Kelompok MKWK 126 “Perundungan” USU saat menyampaikan osialisasi dan edukasi anti-perundungan kepada siswa-siswi SMP Swasta Al-Razi Sinar Harapan Medan (1/11/2025).
MEDAN - Perundungan masih menjadi tantangan nyata di banyak sekolah di Indonesia, termasuk di Kota Medan, di mana kasus-kasus seperti ejekan, pengucilan, hingga kekerasan fisik masih kerap terjadi di antara siswa. Di era digital, bentuk perundungan juga semakin beragam, misalnya melalui media sosial atau pesan singkat yang dapat menyebar dengan cepat dan berdampak lebih luas. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, rasa percaya diri, dan prestasi siswa. Melihat dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan, upaya pencegahan dan edukasi mengenai perundungan menjadi sangat penting dilakukan sejak dini, terutama pada tingkat sekolah menengah pertama yang merupakan fase pembentukan karakter remaja.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang mengikuti Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) mengambil peran aktif dalam memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pencegahan perundungan. Melalui kegiatan sosialisasi, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong perilaku positif di kalangan siswa.
Atas dasar inilah, mahasiswa kelompok 126 Perundungan USU melaksanakan sosialisasi antiperundungan di SMP Swasta Al-Razi Sinar Harapan Medan pada 1 November 2025. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi antiperundungan, meningkatkan kepekaan siswa terhadap tindakan perundungan, serta membekali mereka dengan langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan ini, kami memaparkan materi mengenai pengertian perundungan, bentuk-bentuknya, serta dampak yang dapat ditimbulkan baik bagi korban maupun pelaku.Tak hanya melalui penjelasan langsung, kami juga memperkenalkan sebuah website edukatif yang berisi informasi lengkap tentang apa itu perundungan, cara mencegahnya, dan langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi kasus tersebut. Website ini dirancang agar siswa dapat belajar secara mandiri dan tetap memperoleh pemahaman yang jelas meski di luar sesi sosialisasi.
Untuk meningkatkan keterlibatan siswa, kami juga menyediakan kuis interaktif yang berisi pertanyaan seputar materi perundungan. Melalui kuis ini, siswa dapat menguji pemahaman mereka sekaligus memperkuat pesan penting tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundungan.
Dengan metode penyampaian langsung, dukungan media digital, serta aktivitas interaktif, kegiatan sosialisasi diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan sikap anti-perundungan pada seluruh siswa SMP Al Razi.
Kegiatan edukasi anti perundungan yang dilaksanakan di SMP Al Razi Sinar Harapan berlangsung dengan baik dan mendapat respon positif dari para siswa. Selama kegiatan, siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai bentuk perundungan, baik fisik, verbal, maupun psikologis yang disampaikan oleh beberapa pemateri. Sehingga mereka baru menyadari bahwa beberapa tindakan yang sebelumnya dianggap biasa ternyata termasuk juga dalam kategori bentuk perundungan.
Antusiasme siswa-siswi SMP Al Razi dapat dilihat melalui partisipasi aktif mereka dalam sesi tanya jawab. Selain itu, materi edukasi ini sangat membantu mereka untuk memahami dampak serius bullying terhadap kesehatan mental.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi salah satu wadah bagi siswa-siswi SMP Al Razi untuk meningkatkan kesadaran, memperkuat rasa empati, dan mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman dan saling menghargai.
Dalam kegiatan ini, seluruh pihak terlibat bekerja sama dengan baik dan berpartisipasi aktif untuk mencapai tujuan penyuluhan. SMP Al-Razi Sinar Harapan berperan dalam menyediakan sarana, fasilitas, serta memastikan kehadiran siswa sebagai peserta. Sementara itu, Kelompok 126 perundungan MKWK Universitas Sumatera Utara (USU) yang terdiri dari mahasiswa Universitas Sumatera Utara hadir sebagai narasumber utama. Kelompok ini menyampaikan informasi serta materi edukasi mengenai apa itu perundungan, bentuk-bentuknya, hingga dampak negatif yang dapat dialami korban maupun lingkungan sekolah. Tidak hanya memberikan materi, narasumber juga membantu siswa, berbagi pengalaman pribadi, serta menyampaikan pesan-pesan penting selama penyuluhan berlangsung.
Kerja sama antara pihak sekolah dan Kelompok 126 perundungan MKWK Universitas Sumatera Utara (USU) turut memastikan kegiatan berjalan dengan lancar, menarik, serta meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi antiperundungan oleh Mahasiswa Kelompok 126 perundungan MKWK Universitas Sumatera Utara (USU) berjalan dengan lancar berkat dukungan dari berbagai lembaga di lingkungan universitas. Laboratorium Ilmu Dasar (LIDA) USU sebagai lembaga pengampu kegiatan MKWK memberikan arahan serta pedoman pelaksanaan sehingga kegiatan berjalan dengan baik sesuai prosedur, dan selaras dengan tujuan pembentukan karakter mahasiswa. Melalui pengawasan dan kerja sama, LIDA USU memastikan kegiatan ini memenuhi nilai-nilai pendidikan dan pengabdian yang diharapkan.
Fakultas dan program studi masing-masing mahasiswa turut memberikan izin serta mendorong mahasiswa untuk menjalankan kegiatan MKWK dengan baik. Dukungan ini membantu kegiatan berjalan tertib dan sesuai tujuan pembelajaran.
Sebagai penutup, kegiatan sosialisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan penuh empati. Para siswa tidak hanya dibekali pemahaman, tetapi juga diajak untuk berani bersuara dan saling menjaga di lingkungan sekolah. Seperti yang pernah disampaikan oleh Gibran Rakabuming Raka, “Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita, tempat yang bebas dari perundungan.” Pesan ini menjadi pengingat sekaligus komitmen bersama bahwa pendidikan yang baik hanya dapat terwujud dalam suasana yang saling menghargai dan melindungi satu sama lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar