Medan – Sekelompok Mahasiswa Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Universitas Sumatera Utara (USU) menghadirkan inovasi eco-friendly berupa beeswax wrap kepada siswa/i kelas XI Tata Boga SMK Negeri 8 Medan yang disambut antusias pada sosialisasi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok 1 MKWK Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab pada Selasa (21/10/25) sebagai bentuk edukasi pada generasi muda untuk peduli terhadap isu lingkungan yang mendesak.
Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, Kelompok 1 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab USU diketuai oleh Shinta Phrameswari Hartono tersebut berhasil mempraktikan langsung cara kerja dan manfaat beeswax wrap sebagai pembungkus makanan yang aman, alami, serta dapat digunakan berulang. Sosialisasi ini dihadiri sekitar 30 orang audiensi yang merupakan siswa/i SMKN 8 Medan, kesertaan siswa/i tersebut menunjukkan rasa keantusiasmesan terhadap sosialisasi yang di elaborasikan pada sesi materi, kuis, game, dan praktik.
Sosialisasi ini dapat terkoordinasi dengan baik atas bimbingan Prof. Pujiati, M.Soc., Ph.D., selaku dosen fasilitator dan Sufi Sajiddah selaku mentor kelompok ini. Kegiatan tersebut berjalan baik yang dimulai dengan sambutan hangat oleh Master of Ceremony Mona Abigail Barimbing, kemudian dilanjuti dengan pemberian kata sambutan oleh Shinta Phrameswari Hartono yang menegaskan harapannya bahwa kegiatan sosialisasi ini dapat berjalan dengan lancar serta keaktifan audiens sangat penting untuk menjadi tolak ukur pemahaman terhadap materi yang disajikan.
Disusul dengan pembacaan doa yang dilaksankan dengan khidmat oleh M. Dava Pratama agar pelaksanaan sosialisasi berlangsung dengan tentram, sosialisasi terus berlangsung dengan menghadirkan berbagai rangkaian aktivitas seperti pemaparan materi yang dilangsungkan oleh Chelsea Simbolon, Shinta Phrameswari Hartono, Muhammad Ar Rofi Nst, dan Windi Yelda Hulu. Pemaparan materi itu berfokus pada dampak sampah plastik terhadap lingkungan, khususnya di Kota Medan yang menghasilkan ratusan ton sampah plastik setiap harinya.
Penjelasan ini menjadi dasar mengapa penggunaan alternatif yang lebih ramah lingkungan perlu segera diperkenalkan kepada generasi muda. Kelompok 1 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab USU menjelaskan bahwa beeswax wrap terbuat dari kain katun yang dilapisi lilin lebah, resin, dan minyak alami yang berfungsi sebagai lapisan alami dalam menghambat transpirasi untuk menjaga kesegaran makanan tanpa menimbulkan polusi. Penjelasan ilmiah mengenai manfaat lilin lebah tersebut menunjukkan keunggulan beeswax wrap dibanding plastik lain pada umumnya.
Setelah elaborasi materi, siswa/i SMKN 8 Medan turut diajak partisipasif dengan melangsungkan ice breaking yang di dampingi oleh Fitrah Hanifah Ramadhani, Nadza Clarrisa, Tengku Ariqah Khairah Husni, Franciscus Xaverius Simbora Manurung, Liviana Monita Manullang, Suci Ramadhana, Putri Ayu Retno Wulan, Eci Dwi Nandita, Fiskauli Pondang Siallagan, dan Houra Farrin Pulungan. Sesi ice breaking tersebut guna untuk mempertahankan konsentrasi siswa/i serta membangun hubungan interaksi yang baik antara anggota kelompok dengan siswa/i SMKN 8 Medan.
Aktivitas tersebut dilanjuti dengan melakukan demonstrasi cara penggunaan beeswax wrap oleh Muhammad Ar Rofi Nst, dan Windi Yelda Hulu, mulai dari teknik melipat untuk menyimpan makanan hingga cara perawatan yang benar agar produk dapat dipakai berulang. Pada sesi ini, siswa terlihat aktif bertanya mengenai fungsi, keamanan bahan, dan potensi inovasi yang bisa dikembangkan di dunia kuliner. Beberapa siswa mengungkapkan ketertarikannya untuk mengadopsi beeswax wrap dalam praktik tata boga mereka.
Salah seorang siswa kelas XI Tata Boga menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut. “Saya sangat tertarik dan antusias untuk beralih ke beeswax wrap sebagai pengganti plastik. Selain menjaga lingkungan, penggunaan bahan alami ini juga memberi nilai tambah pada produk makanan,” ujarnya. Siswa lain menambahkan bahwa ia merasa sosialisasi tersebut membuka pemahaman baru mengenai pentingnya inovasi ramah lingkungan dalam industri kuliner.
Selain menerima materi, siswa juga diminta mengisi kuesioner untuk menilai tingkat pemahaman sebelum dan sesudah sosialisasi. Data yang terkumpul menunjukkan adanya peningkatan signifikan, baik dari pengetahuan mengenai fungsi beeswax wrap maupun kesadaran mereka untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Mayoritas siswa menyatakan sangat antusias dan menyebut bahwa kegiatan ini relevan dengan kebutuhan mereka sebagai calon pelaku industri makanan dan minuman. Bahkan beberapa siswa mengaku telah mencoba menggunakan beeswax wrap di rumah setelah memperoleh materi.
Bagi Kelompok 1 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab USU sosialisasi ini memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan design thinking, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan materi, hingga pengujian efektivitas edukasi melalui pre-test dan post-test. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dalam mengurangi penggunaan plastik sekaligus memperkenalkan inovasi sederhana yang ramah lingkungan.
Kegiatan sosialisasi beeswax wrap di SMKN 8 Medan diharapkan tidak hanya menjadi program sekali jalan, tetapi juga mampu mendorong praktik berkelanjutan di lingkungan sekolah. Dengan meningkatnya kesadaran siswa dan potensi penerapan dalam kegiatan tata boga, inovasi ini berpeluang menjadi bagian dari kebiasaan baru dalam pengolahan makanan sehari-hari. Melalui program MKWK USU, mahasiswa dan siswa sama-sama berkontribusi menciptakan langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau dan bertanggung jawab. Acara pun diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama siswa/i dan pemberian hadiah kepada pihak sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar