Kelompok MKWK 5“Industri, Inovasi, & Infrastruktur” USU saat bersama anak anak Panti Asuhan Universal Anak Indonesia, Senin (3/11/2025) ,| Sumber Istimewa
Mahasiswa MKWK USU Gelar Program Pengembangan Pojok Baca dari Barang Bekas di Panti Asuhan Universal Anak Indonesia. Kelompok Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 05 Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Pengembangan Infrastruktur Mini: Pojok Baca dari Barang Bekas di Panti Asuhan Universal Anak Indonesia, Senin (3/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 19 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa untuk meningkatkan budaya literasi dan kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan material daur ulang.
Ketua Kelompok 5, Muhammad Syauqi, menjelaskan bahwa masih banyak anak-anak panti asuhan yang belum mendapatkan akses fasilitas literasi memadai, seperti ruang baca atau koleksi buku yang layak. Oleh karena itu, proyek ini diharapkan dapat membantu menyediakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas seperti botol plastik, kardus, papan bekas, hingga kain perca
dapat diolah menjadi fasilitas yang bermanfaat. Pojok baca ini kami rancang agar nyaman, menarik, dan dapat meningkatkan minat baca anak-anak panti,” ujarnya. Proyek ini didampingi oleh dosen pembimbing serta melibatkan seluruh anggota kelompok sesuai divisi masing masing, seperti divisi acara, perlengkapan, dokumentasi, dan konsumsi. Sebelum hari pelaksanaan, mahasiswa telah melalui beberapa tahap seperti survei lokasi, penyusunan proposal, dan koordinasi teknis internal.
Selama kegiatan, anak-anak panti diajak mengikuti beberapa agenda, mulai dari pembukaan, ice breaking, pemaparan materi tentang literasi dan daur ulang, hingga melihat langsung proses penataan Pojok Baca. Pojok baca tersebut dibuat menggunakan berbagai barang bekas yang telah dirakit menjadi rak buku, meja kecil, dekorasi, serta alas duduk. Usai pemasangan, dilakukan peresmian dan penyerahan pojok baca secara simbolis kepada pihak panti asuhan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan sertifikat, serta pembagian konsumsi kepada peserta. Pengurus Panti Asuhan Universal Anak Indonesia menyambut baik kegiatan ini. Mereka menyampaikan bahwa fasilitas pojok baca sangat dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi belajar anak-anak asuh. “Selama ini anak-anak kurang memiliki ruang membaca yang nyaman. Kehadiran pojok baca ini sangat membantu dan memberi inspirasi agar mereka lebih gemar membaca. Selain itu, konsep daur ulang juga memberi contoh positif tentang bagaimana barang bekas dapat bermanfaat,” ujar Vivin Alvita salah satu perwakilan pengurus panti.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pojok baca yang telah dibuat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi model yang bisa direplikasi di panti asuhan lain. Program ini bukan hanya berfokus pada peningkatan literasi, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, gotong royong, dan kesadaran lingkungan—selaras dengan tujuan MKWK di USU untuk membentuk mahasiswa yang peduli dan berperan aktif dalam masyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar