Mahasiswa USU dari Kelompok 29 Anti Perundungan sukses melaksanakan proyek penyuluhan berbasis sosialisasi bertajuk “CERDAS (CEGAH PERUNDUNG DEMI ANAK SEKOLAH): LANGKAH MENUJU GENERASI EMAS” di SMP Negeri 12 Medan pada Sabtu, 25 Oktober 2025 (25/10/2025). Yang berpusat pada kegiatan mendorong kesadaran warga sekolah untuk mencegah aksi perundungan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari kelompok 29 MKWK dengan tema Anti Perundungan menyelenggarakan sosialisasi dengan menyongsong program CERDAS (Cegah Perundungan Demi Anak Sekolah) sebagai langkah menuju generasi emas tingkat SMP di SMP Negeri 12 Medan. Sosialisasi ini penting dilaksanakan sebagai upaya preventif mengenai bahaya akan dampak aksi perundungan serta cara mencegahnya.
“Aksi perundungan itu suatu tindakan kriminal terlebih dalam lingkungan pendidikan. Sekolah yang seharusnya tempat untuk menambah wawasan justru menjadi sarana oknum untuk melakukan aksi kriminal tersebut. Ini tidak boleh dinormalisasikan karena dampak yang ditimbulkan dari aksi ini sangat merugikan” ujar Laqisha Meyra Harahap selaku mentor dari kelompok 29 Anti Perundungan.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi suatu kolaborasi progresif dan inovatif antara kampus dengan sekolah untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari aksi perundungan. Melalui program ini, warga sekolah terutama siswa dapat memahami dampak negatif perundungan dan mengembangkan sikap saling menghargai, empati, dan toleransi dalam lingkungannya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung selama 120 menit di dua kelas, berisi penyampaian materi, pengisian kuesioner, tanya jawab, ice breaking, dan penutup. Kegiatan interaktif ini mendorong siswa lebih sadar tentang perundungan dan cara mencegahnya. Pada asesmen awal, 27 siswa kelas IX mengisi kuesioner terkait pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan sebagian siswa pernah menyaksikan atau mengalami perundungan. Temuan ini menjadi dasar bagi kelompok 29 untuk membentuk karakter siswa agar berani menolak perundungan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Sosialisasi ini merupakan kolaborasi dan penggabungan peran penting oleh mahasiswa, mentor, dosen fasilitator, dan LIDA USU dengan pihak SMP Negeri 12 Medan sebagai mitra proyek. Pelaksanaan proyek ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan dianggap menjadi sarana interaktif untuk meningkatkan wawasan, kesadaran, serta kepekaan peserta didik akan aksi perundungan yang marak terjadi dalam lingkungan pendidikan.
Terlaksananya sosialisasi ini tidak terlepas dari dukungan kampus, dan LIDA USU dalam memfasilitasi kebebasan belajar mahasiswa yang tidak hanya terpaku di dalam ruang kelas namun dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
“Sekarang ini marak aksi perundungan yang di mana lingkungan pendidikan menjadi tempat yang disalahgunakan oleh oknum tak bertanggungjawab. Kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi salah satu langkah positif untuk mencegah keberlanjutan aksi perundungan terutama di lingkungan siswa” ungkap pihak sekolah SMP Negeri 12 Medan.
Program kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini berhasil meningkatkan kesadaran tentang perundungan serta mendukung visi USU dalam penguatan akademik. Melalui kolaborasi mahasiswa, dosen, fasilitator, dan sekolah mitra, kegiatan ini memberi dampak positif nyata sebagai langkah menuju pembentukan generasi yang lebih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar