Selasa, 02 Desember 2025

Kelompok Proyek MKWK 02 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Terapkan Digitalisasi UMKM

Kelompok MKWK 02 “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi” USU saat melaksanakan wawancara dengan Admin toko iHelp Medan, Minggu (26/10/2025). 

LIDA- Kelompok Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 02 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan wawancara dengan sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kampus untuk melihat secara langsung bagaimana digitalisasi berperan dalam mendorong transformasi dunia kerja. 

Kelompok yang terdiri dari 19 mahasiswa lintas program studi tersebut dibagi menjadi empat tim untuk melakukan wawancara di empat lokasi berbeda yang dimulai dari dimulai dari 26 Oktober 2025 hingga 2 November 2025. Zonatan Putra Gulo, selaku Ketua Kelompok, mengungkapkan bahwa diketahui masih terdapat beberapa pelaku UMKM yang kurang mahir dalam memanfaatkan teknologi, seperti fitur affiliate dan live video melalui platform e-commerce sebagai metode penjualan online, serta pembayaran nontunai secara digital sehingga hal ini menyebabkan UMKM kalah bersaing dengan tuntutan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini bertujuan menyadarkan UMKM tentang pentingnya penjualan secara online di era globalisasi. 

“Melalui kegiatan wawancara ini, kami dapat berbagi ilmu mengenai pendigitalisasian UMKM agar mampu bersaing secara global dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami harap kegiatan ini dapat memberi dampak positif berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya. 

Salah satu pelaku UMKM, Icut, penjual Juragan Dimsum, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai program MKWK memberikan dampak nyata bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya penguasaan teknologi digital. 

“Program ini sangat positif karena membuka wawasan UMKM tentang penjualan secara digital yang semakin berkembang,” ujarnya. Icut juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan kualitasnya setiap tahun.

Sementara itu, Yana, penjual perabotan rumah tangga di Pajak Sore, mengapresiasi sosialisasi digitalisasi yang diberikan. Menurutnya, pemahaman digital sangat membantu pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing. 

“Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang dan bisa membuka lebih banyak lapangan kerja yang layak,” katanya. 

Respons positif juga datang dari seorang penjual pakaian thrifting di Pajak USU berinisial A. Ia menilai kegiatan MKWK dapat menjadi sarana promosi usaha tanpa biaya besar. Selain itu, ia juga menyampaikan keluhan terkait kebijakan pembatasan impor pakaian bekas yang dinilai menghambat usahanya, meski di sisi lain thrifting tetap menjadi peluang bagi UMKM di bidang fesyen. 

Di tempat lain, Admin toko iHelp Medan, Irmayani, menilai kegiatan wawancara ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri penjualan smartphone. Ia berharap mahasiswa dapat memahami proses pemasaran produk teknologi, strategi pelayanan pelanggan, serta peluang karier di bidang tersebut. 

Melalui kegiatan wawancara ini, para mahasiswa belajar bahwa transformasi digital sangat berpengaruh dalam pasar karena selain menghemat waktu, digitalisasi juga dapat memperluas pasar bagi para pelaku UMKM. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar