Selasa, 02 Desember 2025

USU Dorong Sekolah Ramah Anak Lewat Edukasi Anti-Perundungan




Kelompok mahasiswa Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 104 Perundungan Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan sosialisasi bertema “Sekolah Ramah Anak: Tempat Bertumbuh Tanpa Takut Perundungan” di SD Harapan 1 Medan, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai bentuk-bentuk perundungan serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi terkait berbagai jenis perundungan, seperti perundungan fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying. 

Penyampaian materi disertai contoh konkret yang relevan dengan keseharian siswa agar mereka mampu mengenali bentuk perundungan dengan lebih jelas. Selain itu, mahasiswa juga mengajak siswa berdiskusi mengenai langkah melapor, strategi pencegahan, dan cara menghentikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Interaksi antara pemateri dan siswa semakin meningkat melalui pemutaran video edukasi serta pembagian poster anti-perundungan. Siswa tampak antusias saat menjawab pertanyaan dan mempraktikkan cara menolak ajakan perundungan dengan sikap sopan tetapi tegas.

Pihak sekolah memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Salah satu guru SD Harapan 1 Medan menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut sangat mendukung program pembinaan karakter siswa. “Kegiatan ini membantu siswa memahami perilaku yang tergolong perundungan serta bagaimana bersikap saat menghadapinya,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa Kelompok 104 USU, Yoliana, turut menyampaikan harapannya. “Kami ingin siswa menyadari bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk bertumbuh. Dengan mengenali perundungan, kami berharap mereka lebih berani bersuara dan saling menjaga,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa USU berharap sosialisasi dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan bebas dari tindakan perundungan. Seluruh dokumentasi kegiatan telah diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bahan edukasi lanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar