Kamis, 04 Desember 2025

Mahasiswa Perundungan 13 USU Gelar Edukasi Anti-Perundungan di SMP Nasrani 1 Medan

 

Kelompok MKWK 13 “Perundungan” USU saat menyampaikan pemaparan materi tentang anti perundungan kepada siswa/i SMP Swasta Nasrani 1 Medan.

 

Medan, 25 Oktober 2025 – Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 13 Perundungan Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan edukasi dan pembimbingan terkait kasus bullying yang akhir-akhir ini sering terjadi di kalangan sekolah. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa berkesempatan berdialog langsung dengan siswa-siswi di sekolah dan menggali pandangan mereka terhadap kondisi perundungan yang terjadi di sekitar mereka. Project ini dilakukan di SMP NASRANI 1 Medan, pada Sabtu (25/10/2025).

 

Kelompok Proyek 13 Perundungan terdiri dari 19 mahasiswa/i dari berbagai fakultas dan program studi di USU. Viter Moldy Kesuma, selaku Ketua Kelompok, menjelaskan bahwa kasus perundungan ini menjadi perhatian yang cukup memprihatinkan dikarenakan masyarakat belum paham betul cara penanganan kasus perundungan ini. Oleh karena itu, kegiatan ini memberi manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa-siswi SMP NASRANI 1.

 

Pada kesempatan ini, Kepala SMP Nasrani 1 Medan, Idris Manulang, S.S., menjelaskan bahwa perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah bahkan sebelum ia menjabat sebagai kepala sekolah. Menurutnya, perundungan yang muncul bermula dari sikap saling ejek antar siswa yang membesar hingga saling ejek di media sosial. Dalam menangani hal tersebut, pihak sekolah membuat program dengan upaya pencegahan melalui peran guru BK serta edukasi internal yang menekankan bahwa seluruh siswa itu punya kedudukan yang sama tanpa membedakan apa pun latar suku maupun agamanya.

 

“Saya buat program bersama guru bk supaya anak-anak saling menghormati, artinya dengan latar belakang apapun, suku apa pun kita sama satu Indonesia. Maka saya buat banner dilarang membully untuk menambah perhatian siswa. Sekolah juga menjalankan berbagai program, seperti bermain games dan pembinaan karakter di setiap semester. Kita lakukan rame-rame dimana siswa-siswi dibagi berkelompok dengan tujuan mereka bisa berbaur menciptakan kebersamaan tersendiri” ujarnya.

 

Guru BK juga menyampaikan bagaimana manfaat daripada kebersamaan dan bagaimana mengantisipasi terjadinya bullying. Sekolah menyediakan kegiatan ekstrakulikuler, sebagai wadah kebersamaan agar mereka merasa seolah-olah mereka adalah keluarga.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar