Kamis, 04 Desember 2025

Mahasiswa MKWK USU Kelompok 5 Disabilitas Melakukan Kampanye Peningkatan Kesadaran dan Kepedulian terhadap Penyandang Disabilitas

Wawancara dengan narasumber dari masyarakat umum dan penyandang disabilitas di Mall Deli Park dan CFD kota Medan, Minggu (26/10/2025). | Kelompok 5 Disabilitas


Mahasiswa USU Kelompok 5 Disabilitas telah berhasil melaksanakan proses pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis proyek dengan mengadakan kampanye "Say No" Diskriminasi: Tingkatkan Kesadaran dan Peduli Hak Penyandang Disabilitas yang dilakukan di beberapa tempat, yakni Car Free Day (CFD), Lapangan Merdeka Medan; Stasiun Kereta Api Medan dan Binjai; Deli Park Mall; bus listrik dan di Universitas Sumatera Utara (USU). (26/10/2025 s.d 1/11/2025)

Kegiatan ini dilaksanakan karena masih tingginya praktik diskriminasi terhadap penyandang disabilitas sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif, aksesibel, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua tanpa pengecualian. Selain itu, pelaksanaan kegiatan tersebut juga dikarenakan mahasiswa semester awal USU mendapatkan penugasan MKWK berbasis proyek yang mendorong kontribusi nyata dalam penyelesaian isu sosial di masyarakat.

Kegiatan kampanye ini dilaksanakan dengan berbagai metode, yakni dengan metode orasi mengenai pentingnya perlakuan setara bagi penyandang disabilitas, penggalian persepsi masyarakat dari berbagai kelompok (non-disabilitas, penyedia layanan, keluarga penyandang disabilitas, dan penyandang disabilitas), pembagian brosur edukatif mengenai disabilitas, serta observasi langsung terhadap fasilitas umum untuk menilai tingkat aksesibilitasnya bagi penyandang disabilitas.

Project MKWK ini dilaksanakan oleh 20 orang mahasiswa USU dalam berbagai fakultas dengan bimbingan dari Ibu Rafiqoh Lubis, S.H, M.Hum. selaku dosen fasilitator dan Saudari Nursaripa selaku mentor yang berperan dalam memberikan arahan akademik, masukan substantif, serta pendampingan selama proses perencanaan hingga pelaksanaan kampanye, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan terarah dan sesuai tujuan pembelajaran.

Terdapat berbagai hasil persepsi yang berbeda dari penggalian presepsi masyarakat yang tergabung dari empat (4) titik lokasi. Hasil wawancara menunjukkan adanya kontradiksi antara persepsi masyarakat non-disabilitas dengan masyarakat penyandang disabilitas dan masyarakat dengan anggota keluarga. Beberapa merasa diskriminasi sudah tidak ada, hal itu didukung dengan pernyataan Asi yang berpendapat bahwa di lingkungan sekitarnya tidak terdapat perilaku diskriminatif.

Masyarakat menyatakan menerima penyandang disabilitas, seperti pada saat wawamcaara kami berjumpa dengan seorang penyandang disabilitas, yakni Ibu Lampok Pangaribuan. “Masih terdapat tantangan yang harus dihadapi, termasuk banyaknya tindakan perundungan yang diterima dari lingkungan sekitar. Meskipun empati masyarakat cukup tinggi, pemahaman dan tindakan nyata untuk mendukung inklusi masih rendah, sehingga kualitas hidup penyandang disabilitas tetap tertinggal” ujarnya dalam wawancara khusus dengan kelompok.

Kegiatan kampanye ini terlaksana melalui kolaborasi dengan mitra, yaitu KAI Medan dan KAI Binjai. Kedua mitra tersebut memberikan dukungan melalui kesediaannya untuk menyampaikan persepsi dari sudut pandang penyedia jasa layanan publik, khususnya melalui customer service dan petugas keamanan. Kolaborasi ini memberikan gambaran langsung mengenai pengalaman dan tantangan dalam melayani penyandang disabilitas di fasilitas transportasi umum. Namun di sisi lain terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi oleh pihak penyedia layanan, “Kami siap membantu dan menjamin kenyamanan penumpang disabilitas namun masih banyak kendala operasional seperti training staff mengenai bahasa isyarat yang masih kurang sehingga kami belum dapat mengetahui keinginan para disabilitas bila mereka datang tanpa pendamping.” ujar Fariz seorang staff pelayanan KAI Stasiun Medan. 

Pelaksanaan kegiatan proyek MKWK ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Laboratorium Ilmu Dasar dan Umum (LIDA) USU. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk arahan teknis pelaksanaan proyek, serta fasilitasi administratif yang membantu kelancaran kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan. Peran MITRA KAI dalam proyek MKWK ini sangat membantu anggota Kelompok 5 Disabilitas dalam memberikan informasi kepada masyarakat bahwa fasilitas di KAI sudah memadai para penyandang disabilitas. Kegiatan ini tidak hanya sekedar dalam proyek pembelajaran saja tetapi juga memberikan manfaaat kepada masyarakat, contohnya seperti berkurangnya diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas yg pada dasarnya masih banyak terjadi di kalangan umum, dan sebagai Mahasiswa mereka dapat menjadi agen perubahan untuk mengurangi diskriminasi yang terjadi di lingkungan Kampus.

Berakhirnya rangkaian kegiatan Proyek MKWK yang dilakukan ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Harapannya, semangat yang telah dibangun tidak berhenti pada proyek ini saja, melainkan terus menjadi dorongan kolektif untuk memperjuangkan hak, aksesibilitas, serta penghentian segala bentuk diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Bagi mahasiswa sendiri, kegiatan Proyek MKWK mengubah cara pandang mereka terhadap disabilitas sehingga mereka sebagai “Agent of Change” mampu memulai kebiasaan empati dan peduli yang baru untuk membangun lingkungan yang inklusif. Dengan demikian, Proyek MKWK ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju terwujudnya masyarakat yang benar-benar menghargai keberagaman dan menjunjung kesetaraan bagi semua.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar