Sekelompok mahasiswa pelaksana proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 14 Kesetaraan Gender dari Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya membangun kesadaran akan kesetaraan gender di lingkungan sekolah yang berlokasi di Yayasan Pendidikan Mutia Rahma, Kec. Hamparan Perak pada hari Sabtu, 8 November 2025.
Kelompok 14 Kesetaraan Gender ini terdiri atas 20 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di Universitas Sumatera Utara (USU). Salah seorang wali murid dari Yayasan Pendidikan Mutia Rahma menjelaskan bahwa masih banyak masalah terkait kesetaraan gender di sekolah ini. Kurangnya keadilan antara guru dengan siswa dan siswi, timpangnya jumlah siswa dengan jumlah siswi, dan kurangnya partisipasi salah satu gender akibat dominasi oleh satu gender lainnya. Dengan masalah yang ada, kegiatan sosialisasi dan edukasi diadakan untuk sama-sama menyadarkan siswa-siswi yang ada tentang pentingnya kesetaraan gender di lingkungan sekolah, dengan harapan masalah yang ada dapat berkurang dan menemukan solusinya.
Secara eksplisit, seorang anggota kelompok mengungkapkan pesan, “Melalui kehadiran kami, kami ingin mengajak teman-teman semua untuk sama-sama sadar bahwa kita berbeda, namun perbedaan yang kita miliki ada baiknya mempersatukan kita semua dan tidak memecah belah keadaan. Kita berbeda, namun kita setara. Kita punya hak dan kewajiban yang sama, kesempatan yang sama, dan kemampuan yang sama untuk bisa saling menghargai dan menghormati.”
Program ini dilaksanakan agar siswa-siswi yang berpartisipasi dalam acara ini bisa belajar untuk menghargai perbedaan gender yang mereka miliki. Namun, perbedaan yang mereka miliki, bukanlah alasan bagi mereka untuk saling merendahkan satu dengan yang lain, namun untuk meningkatkan rasa hormat dan semangat persahabatan yang mereka miliki. Kegiataan ini dipandu dan didampingi oleh seorang mentor kelompok bernama, Elleora Patricia Sitinjak, mahasiswi Universitas Sumatera Utara angkatan 2024.
Selama kegiatan berlangsung, mereka dibagi menjadi 2 bagian. Sisi perempuan dan sisi laku-laki. Hal ini dilakukan karena acara diadakan di sebuah pondok pesantren yang mewajibkan perempuan dan laki-laki dipisahkan tempatnya. Dan ketika games diadakan, kedua kelompok ini kembali dipecah ke dalam 6 kelompok, dimana masing-masing terdiri atas 3 kelompok. Kehadiran kelompok 14 Kesetaraan Gender di Yayasan Pendidikan Mutia Rahma bukan hanya untuk belajar bersama, tetapi juga bermain bersama mereka. Yayasan Pendidikan Mutia Rahma menyambut anggota kelompok dengan perasaan bahagia dan merasa bahwa topik yang dibawakan sangat berharga dan penting bagi anak-anak mereka. Salah seorang guru yang mewakili yayasan pendidikan ini menyampaikan dalam kata sambutannya sebaris pesan dan harapan, “Semoga program yang dijalankan dapat membuka jalan pikiran siswa-siswi untuk terus memiliki kesadaran akan kesetaraan gender dan menghilangkan stereotype-stereotype negatif mengenai salah satu gender di lingkungan sekolah mereka. Dengan harapan, siswa-siswi dapat bertumbuh menjadi manusia yang memanusiakan manusia lainnya sesuai dengan kodrat, hak, dan kewajiban mereka masing-masing sesuai gender mereka.”
***
Tulisan ini merupakan publikasi Kelompok Proyek MKWK 14 Kesetaraan Gender USU dalam kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran akan kesetaraan gender di lingkungan sekolah, yang didampingi oleh mentor : Elleora Patricia Sitinjak dan diketuai oleh Teresia Indriani Sembiring.
Dokumentasi :
Kelompok laki-laki
Kelompok perempuan
Link Youtube : https://youtu.be/gu5UMqdrTnE?si=06DcmxqjOsJfjLp2
Link Instagram : https://www.instagram.com/4teen_ge?igsh=YWthaDlrNG5qemVz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar