Senin, 01 Desember 2025

Mahasiswa USU Kenalkan “Game Tanpa Bully” untuk Cegah Cyberbullying

LIDA Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kelompok 39 Anti Perundungan menyelenggarakan kegiatan edukasi bertema “Game Tanpa Bully” di SMP Dharma Pancasila Medan pada Sabtu, (1/11/2025).

Kegiatan ini didampingi oleh Merry Alfrida Sitepu, S.H., M.Kn selaku dosen pembimbing dan Arbiahtul Insani Lubis selaku mentor. Kelompok 39 ‘anti perundungan yang terdiri dari 20 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi di Universitas Sumatera Utara (USU). Kegiatan ini berfokus pada pendidikan karakter, literasi digital, dan pencegahan perundungan, khususnya cyberbullying yang banyak terjadi di platform game online yang digunakan remaja.

Ketua kelompok, Hillary L. F. Rarun menjelaskan “Saat ini, banyak sekali ditemui jenis perundungan, mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga digital yang marak terjadi dalam fitur chat gim, salah satunya Roblox. Siswa seringkali menganggap komentar kasar sebagai gurauan, padahal dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental korban”.

Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan. Mahasiswa menayangkan video singkat mengenai perundungan digital sebagai pembuka sebelum masuk ke sesi materi utama. Tim pemateri menjelaskan penyebab munculnya perundungan, dampaknya, serta situasi-situasi yang sering muncul dalam kehidupan siswa, baik di sekolah maupun di dunia game online.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa mempersembahkan drama singkat yang menggambarkan situasi nyata perundungan. Dalam drama tersebut, diperlihatkan bagaimana penghinaan terhadap fisik atau latar belakang seseorang, kiriman pesan intimidatif melalui fitur chat, hingga penyebaran rumor dapat menimbulkan dampak psikologis bagi korban. Penyampaian tersebut dibuat dekat dengan kehidupan siswa sehingga memudahkan mereka memahami contoh-contoh yang kerap muncul dalam interaksi digital.

Maulana Alfatih Siregar, siwa SMP Dharma Pancasila mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya wawasan baru mengenai perundungan di dunia maya. 

“Saya senang dan bahagia karena kakak dan abang memberi kami edukasi tentang perundungan di dunia virtual,”ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pemberian hadiah kepada siswa-siswi SMP Dharma Pancasila. Wakil kepala sekolah SMP Dharma Pancasila, Hesti Novita m Sari Harahap, S.Pd menyampaikan harapannya mengenai proyek ini "Semoga setelah sosialisasi ini, anak-anak semakin paham bahwa bullying sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan,”ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas edukasi yang diberikan mahasiswa USU, mengingat cyberbullying masih sering diabaikan meski dampaknya cukup serius bagi perkembangan emosional siswa.

Melalui kegiatan “Game Tanpa Bully”, mahasiswa berharap siswa dapat berinteraksi dengan lebih bijak, menghargai orang lain, dan memahami konsekuensi dari tindakan mereka di dunia digital.

Selengkapnya temui kami di Instagram @trinainbrave.25 dan di Youtube https://youtu.be/8hekBrEI1Ek


Tidak ada komentar:

Posting Komentar