Selasa, 09 Desember 2025

Pengembangan Infrastruktur Mini : Pojok Baca dari Barang Bekas


Kelompok MKWK 5“Industri, Inovasi, & Infrastruktur” USU saat bersama anak anak Panti  Asuhan Universal Anak Indonesia, Senin (3/11/2025) ,| Sumber Istimewa 

Mahasiswa MKWK USU Gelar Program Pengembangan Pojok Baca dari Barang  Bekas di Panti Asuhan Universal Anak Indonesia. Kelompok Proyek Mata Kuliah Wajib  Kurikulum (MKWK) 05 Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan  Pengembangan Infrastruktur Mini: Pojok Baca dari Barang Bekas di Panti Asuhan Universal  Anak Indonesia, Senin (3/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 19 mahasiswa dari berbagai  fakultas dan program studi di USU. Program tersebut merupakan bentuk pengabdian  mahasiswa untuk meningkatkan budaya literasi dan kepedulian lingkungan melalui  pemanfaatan material daur ulang. 

Ketua Kelompok 5, Muhammad Syauqi, menjelaskan bahwa masih banyak anak-anak  panti asuhan yang belum mendapatkan akses fasilitas literasi memadai, seperti ruang baca atau  koleksi buku yang layak. Oleh karena itu, proyek ini diharapkan dapat membantu menyediakan  lingkungan belajar yang inklusif dan ramah lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin  menunjukkan bahwa barang bekas seperti botol plastik, kardus, papan bekas, hingga kain perca 

dapat diolah menjadi fasilitas yang bermanfaat. Pojok baca ini kami rancang agar nyaman,  menarik, dan dapat meningkatkan minat baca anak-anak panti,” ujarnya. Proyek ini didampingi  oleh dosen pembimbing serta melibatkan seluruh anggota kelompok sesuai divisi masing masing, seperti divisi acara, perlengkapan, dokumentasi, dan konsumsi. Sebelum hari  pelaksanaan, mahasiswa telah melalui beberapa tahap seperti survei lokasi, penyusunan  proposal, dan koordinasi teknis internal. 

Selama kegiatan, anak-anak panti diajak mengikuti beberapa agenda, mulai dari  pembukaan, ice breaking, pemaparan materi tentang literasi dan daur ulang, hingga melihat  langsung proses penataan Pojok Baca. Pojok baca tersebut dibuat menggunakan berbagai  barang bekas yang telah dirakit menjadi rak buku, meja kecil, dekorasi, serta alas duduk. Usai  pemasangan, dilakukan peresmian dan penyerahan pojok baca secara simbolis kepada pihak  panti asuhan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan sertifikat, serta  pembagian konsumsi kepada peserta. Pengurus Panti Asuhan Universal Anak Indonesia  menyambut baik kegiatan ini. Mereka menyampaikan bahwa fasilitas pojok baca sangat  dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi belajar anak-anak asuh. “Selama ini anak-anak  kurang memiliki ruang membaca yang nyaman. Kehadiran pojok baca ini sangat membantu  dan memberi inspirasi agar mereka lebih gemar membaca. Selain itu, konsep daur ulang juga  memberi contoh positif tentang bagaimana barang bekas dapat bermanfaat,” ujar Vivin Alvita  salah satu perwakilan pengurus panti. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pojok baca yang telah dibuat dapat  dimanfaatkan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi model yang bisa direplikasi di panti  asuhan lain. Program ini bukan hanya berfokus pada peningkatan literasi, tetapi juga  menumbuhkan kreativitas, gotong royong, dan kesadaran lingkungan—selaras dengan tujuan  MKWK di USU untuk membentuk mahasiswa yang peduli dan berperan aktif dalam  masyarakat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar