Senin, 01 Desember 2025

Mahasiswa USU Gelar Sosialisasi Bahaya Cyberbullying di SMA Methodist-2 Medan


Medan, 20 Oktober 2025 — Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Kelompok 96 Perundungan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) melaksanakan sosialisasi bertema “Mengatasi Lingkungan Sekolah dari Cyberbullying dan Pendidikan Karakter di Era Digital” di SMA Methodist-2 Medan pada Senin, 20 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti 20 mahasiswa dan 46 siswa kelas XII IPS 2 sebagai bagian dari implementasi pembelajaran MKWK berbasis proyek.

Ketua pelaksana Raditya Ardesta PA, menjelaskan bahwa pemilihan tema cyberbullying didasarkan pada meningkatnya penggunaan teknologi di kalangan pelajar, sehingga ruang perundungan tidak lagi terbatas pada lingkungan fisik sekolah. “Kasus cyberbullying meningkat di kalangan pelajar. Edukasi seperti ini penting agar siswa memahami risiko serta cara mencegahnya. Pendidikan karakter di era digital sangat dibutuhkan untuk membentuk generasi yang lebih bijak,” ujar Raditya.

Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai konsep cyberbullying, jenis tindakan perundungan digital, serta dampaknya. Setelah itu, para mahasiswa memaparkan materi terkait bentuk-bentuk perundungan, termasuk verbal, fisik, relasional, dan perundungan melalui media digital. Siswa juga diajak mengenali bagaimana unggahan foto tanpa izin atau komentar merendahkan dapat berpengaruh serius terhadap kondisi psikologis korban.

Guru Sosiologi SMA Methodist-2 Medan, Leo Sibarani, menegaskan bahwa upaya pencegahan perlu terus dilakukan meskipun kasus bullying di sekolah tersebut relatif rendah. “Kami selalu mengupayakan suasana sekolah yang inklusif. Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk membentuk lingkungan belajar yang positif,” ujarNya. Ia menambahkan bahwa siswa perlu dilatih untuk menghargai sesama dan tidak menjadikan perbedaan fisik maupun psikologis sebagai alasan merundung.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa. Jason Vedroshi, Wakil Ketua OSIS SMA Methodist-2, menyampaikan bahwa masih banyak pelajar yang belum memahami dampak jangka panjang dari tindakan sederhana di media sosial. “Jangan salah gunakan media sosial. Gunakan dengan bijak dan saling menghargai,” pesannya.

Sebagai bagian dari output proyek MKWK, Kelompok 96 memproduksi poster edukasi, video kampanye anti-perundungan, dan mengunggah seluruh materinya melalui akun Instagram @perundungan_96 dan YouTube @perundungan96 agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman siswa/i mengenai bentuk-bentuk perundungan digital dan cara menanganinya. Mahasiswa juga melakukan sesi tanya jawab, pembagian konsumsi, serta penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi kepada pihak sekolah.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 96 berharap siswa/i SMA Methodist-2 Medan semakin mampu menggunakan media digital secara bijak dan berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas perundungan. Program ini sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran MKWK berbasis proyek yang menekankan empati, literasi digital, kolaborasi, dan kontribusi nyata mahasiswa terhadap masyarakat.

Dokumentasi Sosialisasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar