Foto Bersama Mahasiswa dengan Siswa/i SMA Harapan 1
Medan, Sabtu (01/11/25).| Sumber Istimewa
LIDA — Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil melaksanakan sebuah proyek berdampak sebagai bentuk pencegahan perundungan di SMA Harapan 1 Medan, Sabtu (01/11/25).
Kegiatan sosialisasi yang berfokus pada tema "Tanpa Perundungan" ini merupakan bagian dari pelaksanaan Proyek MKWK (Mata Kuliah Wajib Kurikulum. Pelaksana kegiatan ini adalah Kelompok 37, yang terdiri dari 20 mahasiswa dan didampingi penuh oleh seorang mentor dan seorang dosen fasilitator untuk memastikan proyek berjalan lancar.
Inovasi utama Kelompok 37 adalah menyediakan wadah sebagai media aspirasi untuk pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Selain merancang wadah tersebut, mahasiswa juga memberikan edukasi dan sesi diskusi interaktif. Kegiatan ini sukses besar dan mendapat respons positif dari sekolah serta peserta, berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif.
Keberhasilan program ini juga terlihat dari antusiasme peserta. Salah satu siswi SMA Harapan 1 Medan, yang berpartisipasi dalam sosialisasi tersebut, memberikan tanggapan positif.
“Setelah mengikuti rangkaian kegiatan dan mendengarkan materi yang disampaikan, kami jadi mendapatkan motivasi serta saran terkait perundungan. Games yang dihadirkan juga seru,” ujarnya.
Menanggapi keberhasilan proyek ini, Ketua Kelompok 37, Ghaffany Dino Omar, menyatakan rasa syukur dan bangga. "Kami sangat senang karena seluruh rangkaian sosialisasi berjalan lancar dan diterima dengan baik. Secara pribadi, saya bangga bisa membantu mengedukasi siswa di sini," ujarnya.
Ia pun mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan ini. "Terima kasih sebesarbesarnya kami berikan kepada dosen fasilitator, mentor, serta teman-teman yang berpartisipasi. Kami juga berterima kasih kepada pihak sekolah atas sambutan dan waktu yang diberikan. Semoga apa yang kami sosialisasikan dapat membantu mencegah perundungan di lingkungan sekolah ini,” tambahnya.
Pelaksanaan Proyek MKWK Kelompok 37 dengan tema tanpa perundungan ini menunjukkan bagaimana kebijakan kurikulum kampus dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berdampak pada masyarakat, khususnya dalam mengatasi isu perundungan. Diharapkan, dengan adanya wadah sebagai media aspirasi dan sosialisasi yang interaktif ini, kesadaran anti-perundungan di SMA Harapan 1 Medan dapat tertanam kuat, sekaligus mendukung pencapaian SDGs dengan memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar