Selasa, 02 Desember 2025

Mahasiswa USU Sukses Tingkatkan Kesadaran Iklim Siswa SDN 064034 Medan Melalui Permainan Atteropoly


LIDA- Sembilan belas mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang tergabung  dalam proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), kelompok 2 Penanganan  Perubahan Iklim mengadakan edukasi yang berfokus pada penanganan perubahan  iklim di SDN 064034 Medan pada kelas VIB. Penelitian yang dilakukan pada  Kamis, 13 November 2025 ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 26% skor  pemahaman siswa setelah mereka terlibat dalam proyek aksi nyata. 

Proyek ini berawal dari urgensi global untuk melibatkan generasi muda dalam  upaya penanganan perubahan iklim, hal tersebut sejalan dengan poin ke-13 dalam  Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).  Menurut Sri Ramadhani, S.Pd, selaku wali kelas VIB metode belajar konvensional  sering membuat siswa bosan sehingga kurang dapat menangkap pembelajran yang  diberikan. Oleh karena itu, anggota kelompok menggunakan metode pendekatan  eksperimen kuasi dengan melibatkan 23 siswa kelas VIB untuk menguji efektivitas  media ”Atteropoly”, sebuah permainan interaktif yang terkait dengan pengolahan  sampah. 

Media pembelajaran melalui permainan yang digunakan adalah permainan  ”Atteropoly”. Permainan ”Atteropoly” merupakan sebuah permainan yang  dikenalkan oleh dosen FKM USU ibu Winni R.E. Tumanggor SKM., MPH dan tim,  permainan ini merupakan sebuah papan permainan (board game) modifikasi dari  permainan monopoly yang berfokus pada pengolahan sampah. Menurut Winni R.E.  Tumanggor, media pembelajaran melalui permainan ”Atteropoly” ini memiliki  potensi besar untuk meningkatkan kesadaran akan penanganan perubahan iklim terutama pada anak-anak jenjang sekolah dasar. Secara keseluruhan, ”Atteropoly” 

merupakan media edukasi yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan  keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep, serta menanamkan nilai-nilai  positif melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. 

Hasil pre-test menunjukkan pemahaman awal siswa tentang penanganan perubahan  iklim masih rendah. Namun, setelah dilakukan intervensi berupa pemaparan materi  dan permainan ”Atteropoly” terjadi perubahan pemahaman yang sangat signifikan,  ujar Jilan Sahira selaku ketua kelompok. Selain peningkatan pengetahuan,  intervensi ini juga berhasil menumbuhkan minat dan motivasi siswa untuk  melakukan aksi-aksi sederhana, seperti memilah sampah dan menghemat energi di  lingkungan sekolah. Keberhasilan ini menyoroti peran penting metode  pembelajaran berbasis permainan dalam topik lingkungan. 

Muhammad Rifqy, selaku mentor proyek MKWK kelompok 2 Penanganan  Perubahan Iklim menyambut baik hasil dari proyek ini "Dengan menggunakan  papan permainan "Atteropoly" ini tidak hanya menghibur anak anak yang  memainkan juga secara tidak langsung mengedukasi anak anak tentang sampah",  ujarnya. Harapan juga datang dari pihak sekolah yaitu Sri Ramadhani,S.Pd, wali  kelas VIB yang berharap model ini dapat digunakan untuk mengedukasi  masyarakat dalam mengenai pengolahan sampah sebagai salah satu upaya mitigasi  dan adaptasi terhadap perubahan iklim 

Proyek ini merupakan bagian dari pemenuhan Mata Kuliah Wajib Kurikulum  (MKWK) USU berbasis proyek semester ganjil 2025/2026. Kelompok proyek  merekomendasikan adanya studi lanjutan untuk memantau keberlanjutan  perubahan perilaku siswa ini dalam jangka panjang. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar