Kelompok siswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 18 Kesetaraan Gender Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil mengadakan edukasi dan pelatihan kesadaran kesetaraan gender di SMAN 12 Medan, Senin (20/10/2025). Program ini bertujuan untuk mengatasi stereotip gender yang masih melekat di lingkungan sekolah maupun masyarakat dan sekaligus berhasil meningkatkan pemahaman siswa melalui metode berbasis potensi lokal.
Kelompok Proyek 18 Kesetaraan Gender terdiri dari 19 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di USU. R. Naomi Mutiara Simamora, Yolanda Keyla Oktaviani Purba, dan Suthan Mahdan selaku pemateri, menjelaskan bahwa diketahui banyak siswa belum memahami sepenuhnya stereotip gender yang masih melekat di masyarakat. Oleh karenanya, kegiatan ini memberi manfaat dalam meningkatkan keterampilan dan kesadaran siswa SMAN 12 dan masyarakat di Medan.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa kesetaraan gender dapat diwujudkan melalui pendidikan interaktif, diskusi, dan simulasi peran yang melibatkan potensi lokal seperti cerita rakyat dan budaya Sumatera Utara. Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa dan siswa, kami berharap program ini dapat memberi dampak berkelanjutan bagi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian sosial masyarakat sekitar,” ujar Naomi.
Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa SMAN 12 Medan dalam memahami serta menerapkan kesetaraan gender di lingkungan mereka. Kegiatan ini didampingi oleh Drs. Jamorlan Siahaan, M.Hum selaku dosen pembimbing dan Noor Assyifa selaku mentor.
Kelompok Kesetaraan Gender ini dibagi menjadi dua bagian untuk mempermudah dan efesiensi waktu bagi siswa SMAN 12 Medan. Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi oleh pemateri. Pada sesi tanya jawab memungkinkan siswa seperti Andika Simanungkalit berbagi pandangan dan mendapatkan wawasan langsung. Evaluasi dilakukan melalui permainan menyusun puzzle yang telah dipersiapkan oleh anggota kelompok Kesetaraan Gender 18.
Kepala Sekolah SMAN 12 Medan, Theresia Sinaga, menyambut baik dan merasa program tersebut sangat bermanfaat. “Selama ini, mereka tidak tahu adanya potensi kesetaraan gender dari hasil lokal yang ada di sekitaran lingkungan mereka. Dengan adanya peluang ini, kami berharap mereka dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dan berkontribusi lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia sekaligus berharap, program ini dapat membantu siswa SMAN 12 Medan dalam memahami potensi kesetaraan gender. Memiliki keterampilan berpikir kritis yang dapat membantu peningkatan kesadaran sosial, serta memperkuat harmoni masyarakat.
Kegiatan ini juga berhasil menarik partisipasi aktif dari sekitar 65 siswa, dengan testimoni positif seperti dari Andika Simanungkalit: "Sekarang saya paham bahwa kesetaraan gender bukan hanya teori, tapi harus diterapkan sehari-hari."
Link YouTube : https://youtu.be/yLTQwCEg_Ms?si=37G3_Nmck0kT2w4A
Tidak ada komentar:
Posting Komentar