LIDA- Sembilan belas mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang tergabung dalam proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), kelompok 2 Penanganan Perubahan Iklim mengadakan edukasi yang berfokus pada penanganan perubahan iklim di SDN 064034 Medan pada kelas VIB. Penelitian yang dilakukan pada Kamis, 13 November 2025 ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 26% skor pemahaman siswa setelah mereka terlibat dalam proyek aksi nyata.
Proyek ini berawal dari urgensi global untuk melibatkan generasi muda dalam upaya penanganan perubahan iklim, hal tersebut sejalan dengan poin ke-13 dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Menurut Sri Ramadhani, S.Pd, selaku wali kelas VIB metode belajar konvensional sering membuat siswa bosan sehingga kurang dapat menangkap pembelajran yang diberikan. Oleh karena itu, anggota kelompok menggunakan metode pendekatan eksperimen kuasi dengan melibatkan 23 siswa kelas VIB untuk menguji efektivitas media ”Atteropoly”, sebuah permainan interaktif yang terkait dengan pengolahan sampah.
Media pembelajaran melalui permainan yang digunakan adalah permainan ”Atteropoly”. Permainan ”Atteropoly” merupakan sebuah permainan yang dikenalkan oleh dosen FKM USU ibu Winni R.E. Tumanggor SKM., MPH dan tim, permainan ini merupakan sebuah papan permainan (board game) modifikasi dari permainan monopoly yang berfokus pada pengolahan sampah. Menurut Winni R.E. Tumanggor, media pembelajaran melalui permainan ”Atteropoly” ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran akan penanganan perubahan iklim terutama pada anak-anak jenjang sekolah dasar. Secara keseluruhan, ”Atteropoly”
merupakan media edukasi yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep, serta menanamkan nilai-nilai positif melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
Hasil pre-test menunjukkan pemahaman awal siswa tentang penanganan perubahan iklim masih rendah. Namun, setelah dilakukan intervensi berupa pemaparan materi dan permainan ”Atteropoly” terjadi perubahan pemahaman yang sangat signifikan, ujar Jilan Sahira selaku ketua kelompok. Selain peningkatan pengetahuan, intervensi ini juga berhasil menumbuhkan minat dan motivasi siswa untuk melakukan aksi-aksi sederhana, seperti memilah sampah dan menghemat energi di lingkungan sekolah. Keberhasilan ini menyoroti peran penting metode pembelajaran berbasis permainan dalam topik lingkungan.
Muhammad Rifqy, selaku mentor proyek MKWK kelompok 2 Penanganan Perubahan Iklim menyambut baik hasil dari proyek ini "Dengan menggunakan papan permainan "Atteropoly" ini tidak hanya menghibur anak anak yang memainkan juga secara tidak langsung mengedukasi anak anak tentang sampah", ujarnya. Harapan juga datang dari pihak sekolah yaitu Sri Ramadhani,S.Pd, wali kelas VIB yang berharap model ini dapat digunakan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengenai pengolahan sampah sebagai salah satu upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim
Proyek ini merupakan bagian dari pemenuhan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) USU berbasis proyek semester ganjil 2025/2026. Kelompok proyek merekomendasikan adanya studi lanjutan untuk memantau keberlanjutan perubahan perilaku siswa ini dalam jangka panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar