Mahasiswa USU Kelompok 72 Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), melaksanakan proyek pencegahan cyberbullying di MTs Al Manar, dengan slogan “Stop Cyberbullying and Start Caring”. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang mengikuti Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) telah berhasil melaksanakan proyek pembelajaran tersebut. Salah satu kelompok, yakni kelompok 72 telah melaksanakan kegiatan MKWK bertema perundungan yang berfokus pada pencegahan cyberbullying di MTs Al Manar yang berlokasi di Jl. Karya Bakti No. 34, Pangkalan Masyhur, Kec. Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara 20219. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam memberi edukasi serta meningkatkan kesadaran siswa siswi MTs Al Manar mengenai bahaya dan dampak dari cyberbullying.
Sebagai bagian dari pelaksanaan proyek, kelompok 72 yang beranggota 20 mahasiswa menghasilkan output berupa banner, materi sosialisasi, serta dokumentasi kegiatan yang digunakan untuk mendukung pembelajaran di MTs Al - Manar.
Kegiatan sosialisasi ini di latar belakangi dengan banyaknya kasus cyberbullying yang marak di lingkungan sekolah. Baik pelaku maupun korban cyberbullying merupakan pelajar aktif, sehingga kenyamanan dan edukasi di tingkat sekolah menjadi terganggu. Melalui kegiatan sosialisasi cyberbullying dengan tema "Stop Bully and Start Caring”, kelompok 72 berupaya dalam memberi pemahaman dan wadah untuk menyuarakan suara mereka sebagai korban cyberbullying. Para korban dapat menyuarakan suara mereka melalui DM Instagram sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah.
Selain dari menyuarakan suara korban cyberbullying melalui DM instagram, kelompok 72 menggunakan Metode Penelitian Kualitatif yang berisi studi pustaka, studi lapangan, pendekatan sosialisasi, wawancara mendalam, pelatihan, dan workshop edukatif. Penelitian kualitatif bertujuan memahami secara mendalam masalah cyberbullying pada remaja di era digital. Tahap awal dilakukan pengumpulan sumber dan informasi relevan, kemudian dilanjutkan dengan studi lapangan melalui penentuan lokasi, responden, dan informan. Data dari studi pustaka dan lapangan dianalisis serta diinterpretasikan untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif.
Capaian dari kegiatan sosialisasi ini terlihat dari meningkatnya pemahaman siswa mengenai bahaya dan dampak dari cyberbullying yang diperoleh melalui sosialisasi ini. Kelompok 72 juga berhasil menerima berbagai cerita dari siswa melalui DM Instagram mengenai pengalaman yang mereka hadapi.
Selain itu, sosialisasi berfokus pada pemberian pemahaman mengenai bentuk, dampak, dan strategi pencegahan cyberbullying. Wawancara mendalam dilakukan secara personal dengan siswa dan guru BK untuk menggali pemahaman, pengalaman, serta upaya pencegahan yang diterapkan di lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi ini terdapat puluhan siswa MTs Al - Manar yang belajar dari lapangan sekolah dan ada sekitar 28 siswa di dalam kelas yang mendapatkan pembelajaran dari proyek ini.
Selanjutnya, proyek ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan MTs Al Manar yang dapat menyediakan lokasi kegiatan, ruang kegiatan, murid yang ingin mengikuti kegiatan, dan guru pendamping. Serta tidak lupa bahwa kegiatan ini mendapatkan dukungan dari lembaga seperti LIDA USU, fakultas, dan program studi sehingga proyek ini dapat diselesaikan dengan lancar.
Menanggapi materi sosialisasi berjudul "Darurat Cyberbullying pada Kalangan Remaja: Pengaruh dari Era Digital", Guru Bimbingan Konseling (BK) MTs Al Manar, Nurhayati S.Pd., menekankan pentingnya pengawasan dan kewaspadaan terhadap cyberbullying.
Nurhayati berkata "harus lebih paham mengenai HP ini karena untuk bullying ini paling mudah itu sebenarnya lewat ini (handphone) paling mudah, pada saat ini karena ini kan dunia ini luas handphone ini"
Oleh sebab itu, kegiatan ini diharapkan menjadi model suatu pembelajaran yang berkelanjutan di USU sehingga dapat memperkuat peran kampus dalam pembangunan sosial masyarakat. Melalui pelaksanaan proyek MKWK dengan tema perundungan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang yang berupa pencegahan dan peningkatan kesadaran terhadap cyberbullying di lingkungan sekolah. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman yang berharga melalui pendekatan edukasi dan interaksi dengan siswa di MTs Al - Manar.
Serta diperlukan juga kesadaran bersama dari semua pihak remaja, orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk mengedukasi, mengawasi, serta memberikan dukungan agar generasi muda dapat terhindar dari bahaya perundungan digital ini. Proyek ini berharap dapat membuka mata dan membentuk karakter remaja agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi demi menciptakan lingkungan digital yang aman dan nyaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar