelompok yang rentan terhadap penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan perilaku intoleran. Minimnya literasi digital di kalangan remaja kerap memicu kesalahpahaman yang berdampak pada hubungan antarsiswa. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kelompok 14 intoleransi berupaya memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang bertanggung jawab serta pentingnya membangun sikap saling menghargai dalam lingkungan sekolah.
Materi sosialisasi disampaikan
melalui pemaparan terstruktur, diskusi interaktif, serta kuis untuk
mengevaluasi pemahaman siswa. Siswa diperkenalkan pada konsep keberagaman,
contoh perilaku intoleransi, serta langkah konkret untuk mencegahnya. Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran siswa mengenai
pentingnya memilah informasi dan menjaga interaksi digital secara etis.
Kegiatan ini terlaksana dengan
dukungan penuh pihak sekolah. Salah satu guru di SMP Negeri 10 Medan, Maria,
menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Lain kali datang saja lagi.
Apa yang kalian sampaikan bagus, termasuk materi yang kalian bawa ke sini.
Semangat dengan apa yang kalian lakukan,” ujarnya. Ketua pelaksana, Rifat Zuhry
Muhammad, bersama mentor kelompok, Citra Maya E. Situmorang, turut menyampaikan
terima kasih atas sambutan baik yang diberikan oleh pihak sekolah. Keduanya
berharap kerja sama semacam ini dapat berlanjut guna memperkuat lingkungan
pendidikan yang harmonis dan menghargai keberagaman.
Program ini juga mendapatkan
dukungan dari Universitas Sumatera Utara melalui pembelajaran proyek MKWK.
Laboratorium Ilmu Dasar (LIDA) USU turut terlibat dalam pengawasan
berlangsungnya kegiatan, sementara dosen pembimbing memberikan supervisi
akademik selama proses perencanaan dan pelaksanaan. Sinergi antara mahasiswa,
mentor, dan lembaga pendukung memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan dan
memberikan manfaat nyata bagi siswa.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat perilaku toleran, meningkatkan kewaspadaan siswa terhadap penyebaran informasi yang tidak benar, serta membentuk budaya sekolah yang inklusif. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi USU dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan yang berorientasi pada nilai kebinekaan dan etika digital.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar