Jumat, 05 Desember 2025

Kelompok 35 MKWK USU Lakukan Edukasi Pencegahan Perundungan di SMA Swasta Kristen Immanuel Medan


Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 35 tema Perundungan Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan perundungan di SMA Swasta Kristen Immanuel Medan, Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini bertujuan mendorong sekolah sebagai ruang aman melalui perbaikan relasi sosial antarsiswa yang bebas dari praktik perundungan.

Kelompok Proyek MKWK 35 terdiri dari mahasiswa lintas fakultas dan program studi di Universitas Sumatera Utara. Hotasi Nathanael Silalahi, selaku Ketua Kelompok, menjelaskan bahwa masih banyak siswa yang belum sepenuhnya memahami bahwa perundungan, baik verbal, fisik, sosial, maupun digital, dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis dan perkembangan sosial korban.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa perundungan bukanlah hal yang dapat dinormalisasi. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi setiap siswa untuk belajar, berinteraksi, dan berkembang tanpa rasa takut,” ujarnya.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya preventif dalam meningkatkan pemahaman dan kepekaan siswa SMA Swasta Kristen Immanuel Medan terhadap dampak perundungan serta pentingnya menjaga relasi sosial yang sehat. Kegiatan ini didampingi oleh Muhammad Nur Nainggolan, S.S., M.A. selaku Dosen Fasilitator dan Nia Hamlus Sururi Siregar selaku Mentor.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti rangkaian pemaparan materi, diskusi interaktif, serta pembahasan studi kasus perundungan yang kerap ditemukan di lingkungan sekolah dan media sosial. Siswa juga diajak untuk memahami peran mereka sebagai agen pencegah perundungan, mulai dari menumbuhkan empati, tidak menjadi pelaku maupun penonton pasif, hingga berani melaporkan tindakan perundungan kepada pihak sekolah.

Pihak SMA Swasta Kristen Immanuel Medan menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menilai program tersebut memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa. Menurut pihak sekolah, edukasi pencegahan perundungan menjadi langkah penting dalam menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu membangun sikap saling menghormati, menjaga perilaku dalam interaksi sehari-hari, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan,” ungkap pihak sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran MKWK berbasis proyek yang menekankan kolaborasi antara mahasiswa dan mitra sekolah. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam membangun budaya sekolah yang aman sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara dalam mengembangkan pembelajaran yang unggul, berdaya saing, dan berdampak bagi masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar