Kamis, 04 Desember 2025

Mahasiswa USU Gelar Edukasi Anti-Perundungan di SMPN 8 Medan

            


            Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Kelompok 111 Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk “Membangun Budaya Peduli dan Aman di Sekolah” di SMP Negeri 8 Medan pada 24 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan (bullying) serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan. 

Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi oleh mahasiswa terkait pengertian, jenis, faktor penyebab, dan dampak perundungan baik fisik, verbal, sosial, maupun siber. Para siswa terlihat antusias mengikuti penjelasan, terutama saat diberikan contoh kasus nyata yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Tidak hanya memberikan edukasi, mahasiswa juga memperkenalkan konsep “Golden Rules”, yaitu nilai sederhana “memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan”, sebagai dasar membangun budaya empati dan saling menghargai. 

Untuk menjaga suasana tetap interaktif, sesi ice breaking disisipkan di tengah penyampaian materi. Aktivitas ini berhasil mencairkan suasana dan membuat siswa lebih berani berdiskusi serta berbagi pengalaman terkait perundungan yang pernah mereka lihat di lingkungan sekolah. Setelah itu, mahasiswa mengadakan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman siswa. Peserta yang mampu menjawab diberi hadiah berupa botol minum sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. 

Menurut dosen fasilitator MKWK, kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berlatih empati, kolaborasi, dan pemecahan masalah secara langsung di lingkungan masyarakat. Pihak SMPN 8 Medan juga menyambut positif kegiatan ini karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya saling menghormati dan menciptakan suasana belajar yang aman dari kekerasan.

Kegiatan ditutup dengan pembagian snack kepada seluruh siswa sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan mereka. Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa berharap nilai-nilai anti-perundungan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis dan mendukung perkembangan siswa secara optimal. 

Tulisan ini merupakan publikasi Kelompok Proyek MKWK 111 Perundungan USU dalam kegiatan edukasi Anti-Perundungan, yang didampingi oleh Mentor: Fira Zinta dan Dosen Fasilitator: Bapak Gary Timothy Hasian Purba,S.IP.,M.IP.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar