Medan — Kelompok 1 Penanganan Perubahan Iklim MKWK Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan proyek pembelajaran berbasis komunitas di Lapangan Merdeka Medan dan Taman Cadika sebagai bentuk kontribusi terhadap isu lingkungan, khususnya polusi udara yang disebabkan oleh emisi karbon. Kegiatan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13: Penanganan Perubahan Iklim (26/10/25).
Kegiatan lapangan ini mencakup wawancara masyarakat, pembagian brosur edukatif, serta
penyampaian informasi mengenai bahaya emisi karbon dan langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menguranginya. Edukasi disampaikan secara ringan agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.
Salah satu narasumber yang diwawancarai adalah Marahusin Lubis, alumni Fakultas Hukum
USU sekaligus mantan pegawai di beberapa dinas Pemerintah Kota Medan. Ia menekankan
pentingnya penggunaan transportasi ramah lingkungan. Menurutnya, "Saya cukup sering menggunakan transportasi umum. Selain praktis, ini juga membantu mengurangi polusi udara."
Marahusin juga mengapresiasi hadirnya bus listrik di Kota Medan dan mendorong masyarakat untuk menggunakannya. “Saya mengimbau masyarakat Kota Medan untuk mulai beralih menggunakan bus listrik sebagai langkah sederhana menjaga kualitas udara,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, kelompok berharap para narasumber dan individu yang ditemui dapat
memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai isu perubahan iklim dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mengajak warga untuk melakukan langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menghemat energi, dan menjaga ruang terbuka hijau. Tindakan kecil tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kualitas lingkungan.
Sasaran utama kegiatan ini adalah para narasumber yang ditemui di lokasi, yang bersedia
memberikan pandangan mengenai penggunaan transportasi ramah lingkungan dan pemahaman tentang polusi udara. Kegiatan berfokus pada edukasi langsung kepada individu yang ditemui, tanpa menggambarkan keseluruhan masyarakat sebagai satu kesatuan. Kegiatan berfokus pada edukasi langsung kepada individu yang ditemui, tanpa menggambarkan keseluruhan masyarakat sebagai satu kesatuan.
Sebagai bagian dari dokumentasi, kelompok juga merilis video kegiatan yang berisi proses
wawancara, pembagian brosur, dan interaksi dengan masyarakat. Video tersebut dapat diakses melalui tautan berikut:
YouTube:
[https://youtu.be/CHgSBWNbOGw?si=kS0NB6tzKyimwYcy](https://youtu.be/CHgSBWNb
OGw?si=kS0NB6tzKyimwYcy)
Sebagai bentuk inovasi pembelajaran, kegiatan ini menerapkan metode project-based learning melalui edukasi langsung, wawancara, dan pembagian brosur, sehingga mahasiswa dapat berinteraksi dan belajar dari situasi nyata di lapangan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh implementasi pembelajaran berbasis proyek di USU, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan untuk
kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar