Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Kelompok MKWK Perundungan 6 atau Hidden Piece melaksanakan penyuluhan dan pembinaan Tim Anti-Perundungan di SMAN 6 Medan pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium IPA ini diikuti oleh 30 anggota Tim Anti-Perundungan serta 4 guru pendamping sebagai implementasi proyek Mata Kuliah Wawasan Kebangsaan dan Karakter (MKWK).
“Hasil observasi kami menunjukkan bahwa Tim Anti-Perundungan di SMAN 6 Medan
sudah terbentuk namun belum berjalan optimal. Karena itu, kami sebagai satu kelompok ingin memberikan penyuluhan yang bisa membantu mereka memahami peran, tanggung jawab, dan strategi kerja yang lebih terarah,” ujar perwakilan kelompok Hidden Piece.
“Setelah mengikuti penyuluhan ini, kami jadi lebih paham apa saja tugas Tim Anti-
Perundungan dan bagaimana bertindak jika melihat kasus perundungan. Kami merasa lebih percaya diri dan siap menjalankan peran kami,” ungkap salah satu anggota Tim Anti-
Perundungan
Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru dan keterampilan praktis bagi siswa dalam
memahami mekanisme pencegahan kekerasan di satuan pendidikan. Program ini juga
memperkuat kesiapan Tim Anti-Perundungan untuk mengambil tindakan yang tepat ketika
melihat indikasi perundungan di sekolah. Selain itu, keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat terus didorong melalui pemanfaatan bahan ajar pratinggal dan kolaborasi lanjutan antara mahasiswa USU dan pihak sekolah.
Sebagai bentuk transparansi dan dokumentasi, hasil kegiatan juga telah diunggah ke
kanal YouTube dan dapat diakses melalui tautan berikut:
https://youtu.be/FKznlYKS-Yk?si=U7fD4O4WeL3m_WDm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar