Gambar 1 Kelompok 9 Pendidikan Berkualitas USU saat menyapa siswa/i kelas 3 di SD Swasta Katolik Assisi Medan, Sabtu (25/10/2025).
Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 9 Pendidikan Berkualitas Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil melaksanakan sosialisasi ‘PELITA: Pembelajaran Literasi dan Numerasi Terpadu untuk Anak’ di SD Swasta Katolik Assisi Medan, Sabtu (25/10/2025).
Kelompok 9 Pendidikan Berkualitas terdiri dari 20 mahasiswa/i dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Christian Arera Sihite selaku ketua kelompok menjelaskan bahwa PELITA diangkat untuk menjawab tantangan pembelajaran di tingkat pendidikan dasar di Indonesia. “Penggunaan metode gamifikasi, kegiatan ice-breaking, dan pendekatan kolaboratif di kelas adalah langkah yang sangat strategis untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, yang sering kali menjadi kendala dalam pendekatan konvensional. Proyek ini tidak hanya menargetkan penguasaan keterampilan literasi dan numerasi, tetapi juga
memperkenalkan metode pengajaran yang menyenangkan dan memfasilitasi kerja sama di antara siswa, yang sangat penting dalam pembelajaran abad ke-21,” ujarnya.
Selama sosialisasi PELITA berlangsung, Kelompok 9 memberikan materi serta menawarkan kuis dan permainan interaktif kepada 34 siswa/i kelas 3 di SD Swasta Katolik Assisi Medan. Setelah pemaparan materi literasi, siswa diberikan teks ‘Si Milo yang Berani’ dan kuis untuk menguji kemampuan literasi mereka. Begitu pula setelah materi numerasi, siswa diajak untuk menyelesaikan persoalan matematika dasar ‘Domino Perkalian’ secara berkelompok yang terdiri dari 5-6 orang.
Pendekatan kolaboratif ini menarik minat dan antusiasme yang luar biasa dari siswa selama sosialisasi berlangsung. “Mau!” kata mereka setiap kali mendengar kata “permainan”. Selain itu, ada juga permainan Simon Says sebagai ice breaking untuk mempertahankan antusiasme tersebut. “Kakak besok datang lagi, ya...” bujuk mereka di akhir acara. Sayangnya, proyek pembelajaran MKWK ini hanya dilaksanakan sekali dalam satu periode program studi.
Menurut Kepala UPT PP LIDA USU, Prof. Dr. Timbangen Sembiring, MKWK tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, menanamkan etika, serta memperkuat pemahaman terhadap Pancasila, kewarganegaraan, agama, dan budaya Indonesia. Sejak tahun 2022, MKWK diimplementasikan dengan proyek kelompok oleh mahasiswa.
Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin berharap MKWK dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. “Saat ini tidak bisa lagi kita memberikan MKWK secara teori saja. Kita harus menciptakan MKWK ini dapat dilaksanakan oleh mahasiswa di kehidupannya,” ungkapnya.
PELITA diharapkan dapat terus meningkatkan antusiasme serta minat membaca siswa sehingga tidak ada lagi alasan untuk ‘malas membaca’. Melalui proyek ini, mahasiswa juga diharapkan dapat mengalami transformasi karakter dan terus menjadi agen perubahan di masyarakat, terutama di Sumatera Utara.
Hal ini sejalan dengan visi USU untuk mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pengabdian Masyarakat, dengan berkomitmen mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar bermanfaat bagi masyarakat luas dan membantu mengatasi tantangan pembangunan. Melalui PELITA, Kelompok 9 belajar untuk lebih berempati dan peduli terhadap dunia pendidikan dan membawa dampak positif: kegiatan literasi dan numerasi menjadi semakin menyenangkan bagi siswa.
https://youtu.be/NHdd-Wa1kkE?si=JrL1UVrM8V9u21bF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar