Rabu, 03 Desember 2025

Pojok Baca dan Karya: Benteng Karakter Siswa Melawan Tiga Dosa Besar Pendidikan

Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 39 Pendidikan Berkualitas Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program Pojok Baca dan Karya sebagai upaya meningkatkan minat baca dan kreativitas siswa di SMP Yayasan Pendidikan Nur Hasanah, Medan. Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi seputar peningkatan minat baca pada Senin (20/10/2025) dan pembuatan pojok baca serta pojok karya pada Sabtu (01/11/2025).

Pojok Baca dan Pojok Karya menjadi fasilitas literasi yang sebelumnya tidak dimiliki sekolah, mengingat SMP Yayasan Pendidikan Nur Hasanah belum memiliki perpustakaan ataupun sudut baca yang memadai. Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk membaca, mengembangkan kemampuan berekspresi, serta menumbuhkan rasa percaya diri terhadap karya yang dihasilkan.

Program dilaksanakan di salah satu ruang kelas yang awalnya belum dimanfaatkan secara optimal. Ruangan tersebut kemudian diubah menjadi pojok baca yang dilengkapi koleksi buku, serta pojok karya sebagai media apresiasi hasil kreativitas siswa. Sebanyak 38 siswa dari tiga kelas terlibat dalam kegiatan ini, termasuk dalam sesi sosialisasi mengenai pentingnya literasi dan budaya membaca bagi pelajar SMP.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme siswa dan dukungan dari guru. Suasana sekolah menjadi lebih hidup setelah hadirnya fasilitas ini, karena siswa terlihat lebih sering membaca dan menambahkan karya mereka pada papan apresiasi yang disediakan. Hal ini menunjukkan bahwa program tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga membangun rasa percaya diri siswa dalam berkarya.

“Kami berharap Pojok Baca dan Karya berguna dalam belajar dan membuat saya dan teman-teman saya pintar menyimpulkan sesuatu,” ujar Hanin, salah satu siswi yang diwawancarai. Ia juga menuturkan bahwa sebelum adanya program ini, minat membaca siswa cukup tinggi meskipun sekolah tidak memiliki fasilitas perpustakaan. Banyak siswa memanfaatkan platform digital seperti Wattpad dan Webtoon untuk membaca cerita, sehingga hadirnya Pojok Baca diharapkan dapat memperluas pilihan bacaan mereka.

Berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa lainnya, kecenderungan membaca melalui platform digital menunjukkan bahwa minat baca sudah tumbuh, tetapi masih perlu diarahkan pada bacaan cetak yang lebih beragam. Temuan ini menjadi dasar tim pelaksana untuk menambahkan koleksi fiksi dan komik sebagai upaya menyeimbangkan literasi digital dan konvensional.

Program Pojok Baca dan Karya tidak hanya meningkatkan budaya membaca, tetapi juga menjadi salah satu upaya pencegahan tiga dosa besar pendidikan: perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi. Melalui kegiatan literasi, apresiasi karya, dan lingkungan belajar yang positif, siswa didorong untuk membangun empati, keberanian berekspresi, serta saling menghargai perbedaan.

Program ini menjadi contoh implementasi pembelajaran berbasis proyek dalam MKWK USU yang berdampak langsung pada pengembangan karakter siswa dan penguatan lingkungan sekolah. Dengan adanya fasilitas literasi ini, sekolah memiliki sarana keberlanjutan budaya membaca dan ruang ekspresi yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar sehari-hari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar