LIDA - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Kelompok 52 Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) pada 11 Oktober 2025 melaksanakan proyek pembelajaran berbasis komunitas bertajuk “Smart Learning: Memaksimalkan Gadget untuk Pendidikan Inovatif dan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa” di SMA Swasta Harapan 3 Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis proyek, sekaligus mendokumentasikan capaian pembelajaran mahasiswa USU dalam mendukung pendidikan berkualitas di era digital.
Proyek ini lahir dari kesadaran bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar bagi dunia pendidikan. Perkembangan teknologi menjadi faktor pendukung dalam menciptakan pendidikan berkualitas yang bersifat fleksibel dan adaptif, serta mampu memenuhi kebutuhan belajar setiap siswa dengan baik. Dalam hal ini, Smart Learning membekali setiap siswa dengan keterampilan teknologi yang relevan untuk masa depan. Namun, tanpa pengawasan, penggunaannya berpotensi menimbulkan distraksi dan ketergantungan.
Sosialisasi dilakukan dengan upaya menghadirkan solusi nyata dengan menjadikan gadget sebagai jembatan menuju pembelajaran inovatif.
Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa kelas X. Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan berbagai aplikasi edukasi dalam belajar, strategi pengaturan waktu, serta metode evaluasi diri
agar siswa mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Tidak hanya siswa, guru dan orang tua juga dilibatkan untuk memahami peran mereka dalam mengarahkan penggunaan gadget sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat dan adaptif.
Menurut dosen fasilitator, Dr. Gustianingsih, M.Hum, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa. “Model pembelajaran berbasis proyek memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih empati, kolaborasi, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pendidikan di masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh mentor kelompok 52, Kayla Fadiyah Gultom, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan mahasiswa. “Smart learning tidak hanya meningkatkan literasi teknologi siswa, tetapi juga memperkuat kesadaran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget. Dengan sosialisasi berulang, siswa semakin memahami batasan penggunaan teknologi sehingga gadget benar-benar menjadi alat pendukung pendidikan,” jelasnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga disertai dengan kuis interaktif dan penyebaran angket untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Antusiasme siswa dalam berpendapat menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
Hasil angket menunjukkan bahwa siswa telah memiliki gadget dan aktif berinternet, dengan 60,7% menggunakan smartphone sebagai perangkat utama. Rata-rata pemakaian mencapai 6– 8 jam per hari, namun hanya 1–2 jam dipakai untuk belajar. Artinya, gadget lebih sering digunakan untuk hiburan, meski sebagian siswa mulai memanfaatkannya sebagai penunjang pembelajaran. Temuan ini menegaskan perlunya pendampingan agar teknologi benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas belajar.
Sebagai penutup, kegiatan Smart Learning di SMA Harapan 3 Deli Tua diharapkan menjadi model pembelajaran berkelanjutan di USU. Mahasiswa Kelompok 52 berkomitmen untuk memperluas program serupa di sekolah lain, sehingga manfaat pendidikan berbasis teknologi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dengan demikian, USU tidak hanya berperan sebagai institusi akademik saja, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mendorong generasi muda dalam menghadapi tantangan global dengan keterampilan digital yang mumpuni.
Dokumentasi Sosialisasi
https://youtu.be/JdRgSdUlZY8?si=wBmcUmR0s7WtzWAg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar