Senin, 01 Desember 2025

Cegah Perundungan Digital, Kelompok MKWK USU Sosialisasi Cyberbullying di SMP Sultan Iskandar Muda

Foto bersama peserta sosialisasi dengan Kelompok Tanpa Perundungan 92
Sabtu (01/11/25),| Sumber Istimewa

LIDA - Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perundungan 82 Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan Sosialisasi dan Edukasi Pemahaman Cyberbullying Guna Peningkatan Karakter di SMP Sultan Iskandar Muda Medan, Sabtu (1/11/2025). 


Sebanyak 20 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sumatera Utara dari berbagai lintas fakultas dan program studi yang tergabung dalam Kelompok Proyek 82 Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Topik Perundungan telah melaksanakan proyek turun lapangan dalam aksi edukasi Anti-Perundungan di SMP Sultan Iskandar Muda Medan. 


Kelompok 82 telah berhasil menyelenggarakan sosialisasi di SMP Sultan Iskandar Muda dengan lancar dan menyampaikan bahasan yang berfokus pada materi pencegahan cyberbullying dan penguatan literasi digital di kalangan pelajar SMP Sultan Iskandar Muda. 


Vicha Aprilyanci, selaku Ketua Kelompok Proyek 82, menjelaskan bahwa motivasi kelompok ini dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tersebut didasarkan oleh kekhawatiran atas meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan pelajar yang belum sepenuhnya diiringi dengan pemanfaatan yang bijak, sehingga memerlukan perhatian agar media sosial tidak menjadi aksi melakukan perundungan secara digital. "Kondisi ini terlihat dari masih maraknya kasus cyberbullying yang terjadi di berbagai platform digital. Hal ini menunjukkan bahwa literasi digital dan etika dalam berkomunikasi secara daring di kalangan siswa dan siswi SMP masih perlu diperkuat agar membentuk karakter sebagai pelajar yang berpendidikan," ujar Vicha


Sementara itu, perwakilan dari pihak sekolah pun turut menyambut baik inisiatif dari sosialisasi ini, pihak sekolah menilai bahwa peran mahasiswa menjadi hal yang penting dalam menjembatani pengetahuan digital yang relevan bagi generasi muda. 


Sosialisasi yang berlangsung interaktif tersebut membawakan materi utama mengenai dampak psikologis dan hukum dari perundungan, baik secara langsung maupun daring. Para mahasiswa memaparkan cara-cara efektif dalam menggunakan media sosial, mengidentifikasi konten yang berpotensi hoax atau provokatif, serta mekanisme pelaporan jika menjadi korban cyberbullying. Sesi tersebut juga melibatkan role-playing untuk mensimulasikan situasi pencegahan perundungan di sekolah. Kelompok 82 Anti Perundungan berharap melalui kegiatan ini, siswa-siswi SMP Sultan Iskandar Muda tidak hanya terhindar dari perilaku perundungan, tetapi juga dapat menjadi generasi perubahan yang menyebarkan sikap positif dan nyaman di lingkungan sekolah. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar