Senin, 01 Desember 2025

Kelompok 81 MKWK USU Gelar Sosialisasi Anti-Perundungan untuk Siswa Kelas 4 SD Negeri 060885 Medan



Medan – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Kelompok 81 Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti-Perundungan (Bullying) kepada siswa/i kelas 4 SD Negeri 060885 Medan pada Sabtu, 01 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang bahaya perundungan serta cara mencegahnya. Kegiatan sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus perundungan yang dialami anak usia sekolah dasar. Berdasarkan hasil wawancara mahasiswa dengan beberapa siswa kelas 4, terungkap bahwa tindakan perundungan masih sering terjadi baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Para narasumber, menyampaikan bahwa mereka pernah menjadi korban maupun saksi perundungan berupa ejekan, panggilan nama yang tidak pantas, dorongan, tendangan, serta pengucilan dari pergaulan. Beberapa siswa bahkan mengaku merasa takut, sedih, dan enggan pergi ke sekolah karena khawatir mengalami perundungan kembali. Salah satu narasumber, mengatakan bahwa ia pernah diejek teman karena hal kecil dan merasa sedih serta malu. “Kalau diejek atau didorong itu rasanya nggak enak, jadi takut datang ke sekolah,” ungkapnya. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai jenis-jenis perundungan, dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan, serta cara yang tepat untuk bersikap ketika melihat tindakan perundungan. Para siswa juga diajak berdiskusi dan bermain peran untuk memahami pentingnya empati dan keberanian membela kebenaran. Dari hasil wawancara, tampak bahwa sebagian besar siswa memiliki kepedulian tinggi terhadap korban. Mereka menyatakan ingin membantu teman yang dirundung, baik melalui dukungan moral, membela secara baik, dan melapor kepada guru atau orang dewasa. Mereka sepakat bahwa diam saat melihat perundungan bukan sikap yang benar, karena berarti membiarkan perbuatan yang merugikan. Ketua Kelompok 81 MKWK, (Daniel …), menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk membangun kesadaran sejak dini. “Anak-anak perlu dibimbing untuk berani berkata tidak pada perundungan dan menolong temannya yang menjadi korban. Mereka adalah generasi yang akan membentuk budaya sekolah yang aman dan ramah,” ujarnya. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan dan langkah pencegahannya. Ke depan, Kelompok 81 MKWK USU merencanakan pembuatan media edukasi berupa poster dan video kampanye anti-perundungan di lingkungan sekolah. Dengan terlaksananya proyek ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, serta memperkuat komitmen USU dalam pembangunan karakter dan kontribusi sosial melalui implementasi MKWK berbasis proyek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar