LIDA - Mahasiswa USU dari Kelompok Perundungan 92 mengadakan sosialisasi anti bullying untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran di kalangan siswa demi mencegah perundungan yang berlokasi di SMPS Harapan Tiga, Selasa (28/10/2025).
"Banyaknya kasus perundungan yang terjadi di kalangan siswa yang masih bertumbuh menjadi alasan kuat yang melatarbelakangi kami untuk terjun ke lapangan demi meningkatkan kesadaran siswa akan perundungan." ungkap Klose Josua selaku ketua kelompok. Dengan demikian, sosialisasi ini dilakukan untuk mengedukasi para siswa agar lebih peka terhadap kasus perundungan sehingga dapat tercapai lingkungan yang sehat tanpa perundungan.
Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan metode pendekatan edukasi partisipatif, yaitu dengan menyampaikan materi melalui presentasi, menayangkan video edukatif tentang bullying, mengadakan ice breaking, serta mengajak seluruh siswa berdiskusi secara interaktif. Mahasiswa menyampaikan materi secara runtut mulai dari latar belakang, pengertian dan bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap kondisi psikologis siswa, hingga langkah-langkah solusi dan pencegahan yang dapat dilakukan.
"Sebagai ketua pelaksana, saya memandang bahwa proyek sosialisasi ini merupakan suatu langkah penting dalam mengurangi kasus perundungan. melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin mengajak para siswa untuk lebih memahami pentingnya empati, menghargai sesama, serta berani menolak tindakan bullying. Saya juga berharap agar sosialisasi ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi kasus perundungan serta membangun budaya sekolah yang lebih aman dan positif," ujar ketua kelompok 92
Melalui sosialisasi yang telah dilakukan Kelompok MKWK 92 Perundungan lakukan, diperoleh hasil melalui angket yang disebarkan kepada siswa/siswi melalui Google Forms. Hasilnya memperlihatkan bahwa 52% siswa/siswi pernah mengalami perundungan dan 74% siswa/siswi yang pernah mengalami perundungan merasa takut untuk melapor perundungan tersebut. Sebanyak 57% siswa/siswi yang pernah mengalami perundungan tersebut juga sering kali merasa cemas terhadap diri mereka dan 65% dari mereka yang mengalami perundungan pernah melaporkan kasus perundungan tersebut kepada orang tua dan guru.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampaknya, serta langkah pencegahannya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan. Melalui sosialisasi ini, siswa didorong untuk mengembangkan sikap empati, saling menghargai, serta keberanian untuk melapor apabila melihat atau mengalami tindakan bullying.
Sosialisasi yang telah terlaksana di SMP Harapan 3 berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Semua anggota tim bekerja secara optimal, mulai dari tahap persiapan materi, koordinasi dengan pihak sekolah, serta pelaksanaan sosialisasi di lapangan. Antusias serta keaktifan para siswa/i saat bertanya dan terlibat dalam diskusi juga menjadi point penting pada sosialisasi yang kami jalankan. Hal ini menunjukkan bahwa topik Perundungan memang sangat penting untuk dipahami sejak dini.
Menurut salah satu siswa SMPS Harapan 3, "Sosialisasi ini sangat efektif meningkatkan kewaspadaan kami terhadap bahaya perundungan, baik di sekolah maupun di media sosial. Kedepannya, kami sepakat untuk melakukan aksi nyata; mulai dari menjaga batasan saat bercanda agar tidak menyakiti hati, memberi dukungan kepada korban, hingga memberanikan diri untuk menegur dan melaporkan pelaku kepada guru. Kami ingin menciptakan lingkungan pertemanan yang saling menghargai agar sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua,” ujarnya.
Selanjutnya diharapkan sosialisasi anti bullying ini mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif sehingga para siswa dapat belajar dengan lebih baik dan nyaman hingga dapat meningkatkan prestasi. Layaknya visi USU yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Setelah melakukan sosialisasi anti bullying, besar harapan agar seluruh warga sekolah menyadari bahwa perilaku perundungan bukanlah hal sepele yang dapat dianggap sebelah mata, melainkan ancaman serius bagi individu yang mengalami perundungan sehingga menjadi penyebab seorang individu merasa terancam serta merusak kesehatan mental. Oleh karena itu, dengan kegiatan ini diharapkan juga agar seluruh warga sekolah maupun masyarakat dapat memiliki rasa empati, saling menghormati, dan menjalin hubungan sosial yang sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar