Medan - Sebanyak 18 mahasiswa USU dari berbagai fakultas berhasil melakukan kegiatan
proyek MKWK berbasis kelompok yang berupa sosialisasi anti-bullying di SMP Negeri 10
Medan pada 25 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang
pencegahan perundungan fisik, verbal, dan digital, serta membantu mereka mengenali,
menghindari, dan menolak kekerasan. Selain itu, kegiatan mendorong budaya sekolah aman,
nyaman, dan inklusif, di mana siswa merasa dihargai serta terlindungi dari diskriminasi dan
rasa takut.
Proyek ini menerapkan Design Thinking melalui kegiatan kelas interaktif: diskusi jenis
bullying, role play pengenalan situasi perundungan, ice breaking empati-solidaritas, dan
materi visual dampaknya. Pendekatan ini mendorong siswa aktif memahami, menolak,
mencegah, serta melaporkan bullying sambil membangun empati sebaya. Guru pendamping
menilai metode partisipatif ini membuat siswa lebih berani terbuka dan sadar akan dampak
serius bullying, dibuktikan antusiasme tinggi saat role play.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa MKWK USU dengan: Pihak sekolah SMP
Negeri 10 Medan,LIDA USU,Dosen Fasilitator Bapak Marubat Sitorus, S.Pd., MM. Pd, serta
Mentor Ines Eliyana Br. Ginting, serta masyarakat dan orang tua siswa. Kolaborasi yang
dilakukan di Kota Medan ini semakin menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying tidak
dapat berjalan efektif jika hanya dilakukan oleh satu pihak saja.
Harapan pihak sekolah terhadap sosialisasi ini sangat besar. “Sosialisasi membantu
memperkuat edukasi yang sudah berjalan,sekolah melihat bahwa materi dari pihak luar sering
lebih menarik, segar, dan relevan, sehingga membuat siswa serta guru mendapatkan perspektif
baru terkait bullying,serta Sekolah juga merasa kegiatan ini membantu memperkuat komitmen
mereka sebagai institusi yang mendorong keamanan, kedisiplinan, dan kenyamanan bagi
seluruh warga sekolah”, ujarnya.
Kegiatan ini memungkinkan mahasiswa USU mengembangkan empati, solidaritas, dan
tanggung jawab sosial. Program diharapkan menjadi model berkelanjutan yang direplikasi di
sekolah-sekolah Medan untuk dampak luas, sekaligus menunjukkan komitmen USU
membangun karakter peserta didik serta lingkungan belajar aman, inklusif, dan bebas
perundungan demi ekosistem pendidikan sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar