Pemberian plakat oleh kelompok 2 Kota Dan Pemukiman Yang Berkelanjutan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, sebagai bentuk terima kasih atas partisipasinya dalam keberlangsungan proyek, Senin (03/11/2025)
LIDA– Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 2 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melaksanakan proyek pembelajaran berbasis komunitas yang berfokus pada upaya mengurangi kemacetan di kawasan Pajak USU. Senin (03/11/2025)
Proyek ini terangkat dari keresahan mahasiswa terhadap kemacetan rutin yang terjadi di sekitar Pajak USU, terutama pada jam sibuk. Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas mahasiswa, pedagang, dan masyarakat umum. Melalui pendekatan MKWK berbasis proyek, mahasiswa mengidentifikasi permasalahan lalu lintas di lapangan dan merancang solusi praktis yang dapat langsung diterapkan.
Hasil observasi menunjukkan bahwa perilaku pengendara, seperti berhenti sembarangan, parkir di area tidak semestinya, dan tidak mematuhi peraturan lalu lintas, menjadi faktor utama penyebab kemacetan dan terjadinya kecelakaan di daerah pajak USU. Sebagai bentuk solusi, tim mahasiswa merancang rambu-rambu edukatif bertema keselamatan lalu lintas dengan pesan seperti “Patuhi Peraturan Lalu Lintas” dan “Gunakan Helm Saat Berkendara”.
Video lengkap proses proyek ini dapat ditonton di YouTube melalui tautan berikut: https://youtu.be/z61IW8UjgGY?si=fEGuqval4Iha83ZF
Proyek ini terlaksana dengan dukungan LIDA USU yang mendorong model pembelajaran berbasis proyek sebagai bentuk implementasi Merdeka Belajar di lingkungan kampus. Kepala Labolatorium Ilmu Dasar dan Umum (LIDA) Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Timbangen Sembiring, M.Sc. menyampaikan bahwa proyek ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari realitas sosial. “Kegiatan ini bukan hanya latihan akademik, tetapi proses pembentukan karakter. Mahasiswa belajar empati, kolaborasi, serta cara memecahkan masalah yang mereka temui di lingkungan nyata,” ujarnya.
Pihak Dinas Perhubungan yang ikut berkolaborasi dalam proyek ini juga menyatakan dukungan penuh terhadap proyek pemasangan rambu keselamatan oleh mahasiswa MKWK USU di lokasi pajak USU.
"Saya setuju dengan proyek yang akan kalian laksanakan, karena itu merupakan empati kalian terhadap para pengendara dan juga berupaya dalam mengurangi kemacetan yang sering terjadi disekitar pajak USU" ujar Erwin Saleh, S.STP., MAP, selaku kepala dinas perhubungan kota Medan. Beliau menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai bahwa rambu “Patuhi Peraturan Lalu Lintas” dan “Gunakan Helm Saat Berkendara” dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman serta sejalan dengan tujuan SDGs 11.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Firman Shantyabudi juga mengatakan,
“Keselamatan berlalu lintas tidak hanya dibangun dengan penegakan hukum, tetapi dengan edukasi. Masyarakat yang paham aturan akan menjadi pelindung bagi dirinya dan orang lain di jalan,” ujarnya.
Pemasangan rambu edukatif mendapat respon positif dari masyarakat dan pengguna jalan di sekitar Pajak USU. Beberapa pedagang menyampaikan bahwa alur kendaraan terlihat lebih tertib dibanding sebelumnya.
Mahasiswa berharap proyek ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui penambahan rambu baru, penyuluhan keselamatan jalan, hingga pembuatan kampanye digital. Proyek ini juga menjadi contoh nyata kontribusi mahasiswa terhadap pencapaian SDGs 11 dan mendorong USU sebagai institusi yang berperan aktif dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Melalui proyek MKWK ini, mahasiswa berhasil membuktikan bahwa pembelajaran berbasis proyek tidak hanya memperkuat kompetensi diri, tetapi juga memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar