Kelompok mahasiswa proyek MKWK Disabilitas 10 USU berfoto bersama siswa UPT SLB-E Negeri PTP Sumatera Utara, Rabu (5/11/2025). l Sumber Istimewa
Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Disabilitas 10 Universitas Sumatera Utara (USU) beri pendampingan kepada orang tua dalam usaha menumbuhkan paradigma positif terhadap penyandang disabilitas. Kegiatan ini berlangsung di UPT SLB-E Negeri PTP Sumatera Utara, Rabu (5/11/2025).
Kelompok MKWK Disabilitas 10 terdiri dari 20 mahasiswa dari berbagai jurusan yang diketuai oleh Daniel Nubatonis. Proyek MKWK ini didampingi oleh Ance Marintan D. Sitohang, Sp., M.Div., M. Th selaku dosen fasilitator dan Dwi Yolanda Naro Situmorang sebagai mentor.
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjut pemaparan materi kepada orang tua dengan judul “Lebih dari sekedar keterbatasan: Mengenal dan Mendidik Anak Tunagrahita”, tujuannya untuk memberikan pemahaman baru bagi orang tua mengenai cara mendidik dan batasan-batasan yang harus diketahui anak-anak disabilitas. Kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas kreatif seperti mewarnai, belajar menggunakan kaos kaki, dan mengancing baju bersama anak-anak penyandang disabilitas. Kegiatan ditutup dengan sesi foto.
Daniel menyatakan anak-anak tunagrahita harus mendapatkan perhatian dan dukungan yang optimal dari segi pendidikan dan perkembangan diri. “Kami melaksanakan kegiatan ini kepada para orang tua untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana memberikan dukungan yang tepat kepada anak tunagrahita,” ungkapnya.
Salah satu guru di UPT SLB-E Negeri PTP Sumatera Utara, Rini Susanti, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi satu hal penting karena tidak hanya berfokus kepada anak-anak penyandang
disabilitas, namun tetap melibatkan orang tua. “Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan bisa memberi manfaat besar bagi orang tua dan anak-anak,” harapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar