Foto bersama Mahasiswa dengan Peserta Sosialisasi, Selasa (04/11/25),| Sumber Istimewa
LIDA - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok 28 dalam Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) dengan tema “Kehidupan Sehat dan Sejahtera” melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai “Peran Cuci Tangan yang Baik dan Benar untuk Pencegahan Penyebaran Kuman dan Bakteri” di SMP Negeri 7 Medan, Selasa (04/11/25).
Dengan mengusung “Kegiatan mahasiswa berdampak langsung pada perubahan perilaku masyarakat dalam kebersihan lingkungan,” proyek ini berfokus pada pembentukan kebiasaan sehat di lingkungan sekolah melalui edukasi dan praktik langsung.
Kegiatan berlangsung di ruang kelas VII-4 dan melibatkan 34 siswa sebagai peserta utama. Kepala SMP Negeri 7 Medan, Sitara Simatupang Spd., MM, turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai urgensi perilaku cuci tangan sebagai langkah pencegahan penyakit, diikuti demonstrasi enam langkah cuci tangan sesuai standar WHO. Peserta kemudian diminta mempraktikkan langkah-langkah tersebut agar pemahaman dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kebutuhan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih di lingkungan sekolah, mengingat interaksi siswa yang intens dapat memicu penyebaran kuman apabila kebersihan tidak dijaga dengan baik. Melalui metode ceramah interaktif, praktik langsung, dan pembagian materi edukasi berupa poster, mahasiswa Kelompok 28 berupaya menciptakan perubahan perilaku yang tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan secara berkelanjutan oleh siswa.
Menurut dosen pembimbing MKWK Kelompok 28, Bapak Drs. Agustrisno, M. Sp., kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis proyek yang menekankan kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. “Proyek ini tidak hanya menyampaikan teori kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui praktik dan keteladanan,” ujarnya.
Kepala SMP Negeri 7 Medan, Sitara Simatupang Spd., MM, menyatakan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi siswa. “Setelah kegiatan berlangsung, siswa menjadi lebih sadar untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah menggunakan fasilitas sekolah. Ini menunjukkan adanya perubahan perilaku yang signifikan,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa Kelompok 28, Herdinansyah, menjelaskan bahwa keterlibatan langsung di lingkungan sekolah memberikan pengalaman penting dalam memahami bagaimana edukasi kesehatan dapat mempengaruhi perilaku masyarakat. “Kami melihat siswa sangat antusias, dan mereka mulai menerapkan kebiasaan cuci tangan bahkan di luar sesi praktik,” jelasnya.
Hasil kegiatan ini akan didokumentasikan sebagai bagian dari pelaporan MKWK USU, mencakup data capaian, dokumentasi foto, serta testimoni siswa dan guru.
Program ini diharapkan menjadi contoh praktik baik implementasi pembelajaran MKWK yang inovatif dan berdampak langsung pada lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan ini, USU menegaskan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup dan kebersihan lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar