Sei Nagalawan — Kelompok mahasiswa Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 01 Ekosistem Kelautan Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan penanaman mangrove serta melakukan wawancara mengenai rehabilitasi mangrove dan penanggulangan polusi laut di Desa Sei Nagalawan, Perbaungan, pada Sabtu, 26 Oktober 2025.
Kelompok Ekosistem Kelautan terdiri dari 24 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di Universitas Sumatera Utara (USU). Muhammad Fadli selaku ketua kelompok menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat, baik dari dalam maupun luar Desa Sei Nagalawan, yang belum mengetahui pentingnya rehabilitasi mangrove serta urgensi penanggulangan polusi laut. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar Desa Sei Nagalawan.
“Kami berharap upaya penanaman mangrove ini dapat menjadi langkah awal bagi program rehabilitasi yang lebih berkelanjutan, serta meningkatkan pemahaman masyarakat dan mahasiswa mengenai pentingnya rehabilitasi mangrove. Kegiatan ini juga melatih kami untuk memahami persoalan pesisir secara langsung dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam menemukan solusinya,” ujarnya.
Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar mengenai pentingnya rehabilitasi mangrove bagi kelestarian ekosistem laut. Kegiatan ini didampingi oleh Sarudin, M.A., selaku dosen pembimbing, dan Rizki Zamiah Harahap selaku mentor.
Selama kegiatan, mahasiswa dibagi menjadi enam kelompok untuk mewawancarai berbagai pihak, seperti aparat desa, ketua kelompok tani hutan, pengelola Muara Badai, remaja putra dan putri, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya mengenai rehabilitasi mangrove. Mahasiswa juga mengumpulkan informasi tentang sejauh mana pemahaman masyarakat terhadap pentingnya rehabilitasi mangrove. Setelah kegiatan wawancara selesai,seluruh mahasiswa melakukan penanaman bibit mangrove di lokasi yang telah ditentukan.
Ketua Kelompok Tani Muara Bambai, Irwan Syahril, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa dan menilai bahwa kegiatan ini sangat baik untuk dilaksanakan serta membawa banyak manfaat. “Rehabilitasi mangrove ini sangat penting dan harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Mangrove bukan hanya melindungi pantai kami dari abrasi, tetapi juga menjadi tempat berkembang biaknya ikan yang membantu perekonomian nelayan. Karena itu, semua pihak perlu terus terlibat, mulai dari pemerintah, komunitas lokal, hingga mahasiswa,” ujarnya.
Irwan juga menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi mangrove yang telah dilaksanakan merupakan langkah yang sangat baik dan memberikan banyak manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi mangrove berperan penting dalam melindungi pantai dari abrasi serta menjadi habitat berkembang biaknya ikan yang menunjang perekonomian para nelayan. Oleh karena itu, Irwan berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan mengingat manfaatnya yang sangat besar bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.
Link YouTube: https://youtu.be/-LYxifi42bs?si=lHlItgorbWF6ZJDB
Link Instagram : https://www.instagram.com/reel/DQoScZ6Dz_E/?igsh=bWttNDljNGY3dnhn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar