Sabtu, 06 Desember 2025

Kelompok 14 Intoleransi USU Ajak Siswa SMP Negeri 10 Medan Lawan Intoleransi dan Bijak Bermedia Sosial


 

Kelompok 14 intoleransi menyampaikan materi mengenai etika digital dan toleransi kepada

siswa SMP Negeri 10 Medan dalam kegiatan sosialisasi anti-intoleransi, Sabtu (01/11/2025).

 

MEDAN — Kelompok 14 intoleransi melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Bijak Bermedia Sosial dan Pemahaman Keberagaman sebagai Upaya Mencegah Intoleransi” di SMP Negeri 10 Medan pada Sabtu, 1 November 2025. Kegiatan yang merupakan bagian dari proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai etika digital, literasi informasi, serta nilai-nilai keberagaman.

Di tengah pesatnya perkembangan media digital, pelajar SMP menjadi kelompok yang rentan terhadap penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan perilaku intoleran. Minimnya literasi digital di kalangan remaja kerap memicu kesalahpahaman yang berdampak pada hubungan antarsiswa. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kelompok 14 intoleransi berupaya memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang bertanggung jawab serta pentingnya membangun sikap saling menghargai dalam lingkungan sekolah.

Materi sosialisasi disampaikan melalui pemaparan terstruktur, diskusi interaktif, serta kuis untuk mengevaluasi pemahaman siswa. Siswa diperkenalkan pada konsep keberagaman, contoh perilaku intoleransi, serta langkah konkret untuk mencegahnya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya memilah informasi dan menjaga interaksi digital secara etis.

Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan penuh pihak sekolah. Salah satu guru di SMP Negeri 10 Medan, Maria, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Lain kali datang saja lagi. Apa yang kalian sampaikan bagus, termasuk materi yang kalian bawa ke sini. Semangat dengan apa yang kalian lakukan,” ujarnya. Ketua pelaksana, Rifat Zuhry Muhammad, bersama mentor kelompok, Citra Maya E. Situmorang, turut menyampaikan terima kasih atas sambutan baik yang diberikan oleh pihak sekolah. Keduanya berharap kerja sama semacam ini dapat berlanjut guna memperkuat lingkungan pendidikan yang harmonis dan menghargai keberagaman.

Program ini juga mendapatkan dukungan dari Universitas Sumatera Utara melalui pembelajaran proyek MKWK. Laboratorium Ilmu Dasar (LIDA) USU turut terlibat dalam pengawasan berlangsungnya kegiatan, sementara dosen pembimbing memberikan supervisi akademik selama proses perencanaan dan pelaksanaan. Sinergi antara mahasiswa, mentor, dan lembaga pendukung memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi siswa.

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat perilaku toleran, meningkatkan kewaspadaan siswa terhadap penyebaran informasi yang tidak benar, serta membentuk budaya sekolah yang inklusif. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi USU dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan yang berorientasi pada nilai kebinekaan dan etika digital.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar