Selasa, 02 Desember 2025

Kelompok MKWK Ekosistem Daratan 02 Sosialisasikan Pembuatan Biopori Kepada Siswa SMPN 10 Medan

 




LIDA - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) pada tanggal 1 November 2025  telah berhasil melaksanakan proyek pembelajaran berbasis komunitas di SMPN 10 Medan, Sabtu (01/11/25) 

Kegiatan pembuatan lubang biopori oleh kelompok 02 Ekosistem Daratan di SMP Negeri 10 Medan dilaksanakan sebagai respons terhadap berbagai persoalan lingkungan di sekolah tersebut, mulai dari genangan air saat hujan, minimnya resapan, hingga penumpukan sampah organik. Mahasiswa MKWK Ekosistem Daratan 02 USU melihat kondisi ini sebagai peluang untuk menerapkan pembelajaran berbasis aksi nyata dalam konservasi lingkungan.

Dalam pelaksanaan proyek ini, anggota kelompok dibagi menjadi 3 divisi yang saling bekerja sama dalam menyusun dan mempersiapkan rangkaian acara. Mulai dari survei lokasi, menyusun materi sosialisasi, melakukan dokumentasi hingga mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat lubang resapan biopori. Kegiatan ini didampingi oleh Ance Marintan D. Sitohang, Sp., M.div., M.th selaku dosen fasilitator dan Widiyah Nadeak selaku mentor. 

Program ini dimulai dengan mensosialisasikan manfaat dan tujuan dari pembuatan lubang biopori kemudian dilanjutkan dengan pembuatan lubang biopori yang memanfaatkan sampah organik dari lingkungan sekolah sebagai isi biopori untuk meningkatkan daya serap tanah sekaligus memperbaiki kualitas struktur tanah.

Yazid Ikram, selaku ketua kelompok, memaparkan manfaat dari biopori. “Melalui sosialisasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa biopori bukan hanya lubang kecil di tanah, tetapi salah satu teknologi tepat guna yang sangat bermanfaat untuk lingkungan sekolah SMPN 10 Medan. Dengan biopori, sampah organik bisa terurai lebih cepat dan tanah menjadi lebih subur," ucapnya.

Ketua TPPK SMPN 10 Medan, Iwan Pinem, S.Pd menyambut baik dan merasa sosialisasi ini sangat bermanfaat. “Dengan adanya sosialisasi ini kami merasa bahwasannya siswa menjadi lebih paham tentang bagaimana mengelola sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan kering yang berserakan di lingkungan sekolah” ujarnya. Beliau juga berharap sosialisasi yang kami lakukan bisa memberi manfaat jangka panjang khususnya untuk siswa-siswi SMPN 10 Medan.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga sumber daya alam dan mampu menerapkan keterampilan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan sekolah dan komunitas, program ini menjadi langkah berkelanjutan untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan serta mempersiapkan generasi yang berkontribusi dalam pelestarian ekosistem daratan di masa depan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar