Mahasiswa Kelompok 62 Pendidikan Berkualitas Proyek MKWK USU bersama para siswa kelas XII F2 B MAN 2 Medan berfoto bersama usai pelaksanaan seminar, Rabu (22/10/2025).| Sumber Istimewa
LIDA– Kelompok 62 Proyek MKWK Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan seminar interaktif mengenai literasi teknologi dan berpikir kritis di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan, Rabu, (22/10/2025).
Seminar ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi teknologi siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern. Sebelum materi dimulai, mahasiswa USU memberikan pre-test guna melihat tingkat awal literasi digital dan kesadaran siswa terhadap penggunaan teknologi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki kesadaran digital yang baik, sehingga tim dapat menyesuaikan penyampaian materi dengan lebih tepat sasaran. Materi disampaikan secara energik, mencakup pemanfaatan teknologi untuk belajar, strategi memilah informasi kredibel, serta pentingnya literasi digital dalam membangun pola pikir kritis dan kreatif.
Kegiatan seminar dibuat interaktif melalui kuis, mini games, dan sesi tanya jawab yang membuat suasana lebih hidup. Bagian yang paling menarik bagi peserta adalah aktivitas “Detective Case”, yaitu pembelajaran berbasis studi kasus yang mengajak siswa menganalisis data, menentukan akar masalah, dan merumuskan solusi logis. Melalui sesi ini, siswa terlihat sangat antusias, aktif berdiskusi, bertanya, serta bekerja kolaboratif seolah memecahkan masalah nyata.
Ketua pelaksana, Calvin Chaidir, menyampaikan bahwa metode tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menerapkan kemampuan berpikir analitis dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengatakan, “Kami ingin siswa bukan hanya tahu cara menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara berpikir kritis dan analitis saat menggunakannya dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Mentor kegiatan, Nisrina Putri Suheri, turut memberikan apresiasi terhadap semangat belajar para siswa yang dinilai sangat aktif dan responsif. “Para siswa sangat aktif, responsif, dan mampu mengikuti proses analisis dengan baik. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk bersaing di era digital.”
Pihak sekolah juga menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan upaya MAN 2 Medan dalam membentuk siswa berprofil Pelajar Pancasila yang adaptif, kritis, dan cakap digital. Guru Bahasa Inggris MAN 2 Model Medan, Hartini Hutabarat, menilai sistem pembelajaran di sekolah tersebut sudah mengikuti perkembangan zaman. Ia mengatakan, “Fasilitas seperti speaker dan ponsel sudah digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di kelas,” ujarmya.
Guru-guru juga menerapkan metode kreatif dengan mengirim link game terkait materi pelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa, sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa MAN 2 Medan telah memanfaatkan teknologi dan metode pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat serta pemahaman siswa sesuai tuntutan era modern.
Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah, konsumsi, penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, serta sesi foto bersama. Kelompok 62 USU berharap program ini dapat membantu siswa lebih siap menghadapi perkembangan teknologi digital, mampu menyaring informasi secara bijak, dan berkembang menjadi generasi yang inovatif serta adaptif.
Dokumentasi Kegiatan:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar