Medan - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Kelompok 63 Pendidikan Berkualitas melaksanakan proyek pembelajaran MKWK berupa program peningkatan literasi berbasis metode Strategi 3M (Mendengarkan, Memahami, Menyampaikan) di Panti Asuhan Anak Dirman Indonesia, Kota Medan, pada Minggu (2/11/2025). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat membaca anak panti melalui aktivitas belajar yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan.
Pendidikan Berkualitas Kelompok 63 terdiri dari 20 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi, dengan Reva Naomi Erika Akrisla Napitupulu selaku ketua kelompok. Kegiatan ini dibimbing oleh Dr. Simson Ginting, S.Sos., MPA, serta Vianova Kania selaku mentor Pendidikan Berkualitas Kelompok 63. Melalui proyek MKWK berbasis Design Thinking, mahasiswa Kelompok 63 Pendidikan Berkualitas merancang solusi bertahap untuk meningkatkan minat baca anak melalui pendekatan 3M.
“Dalam kegiatan MKWK ini, adik-adik mentee saya menerapkan strategi 3M yaitu mendengarkan, memahami, dan menyampaikan. Mereka menyesuaikan cara penyampaian materi dengan kebutuhan anak-anak panti, sehingga kegiatan literasi menjadi lebih hangat, mudah diikuti, dan membuat anak-anak lebih percaya diri untuk mencoba,” ujar Vianova Kania, mentor Pendidikan Berkualitas kelompok 63.
Rendahnya minat literasi menjadi alasan utama kelompok ini merancang kegiatan strategi 3M di panti Asuhan Anak Dirman Indonesia, mengingat panti tersebut masih mengalami keterbatasan fasilitas pendukung literasi. Berdasarkan survei awal kelompok, minat membaca anak-anak Panti Asuhan Dirman Indonesia hanya berada di sekitar 40%, dipengaruhi oleh kurangnya bahan bacaan, minimnya dukungan, serta belum adanya kegiatan literasi terjadwal.
Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 2 November 2025. Mahasiswa membuka acara dengan sosialisasi literasi dan permainan ice breaking untuk membangun antusias anak-anak. Setelah itu, anak-anak menonton video cerita rakyat dan mengikuti sesi tanya jawab. Kegiatan berlanjut dengan membaca buku sesuai usia, lalu menceritakan kembali isi bacaan sebagai penerapan Strategi 3M. Di akhir kegiatan, mahasiswa memberikan hadiah untuk peserta aktif dan menyerahkan donasi berupa buku bacaan, alat tulis, serta rak buku kepada pihak panti.
Berdasarkan pengamatan dan keterangan kepala panti serta pengurus panti, sekitar setengah lebih dari anak-anak mulai menunjukkan peningkatan minat membaca, terutama anak-anak tingkat SD yang lebih rutin membaca pada siang dan malam hari. Selain itu, area penyimpanan buku menjadi lebih rapi setelah dilakukan penataan bersama mahasiswa. Sementara itu, perubahan dalam kebiasaan bertutur kata belum terlihat signifikan, namun kegiatan ini dinilai memberikan pengalaman belajar yang positif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Istri Kepala Panti Asuhan Dirman Indonesia, yang turut mendampingi selama kegiatan, menyampaikan apresiasi atas program ini. “Setelah kakak-kakak datang, anak-anak bilang mereka senang. Sekitar setengah lebih dari mereka mulai rutin membaca pada siang setelah pulang sekolah dan malam hari, terutama anak-anak yang masih SD. Kegiatannya bagus dan banyak yang bisa mereka pelajari,” ungkapnya.
Kegiatan Strategi 3M diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi di Panti Asuhan Anak Dirman Indonesia. Dengan kolaborasi bersama mahasiswa, pengasuh, dan masyarakat, program ini diharapkan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang terhadap penguatan pendidikan anak-anak panti.
Link YouTube : https://youtu.be/wJSit9EsBGQ?si=Ty4FBnquB-FU2eFn
Link Instagram : https://www.instagram.com/eduforce.63?igsh=cno0Mm4xZDJoNjZi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar