Kelompok MKWK 03 "Pendidikan berkualitas" USU saat melakukan sesi foto bersama dengan Peserta didik dalam kegiatan sosialisasi di SMA Swasta Khatolik Budi Murni 2 Medan, Senin (27/10/2025)
Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan sosialisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat pendukung pembelajaran di SMA Swasta Katolik Budi Murni 2 Medan, Senin (27/10/2025).
Kelompok Proyek 03 Pendidikan berkualitas yang terdiri dari 19 mahasiswa- mahasiswi lintas fakultas dan program studi di USU. Fauzan Kurniawan, selaku ketua kelompok, menjelaskan bahwa banyak siswa yang menggunakan AI hanya untuk menyalin jawaban, tanpa memahami cara memanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas akademik. Oleh karena itu, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa-i mengenai konsep dasar AI, manfaatnya dalam pembelajaran, serta cara menggunakannya dengan bijak dan etis.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan penggunaan AI secara positif dan bertanggung jawab, misalnya untuk membuat rangkuman materi, latihan menulis, serta membantu presentasi kreatif. Kami berharap siswa mampu melihat AI sebagai alat belajar, bukan alat instan,” ujarnya.
Kegiatan ini didampingi oleh Drs. Pilemon Bukit S.Th., M.Th sebagai dosen fasilitator dan Betaria Sagala sebagai mentor. Selama sosialisasi, siswa mengikuti pemaparan materi, diskusi interaktif, praktik penggunaan aplikasi AI, serta kuis evaluatif untuk mengukur pemahaman.
Siswa diperkenalkan pada beragam penggunaan AI yang mendukung pembelajaran, seperti platform belajar adaptif, aplikasi penerjemah, alat analisis teks, serta fitur peringkasan materi. Peserta juga diberi pemahaman mengenai etika berteknologi dan keamanan data pribadi.
Kelompok MKWK 03 "Pendidikan berkualitas" USU saat melakukan sesi foto bersama dengan
Kepala Sekolah SMA Swasta Katolik Budi Murni 2 Medan,Bapak Drs. Rafael sitanggang, M.si, Senin (27/10/25)
Kepala sekolah SMA Swasta Katolik Budi Murni 2 Medan, Drs. Rafael Sitanggang, M.Si, menyambut baik dan menilai program ini relevan dengan kebutuhan literasi digital siswa saat ini. ”Sosialisasi yang dilakukan sangat inovatif karena sangat penting dalam perkembangan digitalisasi pendidikan sekarang. Karena AI ini sangat membantu dalam belajar. Namun, teknologi Artificial Intelligence (AI) ini harus dihindari sisi negatifnya. Jadi, saya harap melalui sosialisasi ini siswa siswi dapat memahami AI dengan baik dan menggunakannya ke hal-hal yang positif dan membantu dalam belajar mereka,” ungkapnya.
Program ini diharapkan memberi dampak positif jangka panjang dengan membangun pemahaman siswa mengenai penggunaan AI yang tepat, produktif, dan bertanggung jawab. Selain membantu meningkatkan kemampuan akademik, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjadi pembelajar mandiri di era digital.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar